Keberlanjutan Ekonomi Rumah Tangga Pembudi Daya Ikan Kerapu di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

Tenny Apriliani, Achmad Zamroni, Lathifatul Rosyidah

Abstract


Ketimpangan sosial ekonomi yang masih terlihat dalam kehidupan masyarakat pesisir telah berkontribusi pada distribusi kemiskinan, sehingga perlu intervensi pemerintah pusat maupun daerah. Tujuan penelitian ini meliputi (1) mengidentifikasi karakteristik usaha rumah tangga (RT); (2) menganalisis indeks keberlanjutan rumah tangga; dan (3) menganalisis strategi keberlanjutan RT pembudi daya kerapu, khususnya di Kecamatan Gerokrak, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian dilakukan selama bulan Februari—Desember 2018 di Teluk Pegametan, Kabupaten Buleleng, Bali. Riset ini menggunakan pendekatan “Sustainable Livelihood Approach”. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan diinput dan dianalisis secara deskriptif, analisis finansial, serta penghitungan indeks keberlanjutan ekonomi rumah tangga “iKERT” kelautan dan perikanan yang terdiri dari lima indeks modal (alam, manusia, finansial, sosial, dan fisik). Hasil penelitian menunjukkan besarnya indeks keberlanjutan ekonomi rumah tangga untuk masing-masing modal adalah 75,49 (modal finansial); 59,23 (modal alam); 35,92 (modal fisik); 45,48 (modal manusia); dan 42,34 (modal sosial). Secara komposit, indeks modal alam, indeks modal sosial, indeks modal fisik cukup sesuai dengan keberlanjutan ekonomi rumah tangga kelautan perikanan. Ketiga indeks sudah mendekati nilai rata-rata dari sebaran indeks (50%) yang diasumsikan sebagai kondisi ideal untuk keberlanjutan ekonomi rumah tangga. Sementara itu, kebijakan maupun program yang terkait dengan indeks modal manusia, belum terlalu optimal untuk mendukung keberlanjutan ekonomi rumah tangga pembudi daya ikan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Title: Household Economy Sustainability of Grouper Farmers in Gerokgak Sub District, Buleleng Regency, Bali Province


The socio-economic disparity among coastal communities lead to the widespread distribution of poverty, hence, they need intervention from central government as well as local government. The purpose of this study consists of; 1) to identify the characteristics of household livelihood activity; (2) to analyse the index of household economic sustainability; and (3) to recommend the strategy for sustainable households’ economy. The study was conducted during February to December 2018 in Buleleng Regency (Pegametan Bay), Bali. The research used “Sustainable Livelihood Approach”. Data were collected from interviews, observation, and documentation. The data were analyzed using descriptive analysis, financial analysis, and index to calculate of the sustainability of fisheries households’ economy called “iKERT” based on five capitals, namely natural, human, financial, social, and physical. The result of the study indicates that the index of each indicator is 75,49 (financial capital); 59,23 (natural capital); 35,92 (physical capital); 45,48 (human capital); and 42,34 (social capital). As a composite manner, the natural capital index, social capital index, physical capital index, are quite appropriate with the household economic sustainability of fish farmers. These three indexes are approach to the average of the index distribution (50%) that is assumed an ideal condition for household economic sustainability. Meanwhile, the related policies and programs to the Human Capital Index have not reached to support the household economic sustainability of fish farmers in Gerokgak Sub District, Buleleng Regency, Bali.


Keywords


keberlanjutan ekonomi; model iKERT; pembudi daya ikan; rumah tangga perikanan; pendekatan penghidupan berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Adam, L. (2015). Telaah kebijakan perlindungan nelayan dan pembudi daya ikan di Indonesia. Kajian, 20(2), 145—162. https://doi.org/10.22212/kajian.v20i2.575

Ashley, C., & Carney, D. (1999). Sustainable livelihoods: Lessons from early experience. Department for International Development.

Asikin, Z. (2013). Perjanjian kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam penyediaan infrastruktur publik. Mimbar Hukum, 25(1), 55—67. https://journal.ugm.ac.id/jmh/article/view/16109/10655

Asravor, R. K. (2018) Livelihood diversification strategies to climate change among smallholder farmers in Northern Ghana. Journal of International Development, 30(8), 1318—1338. https://doi.org/10.1002/jid.3330

Badan Pusat Statistik Kabupaten Buleleng [BPS]. (2016). Kabupaten Buleleng dalam angka 2016. Badan Pusat Statistik. https://bulelengkab.bps.go.id/publication/2016/07/15/4402e1fbb8bd0af71d2e9276/kabupaten-buleleng-dalam-angka-2016.html

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan [BBRSEKP]. (2017). Laporan teknis: Analisis sosial ekonomi usaha budidaya ikan kerapu di Kabupaten Buleleng, Bali. Badan Riset dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan [BBRSEKP]. (2018). Laporan teknis: Model keberlanjutan ekonomi rumah tangga kelautan dan perikanan. Badan Riset dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berge, L., Bjorvatn, K., & Tungodden, B. (2015). Human and financial capital for microenterprise development: Evidence from a field and lab experiment. Management Science, 61(4), 707—722. http://www.jstor.org/stable/24550361

Camison, C., & Villar-Lopez, A. (2010). Effect of smes international experience on foreign intensity and economic performance: The mediating role of internatinally exploitable assets and competitive strategy. Journal of Small Business Management, 48(2), 116—151. http://dx.doi.org/10.1111/j.1540-627X.2010.00289.x

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. (2014). Statistik perikanan budidaya Indonesia 2013. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng. (2016). Laporan Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng.

