INDUSTRI PENGOLAHAN PERIKANAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA

Ernawati Ernawati, Muhammad Rafiy, Surianti Surianti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan bahan baku dan skala pemasaran industri pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2018 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 21 responden pelaku usaha. Data sekunder diperoleh melalui publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Konawe Selatan. Data diolah melalui analisis deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan industri pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Konawe Selatan karena bahan baku bersumber dari potensi lokal, namun kelemahannya adalah bahan baku tersebut masih fluktuatif. Kendala bahan baku dialami khususnya oleh industri fermentasi, pengasapan, dan pengeringan ikan. Selain faktor musiman, ketersediaan bahan baku juga terkendala karena bahan baku sebagian besar berasal dari nelayan tradisional dengan struktur armada perikanan yang didominasi oleh nelayan skala kecil. Dengan demikian, pengembangan industri hasil perikanan mensyaratkan perbaikan di sektor hulu melalui sinergitas kebijakan penanganan keterbatasan bahan baku dari berbagai lembaga terkait. Sementara itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa 24% unit usaha telah menembus pasar nasional. Ketersediaan bahan baku juga terkendala karena 28% telah menembus pasar regional, sisanya 48% hanya mampu memasarkan produknya di wilayah lokal. Kelompok industri yang hanya menjangkau skala lokal, yaitu industri pelumatan, pengasapan, dan pemindangan, serta beberapa usaha makanan olahan hasil perikanan. Bagi industri yang mengalami jangkauan pasar yang rendah akibat minimnya ketersediaan bahan baku, maka dapat menggunakan bahan baku pengganti namun tetap mempertahankan kualitas produk sesuai dengan selera pasar.

Title: Fish Processing Industry in South Konawe Regency,  South East Sulawesi

This study aimed to examine the availability of raw materials and the marketing scale of fish processing industry in South Konawe Regency. This research was conducted in 2017 and 2018 using primary and secondary data. Primary data were collected through questionnaires from 21 respondents. Secondary data were collected from Statistics Indonesia, Fisheries and Marine Affairs Office, and Industry and Trade Affairs of South Konawe Regency. Data were analyzed with descriptive analysis and SWOT analysis. The results found that raw material from local sources is the major force of fish processing industry. However, the fluctuating condition of its availability becomes the weakness. Fermentation, smoked fish, and dried fish processing industries suffer from this raw material problems. In addition, the availability of raw materials also largely depends on fishing results from small-scale traditional fishers. Therefore, the development of the fish industries need some specific improvement in the upstream section through the synergy on policies regarding raw material management from related institutions. Meanwhile, the research finding showed that 24% of business units have penetrated national market 28% have penetrated regional market, while the remaining 48% have only penetrated local market. The local industries were pulverized, smoked fish, fish brine, and some other fish processing industries. Those who could only reach small market area due to limited availability of raw materials are able to use substitute materials in a similar quality of market preferences.


Keywords


bahan baku; pemasaran; promosi; produk; perikanan; industri pengolahan

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe Selatan. (2018). Kabupaten Konawe Selatan Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Konawe Selatan. Nomor Publikasi: 74050.1803. Katalog: 1102001.7405

Bappeda Konawe Selatan. (2016). RPJMD Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016-2021. Bappeda Konawe Selatan

Ceyhan, V., & Emir, M. (2015). Structural and economic analysis of Turkish fishmeal and fish oil industry. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, Vol 15(4), 841-850. doi: 10.4194/13032712-v15_4_07

Dinas Kelautan dan Perikanan Konawe Selatan. (2017). Data Perusahaan Pengelola Hasil Kelautan dan Perikanan Konawe Selatan. DKP Konawe Selatan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konawe Selatan. (2016). Rencana Strategis 2016-2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Disperindag Konawe Selatan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konawe Selatan.

