ANALISIS SOSIAL EKONOMI DAN KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP SERO (SET NET) DI PERAIRAN PULAU BANGKUDULIS KABUPATEN TANA TIDUNG, KALIMANTAN UTARA

Gazali Salim, Muhammad Firdaus, Muhammad Fajar Alvian, Agus Indarjo, Permana Ari Soejarwo, Achmad Daengs GS, Lukman Yudho Prakoso

Abstract


Perairan Pulau Bangkudulis merupakan daerah estuaria dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Kondisi ini berpotensi memiliki nilai ekonomi dalam kegiatan perikanan tangkap yang dilakukan secara berkelanjutan dan lestari. Potensi pemanfaatan perikanan salah satunya yaitu dengan menggunakan alat tangkap sero (set net) yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial ekonomi dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap sero (set net) yang dilakukan di perairan Pulau Bangkudulis Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara, sementara itu teknik penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari sisi sosial ekonomi, alat tangkap sero merupakan salah satu alat tangkap yang menguntungkan bagi nelayan di Kabupaten Tana Tidung karena tidak bertentangan dengan budaya setempat dan tidak bertentangan dengan peraturan yang ada. Sero masuk ke dalam kategori alat tangkap yang berkelanjutan terhadap sumberdaya kelautan dan perikanan. Pemanfaatan alat tangkap sero (set net) dalam kegiatan perikanan tangkap di Pulau Bangkudulis mempunyai bobot 27,71, nilai ini masuk dalam kategori ramah lingkungan. Dimana alat tangkap sero tersebut telah memenuhi 3 kriteria tingkat keramahan lingkungan yaitu X2 tidak merusak lingkungan, X5 produksi tidak membahayakan konsumen dan X7 dampak terhadap biodiversitas.

Titled: Socio Economic and Environmental Friendliness Analysis Set net Fishing Gear in The Waters of Bangkudulis Island, Tana Tidung Regency, North Kalimantan

The waters of Bangkudulis Island is an estuary area with high marine biodiversity level. This condition is potential to have economic value in the sustainable and continuous capture fisheries activities. One of the fisheries utilization potential is by using set net fishing gear that conducted by community in Tana Tidung District. This research aimed to obtain environmental friendliness level using set net fishing gear in the waters of Bangkudulis Island Tana Tidung regency North Kalimantan by using quantitative descriptive approachment. Data collection technique was conducted by using survey and interview, while sampling technique was conducted by using purposive sampling. The result show that from socio-economic aspect, set net fishing gear is a profitable fishing gear for the fishermen in Tana Tidung Regency because it’s in line with local culture and existing regulation. Set net is categorized in the category of sustainable marine and fisheries resources fishing gear. The fisheries utilization by using set net in Bangkudulis Island has value of 27.71 and categorized in the category of environmentally friendly. Where the set net fishing gear meets three criteria of environmental friendliness namely X2 not damage the environment, X5 the production does not harm the consumers, and X7 impact to the biodiversity. 


Keywords


tingkat keramahan lingkungan; alat tangkap sero; keberlanjutan; Pulau Bangkudulis

Full Text:

PDF

References


Abdullah, F., Baruadi, A. S. R. & Fachrussyah, ZC. (2018). Alat Tangkap, Nelayan, dan Pengembangannya di Danau Limboto Gorontalo. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume, 6 No. 4, Desember 2018.

Abdulaziz, M. H., Bambang, A. Z. & Fitri, A. D. P. (2018). Analisis Keramahan Lingkungan Alat Tangkap di Kabupaten Demak. Journal Of Fisheries Resources Utilization Management And Technology, 7(2), 29–35.

Allen, G.R. (1997). Marine Fishes of Tropical Australia and South-east Asia. Western Australian Museum. 220 p. Ataupah, E. A. (2010). Penangkapan Ikan Kakap (lutjanus sp) Di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor.

Bauer, R. T. (2013). Amphidromy in shrimps: A life cycle between rivers and the sea. Latin American Journal of Aquatic Research, 41(4), 633–650. https://doi.org/10.3856/vol41-issue4fulltext-2.

Barus, H. R. & Naamin, N. (1991). Potensi Sumber daya Perikanan Laut dan Strategi Pemanfaatannya bagi Pengembangan Perikanan yang Berkelanjutan. Prosiding Forum II Perikanan; Sukabumi, 18-21 Juni 1991. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Hal 165-180.

Badan Pusat Statistik (2016a). Statistik Daerah Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Kalimantan Utara Tahun 2016.

Badan Pusat Statistik (2016b). Produksi Perikanan Tangkap Menurut Provinsi dan Subsektor (Ton) Tahun 2000-2015.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Utara. (2015) Alat Penangkapan Ikan Laut Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota. Kalimantan Utara Tahun 2015.

Bubun & Fajriah (2015). Komposisi Hasil Tangkapan Ikan dan Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Sero Di Desa Tapulaga, Sulawesi Tenggara, Jurnal Airaha, Vol 4 no 2, Desember 2015.

Darmono, O. P., Sondita, M. F. A. & Martasuganda, S. (2017). Teknologi Penangkapan Baronang (Siganus sp) Di Kepulauan Seribu, Teknologi Penangkapan Perikanan Laut, Sekolah Pascasarjana dan Departemen Pemanfaatan Sumber daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor.

