PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDI DAYA NASIONAL: KINERJA DAN PERSPEKTIF PENINGKATAN EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS BERBASIS EKOSISTEM

Andy Artha Donny Oktopura, Akhmad Fauzi, Ketut Sugama, Heti Mulyati

Abstract


Peningkatan jumlah populasi penduduk yang diikuti dengan perlambatan ekonomi dan stagnasi stok dan volume produksi perikanan tangkap menjadi masalah dalam perekonomian nasional. Perikanan budi daya diharapkan menjadi salah satu alternatif penggerak perekonomian nasional di masa datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu dan permasalahan serta menganalisis kinerja pembangunan perikanan budi daya nasional berdasarkan tipologi ekosistem budi daya. Penelitian ini dilakukan di 17 provinsi yang memiliki kontribusi lebih dari lima puluh persen produksi nasional, yang didasarkan pada 3 (tiga) ekosistem, yaitu; air payau, air laut, dan air tawar. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisa efisiensi dan produktivitas adalah Data Envelopment Analysis (DEA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang bersumber dari forum grup diskusi dan data stastitik. Data luas lahan dan jumlah pembudi daya digunakan sebagai input sedangkan volume produksi dan indeks penerimaan pembudi daya ikan sebagai output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu dan permasalahan perikanan budi daya bersifat multi dimensi yang dipengaruhi oleh aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Hasil perhitungan nilai efisiensi dan nilai indek Malmquist menunjukkan bahwa masih terjadi inefisiensi pada pembangunan perikanan budi daya nasional, meskipun secara rata-rata terjadi peningkatan produktivitas relatif di masing-masing tipologi ekosistem, yaitu air laut, air payau, dan air tawar rata-rata sebesar 8%, 13%, dan 12%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja pembangunan perikanan budi daya nasional belum optimal selama tahun 2013 – 2017, tetapi berpotensi untuk ditingkatkan di masa datang apabila didukung dengan implementasi kebijakan yang memperkuat efisiensi manajemen sistem produksi dan pengembangan inovasi teknologi.


Keywords


kinerja pembangunan; DEA; efisiensi; indeks malmquist; perikanan budi daya; produktivitas

Full Text:

PDF

References


Aisya, L. K., Koeshendrajana, S., & Iqbal, M. (2005). Analisa Daya Saing Ekspor Produk Perikanan Indonesia: Pendekatan Model Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Constant Market Share Analysis (CMSA). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11(9): 97-104. doi: http://dx.doi.org/10.15578/jppi.11.9.2005.97-104

Alam, M. F. (2011). Measuring Technical, Allocative, and Cost Efficiency of Pangas (Pangasius hypophthalmus: Sauvage 1878) Fish Farmers of Bangladesh. Aquaculture Research, 42 (10), 1487–1500. doi: https://10.1111/j.1365-2109.2010.02741

Asche, F., Roll, K. H. & Tveteras, R. (2007). Productivity Growth in the Supply Chain-Another Source of Competitiveness for Aquaculture. Marine Resource Economics, 22, 329-334. https://core.ac.uk/download/pdf/7075793.pdf

[BPS] Badan Pusat Statistik. (2019). Data Statistik Indonesia 2018. diperoleh dari www.bps.go.id

Charnes, A., Cooper, W. W., & Rhodes, E. (1981). Evaluating program and managerial efficiency: an application of data envelopment analysis to program follow through. Management Science, 27(6), 668–697. doi: http://dx.doi.org/10.1287/mnsc.27.6.668

Coelli, T. J., Rao, D. S. P., O’Donnell, C. J., & Battese, G. E. (2005). An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis. 2nd Edition. New York. USA: Springer

Dahuri, R. (2018). Pembangunan ekonomi kelautan untuk peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi berkualitas secara berkelanjutan menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat. Paper pada Seminar Tantangan Kelautan Dalam Pencapaian SDGs di Bidang Kelautan. Bandung ID: Universitas Padjajaran

[FAO] Food and Agriculture Organization. (2016). The state of the world fisheries and aquaculture. Contributing to food security and nutrition for all. Rome. ITA: FAO

