Pemetaan Daya Saing Subsektor Perikanan Tangkap di Provinsi Jawa Barat

Asep Agus Handaka Suryana, Atikah Nurhayati, Lantun Paradhita Dewanti, Aulia Andhikawati, Regina Ramda Dewi

Abstract


Usaha perikanan tangkap memiliki peran penting dalam penyediaan ikan di Jawa Barat. Usaha perikanan tangkap di kabupaten/kota yang memiliki laut telah berkembang sesuai dengan potensi wilayah serta berbagai sumber daya yang mendukungnya. Tingkat daya saing akan mencerminkan perbedaan perkembangan usaha perikanan tangkap di masing-masing daerah. Daya saing perikanan tangkap dapat dijadikan tolak ukur perkembangan, pemetaan, dan perencaaan pembangunan daerah. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis daya saing subsektor perikanan tangkap antar kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan selama bulan Mei—September 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review untuk memetakan dan menganalisis daya saing perikanan tangkap sepuluh kabupaten dan satu kota di Provinsi Jawa Barat yang memiliki wilayah laut. Data primer berupa pendapat ahli (expert judgement) mengenai proporsi daya saing usaha perikanan tangkap. Data sekunder berupa data statistik perikanan tangkap dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. Analisis data yang dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kabupaten yang berdaya saing sangat tinggi adalah Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Keunggulan dari kedua kabupaten ini adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, produksi, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Sementara itu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya yang berada di wilayah selatan mempunyai tingkat daya saing rendah.

Title: Mapping the Competitiveness of Capture Fisheries Subsector in West Java Province

The capture fisheries have an essential role in providing fish in West Java. Fishing efforts in districts/cities that have the sea have developed following the region’s potential and various resources that support it. The level of competitiveness will reflect the difference in the development of fishing businesses in each area. Therefore, the competitiveness of fishing can be used as a benchmark for regional development, regional mapping, and regional development planning. This study aims to map and analyze the competitiveness of the inter-district fishing subsector in West Java Province. The survey was conducted during May—September 2019. The method used in this study is a literature review method to map and analyze the competitiveness of fisheries capture ten districts and one city in West Java Province that has a sea area. Primary data in the form of expert judgement on the proportion of competitiveness of fishing businesses. Secondary data in fishing statistics from the Marine and Fisheries Office of West Java Province. Data analysis was conducted using descriptive statistics. This study shows that the very competitive districts are Indramayu and Cirebon regencies. The advantages of these two districts are human resources, facilities and infrastructure, production, and application of science and technology. Meanwhile, the southern region’s Cianjur Regency, Garut Regency, and Tasikmalaya Regency have low competitiveness levels.


Keywords


daya saing; perikanan tangkap; pemetaan daerah; pembangunan; Jawa Barat

Full Text:

PDF

References


Abdullah, P., Alisjahbana, Armida, S., Effendi, N., & Boediono. (2002). Daya saing daerah, konsep dan pengukurannya di Indonesia (Edisi 1). BPFE.

Astrini, N. N. A. P. (2015). Analisis daya saing crude palm oil (CPO) Indonesia tahun 2001—2012. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 4(1), 12—20. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/view/10580

Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Statistik pelabuhan perikanan 2020. Badan Pusat Statistik.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat (DKP Provinsi Jawa Barat). (2017). Statistik perikanan tangkap Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat (DKP Provinsi Jawa Barat). (2009). Statistik perikanan tangkap Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Gumilang, A. P. (2019). Analisis daya saing sektor perikanan di Kabupaten Cirebon. Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Barakuda 45, 1(1), 1—7. https://doi.org/10.47685/barakuda45.v1i1.14

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2014). Statistik perikanan tangkap Indonesia 2013. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kim, M. (1985). Total factor productivity in bus transport. Journal of Transport Economic and Policy, 19(2), 173—182.

Kiranta, F., & Meydianawati, L. G. (2014). Analisis tingkat daya saing ekspor biji kakao Indonesia tahun 2007—2012. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 3(11), 502—512. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/view/9421

Nariyono, B., Daryanto, A., Firdaus, M., & Johar, S. (2018). Kontribusi rantai nilai terhadap peningkatan daya saing perikanan tuna di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 10(1), 11—23. http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.10.1.2018.11-23

Noviyanti, R., & Nuhasanah (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi nelayan di Teluk Banten: Menggunakan partial least-squarestructural equation modelling (PLS-SEM). Marine Fisheries (Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut), 10(1), 33—44. https://doi.org/10.29244/jmf.10.1.33-44

Nugraha, H. (2014). Model produktivitas dan penyerapan tenaga kerja perikanan tangkap di Pantai Untara Jawa Barat (Aplikasi persamaan simultan harga dan upah). Jurnal SMART, XI(1), 67—76.

O'Mahony, M., & Vecchi, M. (2002). Is there an ICT impact on TFP? A heterogeneous dynamic panel approach. Discussion Papers-National Institute.

Ondrej, M., & Jiri, H. (2012). Total factor productivity approach in competitive and regulated world. International Conference on Asia Pacific Business Innovation and Technology Management. Procedia-Social and Behavioral Sciences 57, 223—230.

Onu, L. (2014). Efisiensi biaya produksi dan daya saing komoditi perikanan laut di pasar lokal dan pasar ekspor. Jurnal Bisnis Perikanan, 1(1), 39—50.

Pavlina, P. (2015). The factors influencing satisfaction with public city transport: A structural equation modelling approach. Journal of Competitiveness, 7(4), 18—32. http://dx.doi.org/10.7441/joc.2015.04.02

Porter, M. E. (1998). Cluster and the new economic of competition. Harvard Bussiness Review, 1—77.

Pusat Data Statistik dan Informasi KKP. (2013). Kelautan dan perikanan dalam angka 2013. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ratnasari, E. D. (2014). Sector analysis and determination of GDP forming leading sector in District Kebumen. Jurnal Fokus Bisnis, 13(1), 1—29.

Rustiadi, E., S. Saefulhakim, & Panuju, D. R. (2009). Perencanaan dan pengembangan wilayah. Cresspent Press dan Yayasan Obor Indonesia.

Sumihardjo, T. (2008). Daya saing berbasis potensi daerah. Puskomedia

Sutisna, D. H. (2007). Model pengembangan perikanan tangkap di pantai selatan Jawa Barat [Disertasi,Institut Pertanian Bogor].

Sutisna, N. (2006). Enam tolok ukur pembangunan berkelanjutan. Regional Institute.

Triyanti, R. & M. Firdaus. (2016). Tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil dengan pendekatan penghidupan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 11(1), 29—43. http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v11i1.3170

Tumengkol, W., Sutomo, P., & Debby, R. (2015). Kinerja dan daya saing ekspor hasil perikanan laut Kota Bitung. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 15(1), 1—16.

Wardono, B. (2015). Model pengembangan perikanan tangkap skala kecil untuk mendukung perekonomian wilayah [Thesis, Institut Pertanian Bogor].

Yogi, P., & Aritenang, A. (2018). Pengantar ekonomika wilayah: Pendekatan analisis praktis. ITB Press.

Yulistyo. (2011). Kelautan dan perikanan dalam angka. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Yustika, A. E. (2012). Ekonomi kelembagaan paradigma, teori dan kebijakan. Erlangga.

Zakya, K. (2017). Strategi pengembangan perikanan di Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(2), 1—11




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v7i2.8881

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network