El-Hamidi, F. (2011). How do women entrepreneurs perform? Empirical evidence from Egypt. AlmaLaurea Working Papers, (23), 1—23. http://www2.almalaurea.it/universita/pubblicazioni/wp/pdf/wp23.pdf

Farah, A., & Sari, E. P. (2014). Modal manusia dan produktivitas. Journal of Economic and Policy, 7(1), 22—28. http://dx.doi.org/10.15294/jejak.v7i2.3840

Fauzi, A., Suharjo, B., & Syamsun, M. (2016). Pengaruh sumber daya finansial, aset tidak berwujud dan keunggulan bersaing yang berimplikasi terhadap kinerja usaha mikro, kecil dan menengah di Lombok NTB. Jurnal Manajemen IKM, 11(2), 151—158. https://doi.org/10.29244/mikm.11.2.151-158

Gunawan, I. (2016). Pengantar statistika inferensial. Rajawali Pers.

Hanafi, A., Subandar, A. & Sunarto, K. (2005). Urgensi kajian lingkungan dan tata ruang kawasan

pesisir dalam mendukung pengembangan budi daya kerapu berkelanjutan. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Budi daya Pertanian, BPPT.

Hanifan, L. J. (1916). The rural school community center. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 67, 130—138. https://doi.org/10.1177/000271621606700118

Hurst, E., & Lusardi, A. (2004). Liquidity constraints, household wealth, and entrepreneurship. Journal of Political Economy, 112(2), 319—347. http://dx.doi.org/10.1086/381478

Massey, D. S., & Fischer, M. J. (2000). How segregation concentrates poverty. Ethnic and Racial Studies Journal, 23(4), 670—691. https://doi.org/10.1080/01419870050033676

Martin, S. M., Lorenzen, K.,& Bunnefeld, N. (2013). Fishing farmers: fishing, livelihood diversification and poverty in rural Laos. Human Ecology, 41, 737–747. https://doi.org/10.1007/s10745-013-9567-y

Maryaningsih, N., Hermansyah, O., & Savitri, M. (2014). Pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 17(1), 61—98. https://doi.org/10.21098/bemp.v17i1.44

Nababan, B. O., Sari, Y. D., & Hermawan, M. (2007). Analisis keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil di Kabupaten Tegal Jawa Tengah (teknik pendekatan rapfish). Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 2(2), 137—158. http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v2i2.5868

Ngadi. (2016). Diversifikasi mata pencaharian dan pendapatan rumah tangga di kawasan pesisir Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 11(2), 209—223. http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v11i2.3696

Prado, D. S., Seixas, C. S., & Berkes, F. (2015). Looking back and looking forward: Exploring livelihood change and resilience building in a Brazilian coastal community. Ocean and Coastal Management, 113, 29—37. http://dx.doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2015.05.018

Rosyidah, L., Zamroni, A., & Saptanto, S. (2019) Persepsi masyarakat terhadap usaha budidaya Karamba Jaring Apung (KJA) ikan kerapu di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 5(1), 29—37. http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i1.7642

Salim. (2016). My Fish My Life. Diandra Pustaka Indonesia.

Sangadji, S. S., & Suhardi. (2019). Strategi

pengembangan usaha budidaya kerapu di Kelurahan Djikocobo Kota Tidore Kepulauan. Jurnal Aksara Public, 3(4), 179—187. http://aksarapublic.com/index.php/home/article/view/361/364

Singarimbun, M., & Sofian, E. (2009). Metode penelitian survai. LP3ES.

Storey, D. J. (1994). Understanding the small business sector (1st ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315544335

Sulistiyanto, T. I. (2013). Identifikasi tingkat kerentanan petani di kawasan rawan genangan banjir melalui pendekatan sustainable livelihoods (Studi kasus: Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus) [Skripsi, Universitas Negeri Semarang]. UNNES Repository. https://lib.unnes.ac.id/19960/1/3250408008.pdf

Syahra, R. (2003) Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1—22. https://doi.org/10.14203/jmb.v5i1.256

United Nations Development Programme, Regional Centre for Latin America and the Caribbean [UNDP]. (2017). Guidance note: Application of the sustainable livelihoods framework in development projects. United Nations Development Programme. Undp.org. https://www.undp.org/content/dam/rblac/docs/Research%20and%20Publications/Poverty%20Reduction/UNDP_RBLAC_Livelihoods%20Guidance%20Note_EN-210July2017.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v7i1.8244

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network