KONTRIBUSI SEKTOR PERIKANAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN ROTE NDAO: PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN SHIFT SHARE (SS)

Estu Sri Luhur, Siti Hajar Suryawati, Tikkyrino Kurniawan

Abstract


Kabupaten Rote Ndao terletak di Pulau Rote yang merupakan salah satu kawasan pulau-pulau terluar yang memiliki nilai strategis kedaulatan negara dan memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan besar yang harus dikelola secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi sektor perikanan sebagai sektor unggulan dalam pembangunan wilayah Kabupaten Rote Ndao. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2013-2016. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS). Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa sektor perikanan merupakan sektor basis dan unggulan bagi Kabupaten Rote Ndao dengan tingkat spesialisasi yang tinggi (2,16). Hasil analisis SS menunjukkan bahwa sektor perikanan di Kabupaten Rote Ndao masih memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi memiliki keunggulan kompetitif yang rendah (Rp - 269.889 juta) terhadap sektor perikanan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rekomendasi kebijakan yang disarankan adalah: 1) peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) dengan mengembangkan sektor perikanan yang berorientasi pada pasar luar daerah atau luar negeri; dan 2) sektor perikanan perlu ditingkatkan daya saing atau keunggulan kompetitifnya melalui pembangunan industri perikanan (hulu – hilir) yang berkelanjutan.  

Title: Contribution of Fisheries Sector in Regional Development of Rote Ndao Regency: Location Quotient (LQ) and Shift Share (SS) Approach

Rote Ndao District is located on Rote Island, which is one of the outermost islands that has a strategic value of state sovereignty and has a potential resources of marine and fisheries that must be managed optimally for the welfare of society. This study aims to analyze the fishery sector as a leading sector in regional development of Rote Ndao District. The method used is secondary data from Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Rote Ndao District in 2013-2016. The analysis tool used is the analysis of Location Quotient (LQ) and Shift Share (SS). The result of LQ analysis shows that the fisheries sector is a base and superior sector with a high level of specialization (2,16). The result of SS analysis shows that fisheries sector still contributes quite significantly to Nusa Tenggara Timur Province, but it had low competitive advantage (Rp - 269.889 billion) over the same sector at the economic level of Nusa Tenggara Timur Province. Policy recommendations from this study are: 1) increasing the regional economic growth by developing the fisheries sector with outside or foreign market oriented; and 2) increasing the fisheries competitiveness and advantageous through the development of a sustainable fisheries industry.


Keywords


sektor perikanan; PDRB; location quotient; shift share; Rote Ndao

Full Text:

PDF

References


Alhowaish, A.K., M.A. Alsharikh, M.A. Alasmail, dan Z.A. Alghamdi. 2015. Location Quotient Technique and Economy Analysis of Regions: Tabek Province of Saudi Arabia as a Case Study. International Journal of Science and Research, Vol. 4(12): 1756-1761.

BPS Kabupaten Rote Ndao. 2017. Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka Tahun 2017. Rote Ndao: Badan Pusat Statistik.

Budiarso, A. 2015. Analisis Perkembangan Wilayah Dengan Sektor Unggulan di Kota Surakarta Tahun 2009-2013. [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dahuri, R. 2000. Analisa Kebijakan dan Program Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Makalah disampaikan pada Pelatihan Manajemen Wilayah Pesisir. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.

De Fretes, P.N. 2018. Analisis Sektor Unggulan (LQ), Struktur Ekonomi (Shift Share), dan Proyeksi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Papua 2018. Develop, Vol. 1 (2): 40-53.

Fattah, S. dan A. Rahman. 2013. Analysis of Regional Economic Development on the Regency/ Municipality at South Sulawesi Province in Indonesia. Journal of Economics and Sustainable Development, Vol. 4(1): 1-9.

Glasson, J. 1977. Pengantar Perencanaan Regional. Terjemahan Paul Sitohang. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.

Hasbiullah, S. 2015. Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Kabupaten Bulukumba. Iqtisaduna, Vol. 1 (1): 71-86.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2017. Laporan Akhir Review Masterplan dan Perencanaan PSKPT Rote Ndao. Jakarta: Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mangilaleng, E.J., D. Rotinsulu, dan W. Rompas. 2015. Analisis Sektor Unggulan Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Vol.15 (04): 193-205.

Muta’ali, L. 2015. Teknik Analisis Regional untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang, dan Lingkungan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG), Universitas Gadjah Mada.

Wulandari, F.N. 2016. Analisis Sektor Unggulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2013-2015. [Skripsi]. Surakarta: Program Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i1.7712

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network