DAMPAK HAMBATAN NON-TARIF TERHADAP KINERJA MAKROEKONOMI DARI SEKTOR PERIKANAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL GTAP

Subhechanis Saptanto, Rikrik Rahadian, Tajerin Tajerin

Abstract


Aktivitas perdagangan internasional selain dapat memberikan manfaat juga dapat memberi
hambatan. Salah satu hambatan yang muncul adalah hambatan non tarif. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak hambatan non tarif terhadap sektor perikanan dengan menggunakan pendekatan
model GTAP. Data sekunder yaitu data GTAP (Global Trade Analysis Project) digunakan dalam kajian
ini. Data GTAP versi 9 yang terdiri dari 140 negara dan 57 sektor dikeluarkan oleh Purdue University,
Amerika Serikat. Penelitian dilakukan di Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan pada
bulan Januari hingga Desember 2016. Metode analisis menggunakan runGTAP dengan 4 skenario
yakni : (a) Skenario 1; Indonesia tetap bertahan dengan Non Tariff yang sudah ditetapkan oleh
negara mitra; (b) Skenario 2; Negara mitra mengurangi Non Tariff sebesar 50% dari kondisi yang ada;
(c) Skenario 3; Indonesia tetap bertahan dengan Non Tariff yang sudah ditetapkan oleh negara mitra dan
pemerintah melakukan intervensi (peningkatan efisiensi dan produktivitas), dan; (d) Skenario 4; Negara
mitra mengurangi Non Tariff sebesar 50% dari kondisi yang ada dan pemerintah melakukan intervensi
(peningkatan efisiensi dan produktivitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan hambatan non
tarif dan intervensi kebijakan sangat berpengaruh baik secara makro maupun sektoral. Secara makro
berpengaruh terhadap kesejahteraan, PDB, neraca perdagangan, nilai tukar (terms of trade), indeks
harga konsumen dan konsumsi. Sedangkan secara sektoral berpengaruh terhadap jumlah output, harga
output, jumlah ekspor, harga ekspor, jumlah impor, harga impor dan neraca perdagangan komoditas.
Pada umumnya simulasi 3 yakni pengurangan NTB sampai 100% dan adanya intervensi pemerintah
memberikan efek paling besar dan merupakan pilihan simulasi paling terbaik dibandingkan dengan yang
lain. Secara sektoral simulasi 3 memberikan efek pada jumlah output komoditas tuna dan udang dengan
pertumbuhan sebesar 2,14% dan 0,91%; dampak positif harga sebesar 16,4% dan 5,67%; peningkatan
volume ekspor sebesar 47,78% dan 82,77%.

Title: Impact of Non-Tariff Barriers of Macroeconomics Performance of Fisheries Sector Using Gtap Model Approach

International trade activities may provide benefits and trade barriers. One of the obstacles in
trade is non-tariff barriers. This study aimed to analyze the impact of non-tariff barriers on the fisheries
sector by using the GTAP model approach. The study using Secondary data of GTAP (Global Trade
Analysis Project). GTAP data version 9 consist of 140 countries and 57 sectors were published by
Purdue University, United States. The research was conducted at Social Economic Research Center
of Marine and Fishery on January to December 2016. The analysis using four scenarios of runGTAP
namely: (a) first scenario, Indonesia has already persisted of Non Tariff by setting of partner countries; (b)
second scenario, partner countries reduce Non-Tariff was 50% of existing conditions; (c) third scenario,
Indonesia persisted of Non-Tariffs by setting partner countries and government doing interventions such
as increasing of efficiency and productivity, and; (d) forth scenario, partner countries reduce Non-Tariff
were 50% of existing conditions and government doing interventions such as increasing of efficiency and
productivity. The result showed that decreasing of non-tariff barriers and policy interventions effected the
both of macro and sectoral conditions significantly. The macro effected on welfare, GDP, Trade Balance, 

Terms of Trade, Consumer Price Index and Consumption. The sectoral effected the amount of output,
output price, export amount, export price, import volume, import price and commodity trade balance. In
general, third simulation were reduction of NTB up to 100% and intervention of government, gaved the
greatest effected to the performance of macro and sectoral conditions and this scenario was the best
simulation compared to the others. By sectoral, third simulation effected the amount of output of tuna
and shrimp commodity with the growth was 2,14% and 0,91%, positive impact of price was 16.4% and
5.67%; increasing of export volume was 47.78% and 82.77%.



Keywords


non tarif; model GTAP; sektor perikanan; makroekonomi; sektor ekonomi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v12i1.6302

Copyright of Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 

p-ISSN : 2088-8449
e-ISSN : 2527-4805