ANALISIS RESIKO PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHA BUDI DAYA TAMBAK UDANG WINDU DI KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Andi Indra Jaya Asaad, Ruzkiah Asaf, Admi Athirah, Erna Ratnawati

Abstract



Komoditas udang Windu di Kabupaten Kotabaru hanya sebagai komoditas primer sehingga nilai tambah yang dimiliki belum dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui resiko produksi; (2) untuk mengetahui analisis pendapatan usaha petambak budi daya udang windu, dan; (3) untuk mengetahui resiko pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan selatan. Jumlah responden sebanyak
32 orang secara acak. Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan budi daya udang yang diperoleh setiap musim tanam sebesar Rp.11.031.970/Ha/musim tanam, dengan pay back periode sebesar 7,24. Analisis resiko produksi menunjukkan bahwa koefisien variansi produksi sebesar 0,444 dengan batas bawah sebesar 32.225 Kg. Sedangkan analisis resiko pendapatan menunjukkan koefisien variansi sebesar 0,427 dengan batas bawah sebesar 2.868.491/Ha/musim tanam. Dari hasil tersebut menjelaskan bahwa petambak udang tidak mengalami resiko terhadap produksi dikarenakan kecilnya resiko produksi dan tingginya harga udang windu.

Title: Risk Analysis of Production and Revenue on Black Tiger Shrimp Farming in Kotabaru District, South Kalimantan Province

Black tiger shrimp commodity in Kotabaru District is a primary commodity which added value has not been optimized for community welfare. The research aims to (1) identify the risks of the production, (2) analyze the revenue of tiger shrimp farmers and (3) identify the income risk. This research was conducted in Kotabaru District with 32 respondents at random. The data were analyzed with qualitative and quantitative method. Results showed that the profit of the shrimp farming on each planting season was IDR11.031.970 million / ha / season, with a payback period of 7.24. Production risk analysis showed that the coefficient of variance in production was 0.444 with a lower limit of 32,225 kg. The revenue risk analysis showed coefficient of variance of 0.427 with a lower limit of 2,868.491 / ha / season. These results suggest that shrimp farmers do not suffer from production risk due to small production risks and high prices of black tiger shrimps. 


Keywords


budi daya udang windu; resiko produksi; resiko pendapatan; pendapatan usaha budi daya

Full Text:

PDF

References


Alikodra, H, S. (2005). Konsep Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Makalah disampaikan pada Pelatihan ICZPM- Angkatan III/2005 Prov. NTB.

Anonim. (2008). Ribuan Hektare Tambak Udang Kotabaru Ditelantarkan. Retrieved from https:// www.merdeka.com/uang/ribuan-hektare-tambakudang-kota-baru-ditelantarkan.

Arifin. (2013). Resiko Produksi dan Pendapatan Kepemilikan Lahan Daerah Sentra Produksi Padi di Kabupaten Pinrang. Jurnal Vegeta 7 (1): 1-14. Retrieved from https://www.researchgate.net/ publication/324817508.

Beattie, B.R & C.R. Taylor. (1996). Ekonomi Produksi. Yogyakarta: UGM Press.

Cahyono, B. (2008). Tomat; Usahatani dan Penanganan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.

Chen, T.T. (2000). Aquaculture Biotechnology and Fish Disease. In: Hardjito, L. (Ed). International Symposium on Marine Biotechnology. Jakarta: Center for Coastal and Marine Resources Studies, IPB.

Harwood, J., Heifner, R., Coble, K., Perry, J., & Somwaru, A. (1999). Market and Trade Economics Division and Resource Economics Division, Economic Research Service, U.S. Department of

Agriculture. Agricultural Economic Report No. 774. Retrieved from https://www.ctahr.hawaii. edu/agrisk/pdfs/gnrlRMA/Managing%20RiskIn Farming.pdf

Hasan, I. (2002). Pokok – pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Heriani, N., W.A. Zakaria, & A. Soelaiman. (2013). Analisis Keuntungan dan Resiko Usahatani Tomat di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Jurnal IIA. 1 (2): 169-173. doi: 10.23960/jiia.v1i2.

Ihsanudin. (2010). Resiko Usahatani Tembakau di Kabupaten Magelang. Jurnal Embryo. 7 (1): 21-28.

Imelda. (2012). Analisis Resiko Pada Usaha Penangkapan Kepiting Bakau Di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 1 (1): 75-95.

Kasmir & Jakfar. (2007). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Edisi 2. Kencana.

Kadarsan, H.W. (1995). Keuangan Pertanian dan Pembiayaan Perusahaan Agribisnis. Jakarta: Cetakan Kedua. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Knight, F.H. (1921). Risk, Uncertainty and Profit. Boston (US): Houghton Mifflin.

Lamusa A. (2010). Resiko Usahatani Padi Sawah Rumah Tangga di Daerah Impenso Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Agroland. 17(3):226-232.

Mubyarto. (1989). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.

Nasi, L., Prayitno, & S.B, Sarjito. (2007). Kajian bakteri penyebab vibriosis pada udang secara biomolekuler. Jurnal Management sumberdaya pantai. 3(1):1-22

Razi, F. (2012). Potensi Perikanan Kabupaten Kotabaru. Retrieved from http://komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com/2012/06/potensi-perikanan-kabupaten-kotabaru.

Saragih, N.S. (2015). Analisis Resiko Produksi Dan Pendapatan Budi daya Tambak Udang Rakyat Di Kelurahan Labuhan

Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Jurnal Agrisep. 14 (1):

– 52.

Suratiyah, K. (2009). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya. Umar, H. (2005). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v14i2.6836

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network