STATUS BIO-EKONOMI SUMBERDAYA UDANG DI KABUPATEN CILACAP

Triono Probo Pangesti, Eko Sri Wiyono, Mulyono S. Baskoro, Tri Wiji Nurani, Budy Wiryawan

Abstract


Cilacap adalah salah satu sentra perikanan di Indonesia dengan salah satu produk utamanya adalah udang dan alat tangkap utama yang digunakan adalah trammel net. Penelitian ini bertujuan untuk menduga status tingkat pemanfaatan stok sumberdaya udang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dan studi pustaka. Analisis data melalui pendekatan model bioekonomi Gordon- Schaefer. Pemanfaatan stok udang pada tahun 2003-2011 berada di bawah kondisi tingkat kelestarian sumberdaya, sedangkan tahun 2012-2013 telah melampaui tingkat kelestarian sumberdaya. Hasil tangkapan tahun 2011 masih di bawah kondisi tingkat kelestarian sumberdaya, namun telah melampaui jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pemanfaatan sumberdaya udang terkini sudah overfishing baik secara biologi maupun ekonomi. Jika hal ini terus dibiarkan maka berpotensi merusak kelestarian sumberdaya udang dan mengancam keberlanjutan usaha perikanan tangkap udang yang menjadi mata pencaharian nelayan. Untuk itu diperlukan pengelolaan yang mengatur tingkat pemanfaatan sumberdaya udang sehingga sumberdaya udang tetap lestari dan usaha perikanan udang tetap menguntungkan nelayan.

 

(Bio-economic Status of Shrimp Resources in Cilacap District)

Cilacap is one of Indonesian fisheries centre with shrimp as one of its main commodity with trammel net as the main fishing gear that used in the site. The objective of this study was estimating the status of shrimp fisheries in the area. Survei and literature study were used to collect data, while Gordon- Schaefer bioeconomic model was used to analyze them. Results indicated that shrimp yield in 2003-2011 was still under sustainable level; however in 2012-2013 had already exceeded it. Total production in 2011 was also still under sustainable yield but had exceeded its Total Allowable Catch (TAC). Furthermore, it was also indicated that the current status of shrimp fisheries had been overfishing both biologically and economically. This situation could not only potentially undermine shrimp fisheries sustainability but also threaten shrimp business sustainability as fishers’ livelihood if it continued. Therefore, fisheries management which manage the shrimp yield level was needed to not only keep shrimp resources sustained but also profitable for fishers.


Keywords


Cilacap; udang; trammel net; analisis bioekonomi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v10i2.1256

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network