STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PATIN DI PROVINSI JAMBI

Putinur Putinur, Randi B.S Salampessy, Achmad Poernomo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan industri patin dan menentukan strategi prioritas untuk pengembangan industri patin di
Provinsi Jambi. Penelitian dilaksanakan pada Bulan November 2018 hingga April 2019 bertempat di Provinsi Jambi (studi kasus di Kabupaten  Muaro Jambi), dilakukan dengan metode SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities and Threats) dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Teknik pengumpulan data meliputi survei, observasi dan wawancara. Cakupan dalam penelitian ini mulai dari sektor budi daya, sektor pengolahan hingga pemasaran. Responden dalam penelitian ini adalah pelaku usaha, pembuat kebijakan (pemerintah daerah dan pusat), serta pakar (akademisi dan peneliti). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan industri patin pada aspek budi daya diantaranya status kepemilikan lahan, ketersediaan modal, tersedianya tenaga penyuluh perikanan, tingginya  minat usaha, akses pemasaran, dukungan dan kebijakan dari pemerintah, dan kontinuitas bahan baku pakan. Pada aspek pengolahan, faktor yang mempengaruhi diantaranya lokasi unit pengolahan, ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, akses pemasaran, dukungan pemerintah, serta persaingan. Analisis SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi untuk budi daya dan 6 alternatif strategi di sektor pengolahan. Berdasarkan hasil analisis AHP, prioritas utama dalam pengembangan patin di Provinsi Jambi adalah meningkatkan pendampingan dan pembinaan kepada pembudi daya (sektor budi daya) dan mengembangkan usaha, diversifikasi dan inovasi produk (sektor pengolahan).

Title: Strategies for Pangasius Industry Development in Jambi Province

The aims of this research were to identify internal and external factors and to formulate the alternative strategies in developing the pangasius industry, in Jambi Province. This research was held in November 2018 until April 2019 in Jambi Province (case study in Muaro Jambi district), applied SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities and Threats) and AHP (Analytical Hierarchy Process) methods, while the data were obtained through survey, observation and interviews, covering aquaculture, processing and marketing sectors. Respondents in this research were businessmen, policy makers (local and central
governments), and experts (academics and researchers). The results indicate that internal and external factors that influence the development of the pangasius industry in the aquaculture were land ownership,
capital availability, availability of fisheries extension workers, high business interest, marketing access, support and policy from the government, and continuity of feed raw materials. Whereas in the processing include the location of processing units, the availability of raw materials, labor, marketing access, government support, and competition. SWOT analysis resulted in 8 alternative strategies for the aquaculture sector and 6 alternative strategies for processing sector. Based on AHP analysis, the main priorities for  the development of pangasius industry in Jambi Province were to strengthen assistance and guidance for farmers (aquaculture sector) and business development, diversification and product innovation (processing sector).



Keywords


ikan patin; industri; Provinsi Jambi

Full Text:

PDF

References


Cocon. (2018). Akuakultur dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Kencana Batu Pualam (KRP) Press. Jakarta.

Dedi, A.K. (2014). Prosfek Kelayakan dan Strategi Pengembangan Pembenihan Lele (Clarias sp.) di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. [TESIS]. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Program Studi Industri Kecil Menengah.

[DJPB] Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. (2017). Statistik Perikanan Budidaya 2016. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

[DKP] Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jambi. (2018). Buku Tahunan Perikanan dalam Angka Tahun 2017. Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jambi. Jambi.

Kangas, J., Pesonen, M., Kurttila, M., Kajanus, M. (2001). A’WOT: Integrating The AHP With SWOT Analysis. Proseedings-6th ISAHP 2001 Berne, Switzerland. Hlm 189-198.

Metrojambi. (2018). Terkendala Pemasaran, Sentra Patin Nasional Belum Terealisasi. Retrieved from https://metrojambi.com.

Murniyati, Suryaningrum, Fawzya. (2012). Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan 2012. “Industrialisasi Patin, Pindang & Fillet Ikan”. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. ISBN:978-602-19699-3-9.

Osuna, E.E., Aranda, A. (2007). Combining SWOT and AHP Techniques for Strategic Planning. ISAHP 2007. Vina del Mar, Chile, August 2-6,2007. Hlm 1-8.

Poernomo, A. (2013). Industri Patin : Efisiensi dan Focus ke Konsumen. Retrieved from Achpoer.blogspot.com/2013/02/patin.html.

Ramdhan, A. (2017). Strategi Penguatan Daya Saing Fillet Patin Indonesia. [TESIS]. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Program Studi Teknologi Hasil Perairan.

Sari, S.M. (2018). Impor Dari Vietnam Dihentikan, Produksi Ikan Patin Meningkat. Retrieved from http://m.bisnis.com/amp/read/20180411/99/783179/impor-dari-vietnam-dihentikan-produksi-ikan-patin-meningkat.

Sofia, L.A. (2011). Analisis Prospek Industri Pengolahan Kerupuk Ikan Patin “Intan Sari” di Martapura, Kabupaten Banjar. Jurnal Ilmu Perikanan. Volume 1 Nomor 2 Tahun 2011.

Trubus. (2018). Tren & Pasar Baru Fillet Patin. September 2018/XLIX. Hlm 18.

Wickramasinghe, V., Takano, S. (2009). Application of Combined SWOT and Analytic Hierarchy Process (AHP) for Tourism Revival Strategic Marketing Planning: A Case of Sri Lanka Tourism. Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, Volume 8, 2009.

Widodo, Akmal, Syafiudin. (2010). Budidaya Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) pada Lahan Marjinal di Kabupaten Pulau Pisang di Propinsi Kalimantan Tengah. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. hlm 49-60.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i2.8154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network