KINERJA PEMBANGUNAN PERIKANAN TANGKAP DI INDONESIA

Kusdiantoro Kusdiantoro, Achmad Fahrudin, Sugeng Hari Wisudo, Bambang Juanda

Abstract


Di Indonesia, sub sektor perikanan tangkap memiliki peran penting bagi pembangunan nasional. Namun, pelaksanaan pembangunan perikanan tangkap masih menghadapi permasalahan yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mangkaji capaian kinerja pembangunan perikanan tangkap di Indonesia yang dilihat dari beberapa aspek indikator makro. Penelitian ini menggunakan data sekunder, terutama indikator makro, seperti PDB, produksi, NTN (Nilai Tukar Nelayan), infrastruktur
perikanan tangkap dan ekspor-impor yang dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perikanan tangkap di Indonesia secara umum masih di dominasi nelayan skala kecil. Pertumbuhan PDB perikanan pada tahun 2018 hanya mencapai 47,27% dari target. Capaian NTN tahun 2018 diatas 100, artinya ada peningkatan kesejahteraan nelayan. Kinerja perikanan tangkap didukung 538 fasilitas terkait pelabuhan atau pendaratan ikan untuk bongkar muat hasil tangkapan. Meskipun kinerja ekspor produk perikanan Indonesia (HS03) menunjukkan penurunan, tetapi indeks RCA tahun 2018 sebesar 2,83 (>1) yang menunjukkan export performance produk perikanan memiliki
keunggulan komparatif pada peta perdagangan dunia.

Title: The Performance of Capture Fisheries Development in Indonesia

In Indonesia, the capture fisheries sub-sector has an important role for national development. However, the implementation of capture fisheries development still faces considerable problems. This study aims to assess the performance achievements of capture fisheries development in Indonesia as seen from several aspects of macro indicators. This study was used secondary data, mainly macro indicators, such as GDP, production, NTN (Fisheries Exchange Rate), capture fisheries infrastructure and export-import that were descriptively analyzed. The analysis shows that capture fisheries in Indonesia are generally still dominated by small-scale fishermen. Fisheries GDP growth in
2018 only reached 47.27% of the target. NTN’s achievements in 2018 are above 100, meaning that was there is an increased in the welfare of fishermen. Capture fisheries performance is supported by 538
ports or fish landing facilities for loading and unloading catches. Although the export performance of Indonesian fishery products (HS03) was declined, the RCA index in 2018 was 2.83 (> 1), that the export
performance of fishery products has a comparative advantage on the world’s trade map.


Keywords


indikator makro; kinerja pembangunan; perikanan tangkap

Full Text:

PDF

References


Adrianto L. 2005. Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pulau-pulau Kecil. Working Paper. Bogor: Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan - Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) (ID).

Azwar S. 1998. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

[BAPPENAS] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2014. Kajian Strategi Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan. Direktorat Kelautan dan Perikanan, Kementerian PPN/BAPPENAS. Jakarta

[BAPPENAS] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2016. Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/SDGs. Disampaikan dalam Acara Workshop Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Jakarta Coral Initiatives Jakarta, 22 November 2016.

Barnes MM, Oleson KL, Zafindrasilivonona B. 2013.The Total Economic Value of Small-Scale Fisheries with a Characterization of Post-Landing Trends: An Application in Madagascar with Global Relevance. Fisheries Research147:175-85

Berkes F, Mahon R, McConney P. 2008. Mengelola Perikanan Skala Kecil “Arah dan Metode Alternatif”. Lindayati R, Rahman D, penerjemah. Ottawa (CA): Inter-national Development Research Centre Canada.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Perusahaan Perikanan. Badan Pusat Statistik. Jakarta (ID) : BPS

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan. Badan Pusat Statistik. Jakarta (ID) : BPS

Chesson J, Clayton H, Whitworth B. 1999. Evaluation of Fisheries Management systems with Respect to Sustainable Development. ICES Journal of Marine Science, 56: 980–984

Daryanto, A. 2007. Dari Klaster menuju Peningkatan Daya Saing Industri Perikanan. Buletin Craby dan Starky, Edisi Januari 2007.

Fauzi A. 2010. Ekonomi Perikanan “Teori, Kebijakan dan Pengelolaan”. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama.

Firdaus M dan Witomo CM. 2014. Analisis Tingkat Kesejahteraan dan Ketimpangan Pendapatan Rumah Tangga Nelayan Pelagis Besar di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9 No 2.