Fare, R., Grosskopf, S., Lindgren, B., & Roos, P. (1994). Productivity developments in Swedish hospitals: A malmquist output index approach. Data envelopment analysis: Theory, methodology, and applications. Dordrecht. NED: Spinger

Farrell, M. J. (1957). Measurement of productive efficiency. Journal of Royal Statistical Society, 120, 253-290. doi: https://doi.org/10.2307/2343100

Fauzi, A. (2010). Ekonomi Perikanan: Teori, Kebijakan, dan Pengelolaan. Jakarta. ID: PT. Gramedia Pustaka Utama

Hishamunda, N., Cai, J., & Leung, P. S. (2009). Commercial Aquaculture and Economic Growth, Poverty Allevation and Food Security. Rome, ITA: FAO

Hussain, A & Jones, M. (2018). An introduction to frontier analyst@4. Diperoleh dari www.banxia.com

Iliyasu, A., Mohamed, A. Z., Ismail, M. M., Abdullah, A. M., Kamarudin, S. M., & Mazuki, H. (2014). A review of production frontier research in aquaculture (2001–2011). Aquaculture Economics & Management, 18(3), 221-247. doi: https://10.1080/13657305.2014.926464

Iliyasu, A., Mohamed, Z. A., & Hashim, M. (2015). Productivity growth, technical change and efficiency change of the Malaysian cage fish farming: An application of Malmquist Productivity

Index approach. Aquaculture International, 23(4), 1013–1024. doi: https://10.1007/s10499.014.9860-9

Imamah, I. L., Hartoyo, S., Syaukat, Y., & Utami, K. P. (2013). Total faktor produktivitas usaha tambak terkait dengan polutan tambak di Kabupaten Karawang. Jurnal Agribisnis, 7(1), 35-58. doi: https://doi.org/10.15408/aj.v7i1.5169

Juarno, O., Oktaviani, R., Fauzi, A., & Nuryartono, N. (2011). Kinerja produktivitas dan faktor yang berpengaruh terhadap Total Factor Productivity (TFP) Tambak Udang di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(2), 149 – 168. doi: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v6i2.5770

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2005). Laporan hasil survei sosial ekonomi profil pelaku usaha pembudi dayan ikan. Jakarta. ID: DJPB. KKP

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2018a). Kelautan dan perikanan dalam angka Tahun 2012 – 2017. Jakarta, ID: Pusdatin. KKP

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2018b). Masterplan pembangunan perikanan budi daya 2020 - 2024. Jakarta, ID: DJPB KKP

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2018c). Laporan analisa dampak kegiatan prioritas. Jakarta, ID: DJPB KKP

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2019). Laporan kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2018. Jakarta, ID: KKP

Koeshendrajana, S., Suryawati, S. H., Saptanto, S., & Nasution, Z. (2004). Identifikasi indikator kinerja pengelolaan perikanan budidaya yang berrsifat lestari. Jurnal Penelitian Perikanan lndonesia, 10(7), 55-66. doi: http://dx.doi.org/10.15578/jppi.10.7.2004.55-66

Manjarrez, A. J., Soto, D., & Brummett, R. (2017). Aquaculture zoning, site selection and area management under ecosystem approach to aquaculture. Washington DC: FAO and World Bank Group

Mustapha, N. H. N, Azis, A. A, Hashim, N. M. H. (2013). Technical efficiency in aquaculture industry using Data Envelopment Analysis (DEA) window: Evidence from Malaysia. Journal of Sustainability Science and Management, 8(2), 137 – 149. doi:

http://jssm.umt.edu.my/files/2013/12/1W2.pdf

Ngoc, P. T. A., Gaitan-Cremaschi, D., Meuwissen, M. P. M., Le, T. C., Bosma, R. H., Verreth, J., & Lansink, A. O. (2018). Technical inefficiency of Vietnamese pangasius farming: A data envelopment analysis. Aquaculture Economics and Management, 22(2), 229–243. doi: https://10.1080/13657305.2017.1399296

Oktopura, A. A. D., Fauzi, A., Sugama, K., Mulyati, H. (2020). Determination of aquaculture priority commodities based on market competitiveness using multiple tool analysis. AACL Bioflux, 13(1), 439-449. doi: http://www.bioflux.com.ro/docs/2020.439-449.pdf