(2017). Data IKM Tahun 2016. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konawe Selatan

Failler, P., Pan, H., Thorpe, A., & Tokrisna, R. (2014). On macroeconomic impact of fishing effort regulation: measuring bottom-up fish harvesters’ economy-wide contribution. Natural Resources, Vol 5(07), 269-281. doi :10.4236/ nr.2014.57025

Hakim, M. F. (2012). Blue economy daerah pesisir berbasis kelautan dan perikanan. Economics Development Analysis Journal, Vol 2(2), 1-7. doi: 10.15294/edaj.v2i2.1756

Hikmayani, Y., Apriliani, T., & Adi, T. R. (2017). Alternatif solusi bagi keberlanjutan industri surimi di Indonesia. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol 3(1), 39-50. doi: 10.15578/marina.v3i1.6100

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2017). Buku Pintar Dana Desa: Dana Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat: Menciptakan Lapangan Kerja, Mengatasi Kesenjangan, dan Mengentaskan Kemiskinan. Jakarta, ID: Kemenkeu RI

Lubis, E., Nugroho, T., & Witry, S. D. B. (2013). Produksi hasil tangkapan sebagai bahan baku industri pengolahan: Kasus Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar Kabupaten Banyuwangi. Buletin PSP, Vol 21(1), 77-95. Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulpsp/article/view/7120/11971

Madugu, A. J., & Edward, A. (2011). Marketing and distribution channel of processed fish in Adamawa State. Nigeria Global Journal of Science Frontier Research Agriculture and Veterinary, Vol 11(4), 20-26. Retrieved from https://journalofbusiness.org/index.php/GJMBR/article/view/481/428

Odebiyi, O. C , George, F. O. A , Odulate, D. O., Agbonlahor, M. U., & Olaoye O. J. (2013). Value-chain analysis for coastal fisheries

development in Nigeria. Global Journal of Science Frontier Research Agriculture and Veterinary, Vol 13(11), 1-14. Retrieved from https://globaljournals.org/GJSFR_Volume13/2-ValueChainAnalysis-for-Coastal-Fisheries.pdf

Omar, A. (2014). The marketing of small and medium enterprise (SME) products based on food processing. European Journal of Business and Social Sciences, Vol 3(5), 76-87. Retrieved from

http://www.ejbss.com/recent.aspx

Peraturan Menteri Desa Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018. Ditetapkan tanggal 22 September 2017. Jakarta, ID: Kementerian Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah 43/2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU 6/2014. Ditetapkan tanggal 30 Juni 2015. Jakarta

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah 60/2014 Tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN. Ditetapkan tanggal 24 Maret 2016. Jakarta

Rafiy, M., Ernawati, & Surianti (2017). Kinerja Keunggulan Bersaing Komoditas Minapolitan Kabupaten Konawe Selatan. Prosiding Seminakel XII Universitas Hang Tuah Surabaya, A13-19

Ratnaningtyas, N. A., Ma’ruf, W. F, Agustini, T. W., Hutabarat, J., &

Anggoro, B. (2016). Prospect and adversity the downstream of softbone milkfish in Semarang City, Indonesia. Aquatic Procedia, 7, 166 – 176. doi: 10.1016/j.aqpro.2016.07.023

Shofa, S. U. & Navastara, A. M. (2015). Faktor penentu pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo melalui pengembangan ekonomi lokal. Jurnal Teknik ITS, Vol 4(2), 76-80. doi: 10.12962/j23373539.v4i2.10863

Tajerin, Kurniawan, T., & Wicaksana, R. M. N. (2015). Dampak peningkatan investasi untuk pengembangan industri pengolahan produk perikanan Indonesia terhadap perekonomian

nasional. Buletin Ilmiah “MARINA” Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol 1(2), 89-107. doi: 10.15578/marina.v1i2.2075

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Ditetapkan tanggal 15 Januari 2014. Jakarta

Wijayanto, D. (2016). Fisheries development strategies of Biak Numfor Regency, Indonesia. Aquatic Procedia, 7, 28 – 38. doi : 10.1016/j.aqpro.2016.07.004




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v6i1.7772

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network