[FAO] Food and Agriculture Organization. 2009. FAO Tehcnical Guidelines For Responsible Fisheries. Fisheries Management. Food and Agriculture Organization of The United Nations. Rome (Ita) : FAO

Hermawan, M. 2006. Keberlanjutan Perikanan Tangkap Skala Kecil (Kasus Perikanan Pantai di Serang dan Tegal). Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.

Https://kkp.go.id/djprl/kkhl/artikel/8214-indonesia-capai-target-luas-kawasan-konservasi-perairan-20-juta-ha-di-tahun-2018. Diunduh pada tanggal 16 Juni 2019.

Jin HJ, Koo WW. 2003. Analysis of US Wheat Market Shares in East Asia. Center of Agricultural Policy and Trade Studies. Agribusiness & Applied Economics Report No. 524. Department of Agribusiness and Applied Economics, North Dakota University.

Kepner CH, Tregoe BB. 1981. Manajer yang Rasional Edisi Terjemahan. Erlangga. Jakarta

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2007. Analisa Kebijakan Industri dan Jasa Kelautan Nasional. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2017. Laporan Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan 2016. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta (ID) : KKP.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Pertumbuhan PDB Perikanan. Pusat Data dan Informasi. Jakarta (ID): KKP

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Statistik Perikanan Tangkap Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Jakarta (ID): KKP

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Data Penerbitan Health Certificate (HC). Pusat Pengendalian Mutu, BKIPM. Jakarta. KKP

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 50/ KEPMEN-KP/2017. Tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 45 / KEPMEN-KP/ 2014. Tentang Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional.

Kholis M, Astuti D, Febrianti R. 2016. Hubungan Pendapatan Nasional dan Investasi di Indonesia (Suatu Kajian Ekonomi Makro dengan Model VAR). Jurnal Organisasi dan Manajemen Volume 12 No.1.

Kittinger JN. 2013. Human dimensions of small-scale and traditional fisheries in the Asia-Pacific region. Pacific Science. 2013 Jul;67(3):315-26.

Kurniawan TF.2010. Analisis dan Reformasi Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Indonesia.

Lincolin A. 2010. Ekonomi Pembangunan. Edisi Kelima, Yogyakarta: STIM YKPN.

Mahyudin B. 2004. Overseas Training on Community Based Fisheries Resources Management in Philipines, General Santos, 5 – 8 December 2004. Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Mankiw G. 2007. Makro Ekonomi. Edisi Keenam. Terjemahan. Erlangga. Jakarta

Mopangga H. 2010. Analisis Ketimpangan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Gorontalo. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Murdiyanto, B. 2004. Pelabuhan Perikanan. Edisi Pertama. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut pertanian Bogor. Bogor. 142 hlm.

National Fishing Port Association. 1995. Fishing Port of Japan. National Fishing Port Association. hlm 11.

Ramadhan A, Firdaus M, Wijaya RA. 2014. Analisis Nilai Tukar Nelayan (NTN) Pelagis Besar Tradisional. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9 No 2.

Satria A. 2009. Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor: IPB Press.

Sharma C. 2011. Securing Economic, Social and Cultural Rights of Small-Scale and Artisanal Fisherworkers and Fishing Comunities. Maritime Antrhopological Studies. Journal MAST 2011, 10 (2) : 41-61

Smith SJ. 1993. Riks Evalution and Biological Reference Point for Fisheries Management: A Review. In: Kurse, G. Raggers, D. M. Marasco, R.J. Pautzke, C. Quinn, T. J. (eds) Management Strategies for Exploited Fish Population. Alaska Sea Grant, Anchorage. Pp. 339 – 353.

Suhana. 2009. Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Dalam Perspektif Kearifan Lokal Desa Autubun, Maluku Tenggara Barat. Bulletin Online Edisi November - Desember 2009. ISSN 1978 - 1571.

Sutiardi E. 2001. Peranan Sub Sektor Perikanan Terhadap Pembangunan Wilayah Kota Bengkulu. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.

Soemokaryo, S. 2001. Model Ekonometrika Perikanan Indonesia. Dirjen Perikanan. Jakarta.

Sukirno S. 2000.Makro ekonomi. Teori Pengantar. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Todaro M, Smith SC. 2006. Pembangunan Ekonomi. Terjemahan H. Munandar. Edisi Kesembilan Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Triatmodjo B. 2003. Pelabuhan. Betta Offset. Yogyakarta

Widodo J, Suadi. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Widodo S. 2009. Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan dalam Menghadapi Kemiskinan. Jurnal Kelautan.Vol 2 No 2: 150-157




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i2.8053

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network