[DKP] Departemen Kelautan dan Perikanan. (2006). Panduan jenis-jenis penangkap Ikan Ramah Lingkungan. Bina Marina Nusantara. Jakarta.

Dewanti, L.P., Mahdiana I., Zidni, I. & Herawati, H. (2018). Evaluasi Selektivitas Dan Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Dogol Di Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Jurnal Airaha, VII(1), 30–37. Retrieved from http://jurnalairaha.org/index.php/airaha/article/ view/84

Direktorat Jenderal Perikanan (1990). Ketentuan Kerja Pengumpulan, Pengolahan dan Penyajian Data Statistik Perikanan Buku II Metode dan Prosedur Pelaksanaan Survay Produksi Perikanan. Departemen Pertanian. Jakarta.

[FAO] Food and Agriculture Organization. (1995). Code Of Conduct For Responsible Fisheries. FAO. Rome, Italy. 41P. Firdaus, M. (2010). Hasil Tangkapan dan Laju Tangkap Unit Perikanan Pukat Tarik, Tugu, dan Kelong, Jurnal Makara Teknologi, Vol. 14, No. 1.

Fréon, P., Cury, P., Shannon, L. & Roy, C. (2005). Sustainable Exploitation of Small Pelagic Fish Stocks Challenged by Environmental and Ecosystem Changes: A Review. Bulletin of Marine Science, 76(2): 385–462.

Hastrini, R., Rosyid, A. & Riyadi, P. H. (2013). Analisis Penanganan (Handling) Hasil Tangkapan Kapal Purse Sein Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Kabupaten Pati. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 2(3): 1-10. Semarang.

Kartawijaya, T., Ardani, Hamka, E., Komarudin, D.,

Jati, A. K., Thenu, I. M., Febri, S. P., Dirwana, I., Gigentika, S., Johannes, S. & Sholeh, K. (2011). Trammel Net Di Teluk Palabuhanratu: BULETIN PSP, XIX(3), 253–265.

Lisna, L., Amelia, J. M., Nelwida, N. & Andriani, M. (2019). Tingkat Keramah Lingkungan Alat Tangkap Gill Net Di Kecamatan Nipah Panjang, Jambi. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 9(1), 83–96. https://doi.org/10.24319/ jtpk.9.83-96.

Mallawa, A. (2006). Studi Pendugaan potensi Sumber daya Perikanan dan Kelautan Kabupaten Selayar, Makassar. Universitas Hasanuddin. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Hlm 60-78.

Monitja, D. (2001). Pemanfaatan Sumber daya Pesisir Dalam Bidang Perikanan Tangkap. Prosiding Pelatihan Pengelolaan Agrisep Vol (15) No. 2, 2014 17Wilayah Pesisir Terpadu. Pusat Kajian Sumber daya Pesisir dan Laut. Institut Pertanian Bogor.

Nirmalasari. (2016). Studi Morfometrik dan Merisik Ikan Ekor Kuning, Caesio (Odontonectes) cuning (Bloch, 1791) Yang diDaratkan di Tempat Pelelangan Ikan BEBA, Kanupaten Takalar, dan di Tempat Pelelangan Ikan Lappa, Kanupaten Sinjai. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Jurusan Perikanan. FIKP Universitas Hassanuddin.

Pahlefi, M., Reza, F. & Hidayat, Z. (2017). Implementasi Kebijakan Larangan Alat Tangkap Cantrang Di Kabupaten Rembang. Journal of Public Policy and Management Review, 6 (2): 200 – 214. Rita. (2015). Komposisi Hasil Tangkapan dan Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Sero Di Desa Tapulaga, Sulawesi Tenggara, Jurnal Airaha, Vol 4 No 2, Desember 2015.

Rivai, A. (2003). Uji Coba (Sero Waring) Dengan Konstruksi Jaring Menaik Di Perairan Kamal Muara, Jakarta. Skripsi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Instutus Pertanian Bogor

Rusmilyansari. (2012). Inventarisasi Alat Tangkap berdasarkan Kategori Status Penangkapan Ikan Yang Bertanggungjawab Di Perairan Tanah laut. Jurnal Saintek Perikanan, 2 (4): 143 – 153. Semarang.

Salim, G. & Anggoro, S. (2019). Domestikasi udang Prospek Masa Depan Sumber Pangan Dari Laut. Deepublish (CV. Budi Utama). Yogyakarta. 181 halaman. ISBN. 9786232093690.

Suprapti., Yuyun., Dhuha, R. S. & Munir, M. (2017). Perception of Cantrang Fisherman to the Ministery of Mairne and Fishery Regulation Numer 2 2015. Journal of Economic and Social of Fisheries and Marine, 5(1) :104-115.

Syamsuddin. (2008). Analisis Pengembangan Sumber daya Ikan Cakalang (katsuwonus pelamis linneus) Ramah lingkungan dan berkelanjutan. Jurnal Sains dan Teknologi, 8 (1): 38-49.

Yuda, L. K., Iriana, D. & Khan, A. M. A. (2012). Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Bagan Di Perairan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 3(3), 7–13.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i2.8112

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network