STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI KEPULAUAN BANDA NEIRA, KABUPATEN MALUKU TENGAH

Adil M Firdaus, Julham MS. Pelupessy, Jimmi RP. Tampubolon

Abstract


Pendekatan sosial ekonomi sangat diperlukan dalam menyusun strategi penyelesaian masalah
masyarakat pesisir. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan sosial ekonomi di Kepulauan
Banda Neira. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan, dan studi literatur.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosial ekonomi dengan analisis deskriptif,
SWOT, dan AHP. Hasil kajian menunjukkan ada tiga prioritas masalah masyarakat Banda Neira yaitu
fasilitas kebersihan, pendapatan masyarakat khususnya nelayan masih rendah, dan ketersediaan
air tawar. Strategi penyelesaian masalah dapat dilakukan melalui upaya meningkatkan modal sosial
ekonomi dengan cara memperkuat kelembagaan (kelompok masyarakat dan nelayan) dan kearifan
lokal, kelestarian lingkungan dan budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Title: Socio-Economic Problem Solving Strategies of Coastal Community

Socio-economic approach is indispensable in developing problem-solving strategies of the coastal
communities. This study aims to assess socio-economic problems in Banda Neira Islands. Data were
collected by interview, observation, and literature studies. Data was analyzed using socio-economic
approach with descriptive analysis, SWOT and AHP. Results showed, there are three priorities Banda
Neira communities issues namely sanitary facilities, community income is still low especially the fishers,
and availability of fresh water. Strategies for eliminating problems can be done through increasing
the socio-economic capital by strengthening the institutions (community and fishers groups) and local
wisdom, environmental and culture sustainability, and community empowerment.


Keywords


penyelesaian masalah; masyarakat pesisir; Banda Neira

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v11i1.3172

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network