Ozbugday, F. C., Tirgil, A., & Kose, E. G., (2019). Efficiency changes in long-term care in OECD countries: A non-parametric Malmquist Index approach. Socio-Economic Planning Sciences, Elsevier, 70(C). doi: https://doi.org/10.1016/j.seps.2019.100733

Phillips, M., Henriksson, P. J. G., Tran, N., Chan, C. Y., Mohan, C. V., Rodriguez, U. P., Suri, S., Hall, S., & Koeshendrajana, S. (2016). Menjelajahi masa depan perikanan budi daya Indonesia. Penang,

MAS: World Fish Center

Rahman, M. T., Nielsen, R., Khan, M. A., Asmild, M. (2019). Efficiency and Production Environmental Heterogeneity in Aquaculture: A Meta-Frontier DEA Approach. Aquaculture, 509, 140–148. doi: https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2019.05.002

Rizal, A. (2013). Kinerja Sektor Perikanan Provinsi Banten. Jurnal Akuatika, 1, 21-34. doi: http://jurnal.unpad.ac.id/akuatika/article/view/2615

Rizal, A, Iskandar, Heti, H., & Lantun, P. D. (2018). Potret dan review strategi pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia. Bandung, ID: Unpad Press

Rusydiana, A. S. (2018). Indeks Malmquist untuk pengukuran efisiensi dan produktivitas bank syariah dI Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 26(1), 47 – 58. doi: https://doi.

org/10.14203/JEP.26.1.2018.47-58

Sharma, K. R. & Leung, P. S. (2000). Technical Efficiency of Carp Pond Culture in South Asia: An Application of A stochastic Meta-production Frontier Model. Aquaculture Economic Management, 4(3–4), 169–189. doi: https://doi.org/10.1080/13657300009380268

Suryana, A. A. H., Fauzi, A., Juanda, B., & Rustiadi E. (2014). Dinamika Interspatial Total Factor Productivity Usaha Perikanan Budi daya Air Tawar dan Implikasinya Terhadap Perekonomian Wilayah Jawa Barat. Jurnal Sosiohumaniora, 16(1), 89 – 94. doi: https://10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5688

Tacon, A. G. J. (2001). Increasing the Contribution of Aquaculture for Food Security and Poverty Alleviation. Technical Proceedings of the Conference on Aquaculture in the Third Millennium. Bangkok, 20 – 25 February 2000. Bangkok, THA: NACA and FAO

Tajerin & Noor, M. (2005). Analisis Efisiensi Teknis Usaha Budi daya Pembesaran Ikan Kerapu dalam Keramba Jaring Apung di Perairan Teluk Lampung: Produktivitas, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Implikasi Kebijakan Pengembangan Budi dayanya. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 10(1), 95 – 105. doi: https://doi.org/10.20885/vol10iss1aa608

Tajerin. (2007). Efisiensi teknis usaha budi daya udang di lahan tambak dengan teknologi intensifikasi pembudi dayaan ikan. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 14 (1), 1-11. doi: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jippi/issue/view/770

[USAID] United States Agency for International Development. (2006). A Pro-Poor Analysis of the Shrimp Sector in Bangladesh. Greater Access to Trade Expantsion (GATE) Project for the U.S.

Agency for International Development. Arlington, USA: USAID

Valderrama, D & Engle R.C. (2004). Farm Level Economic Effects of Viral Diseases on Honduran Shrimp Farms. Journal of Applied Aquaculture, 16(1-2), 1-26. doi: http://dx.doi.org/10.1300/

J028v16n01_01

Wardono, B., Fauzi, A., Fahrudin, A., & Purnomo, A. H. (2015). Total faktor produktivitas dan indeks instabilitas perikanan tangkap: Kasus di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Jurnal Sosial

Ekonomi Kelautan Perikanan, 10(1), 35 – 46. doi: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v10i1.1246

World Bank. (2007). Changing the Face of Water, the Promise and Challenge of Sustainable Aquaculture. Washington DC, USA: World Bank




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v6i1.8870

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network