PERAN SEKTOR PERIKANAN PADA WILAYAH PESISIR PERBATASAN KALIMANTAN BARAT

Maulana Firdaus, Rikrik Rahadian

Abstract


ABSTRAK
Pembangunan wilayah pesisir perbatasan menjadi sebuah tantangan besar karena selalu identik dengan ketertinggalan. Sektor perikanan dianggap telah teruji dan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor perikanan di wilayah perbatasan (Kalimantan Barat) Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Sambas. Pendekatan kebutuhan minimum dan analisis ”location quotient” digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor perikanan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat memiliki peranan yang besar. Besarnya peranan sektor perikanan ditunjukkan dengan nilai basis multiplier dari sektor perikanan sebesar
1,09 dan nilai LQ sebesar 3,18. Pengembangan sektor perikanan di wilayah perbatasan memerlukan dukungan arah kebijakan dan infrastruktur sehingga sektor perikanan dapat menjadi sektor unggulan
dan penggerak pertumbuhan.

The Role of Fisheres Sector in the Coastal Border Areas of West Borneo

ABSTRACT
Development of coastal border areas becomes a great challenge since it is identically the same with backwardness. Fisheries sector is considered capable to be the engine of economic growth. This study aims to identify the role of the fisheries sector in the border areas (West Borneo) of Indonesia particularly in Sambas district. The Minimum Requirement Approach (MRA) and Location Quotient (LQ) were used in this study. The analysis shows that fisheries sector in West Borneo border areas has a
significant role. It is indicated by the value of multiplier basis of the fishery sector in Sambas district of 1.09 and LQ of 3,18. Government policies and infrastructures are required to develop fisheries sector in  the border areas in order to create a leading sector and economic trigger.


Keywords


Kalimantan Barat; sektor perikanan; wilayah perbatasan; ekonomi wilayah; MRA; LQ

Full Text:

PDF

References


[Bappenas] Badan Perencanaan Nasional. (2014) Pembangunan Kelautan Dalam RPJMN 2015-2019. Rapat Koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tema : RKP 2015 dan RPJMN 2015-2019. Jakarta.

[BPS] Badan Pusat Statistik (2015). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Barat 2010 -2014. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

[DJPR] Direktorat Jenderal Penataan Ruang. 2002. Strategi dan konsepsi pengembangan kawasan perbatasan negara. Bahan rapat kebijakan dan program pengembangan dan pengelolaan wilayah perbatasan. Bappenas. 8 Agustus 2002. Direktorat Jenderal Penataan Ruang. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta.

[LIPI] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2003). Workshop Pembangunan Daerah Perbatasan Indonesia. http://lipi.go.id/berita/workshop-pembangunan-daerahperbatasan-indonesia/186 diakses pada 22 desember 2016).

Agnarson, S & R. Arnason (2007). The Role of the Fishing Industry in the Icelandic Economy. In. T. Bjorndal., D.V. Gordon. R. Arnason and U.R Sumaila (Eds) Advances in Fisheries Economics. Blackwell Publishing.

Amalia, F (2012). Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Wilayah Kabupaten Bone Bolango dengan Pendekatan Sektor Pembentuk PDRB. Jurnal Etikonomi 11(2):196 – 207. Apdillah, D. ( 2006). Pengelolaan pulau-pulau kecil terluar di perbatasan Indonesia-Malaysia (studi kasus Pulau Karimun Kecil. Kepulauan Riau). Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Charles,AT. (2001). Sustainable fishery sistems. United Kingdom : Blackwell Science.

Dahuri R, J Rais, SP Ginting & MJ Sitepu (2001). Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta (ID) : PT. Pradnya Paramita.

Dahuri, R. (2002). Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor : IPB Press.

Dharmasaputra, R. (2009). Manajemen dan Reformasi Sektor Keamanan. Jakrta. IDSPS Press.

Fauzi, A. (2010). Ekonomi Perikanan. Teori, Kebijakan dan Pengelolaan. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama.

Kadariah, (1998). Ekonomi Perencanaan. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia.

Kamaluddin, R. (2003). Ekonomi Transportasi Karakteristik, Teori dan Kebijakan. Jakarta : Penerbit Ghalia Indonesia.

Nurkamil , Y. (2015). Peran Sektor Perikanan Dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Cianjur. Tesis. Institut

Pertanian Bogor. Bogor.

Pangabean, MA. (2013). Studi Peran Subsektor Perikanan dalam Pengembangan Wilayah di Kota Sibolga. Tesis. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Robinson, T. (2014). Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi. Jakarta : Bumi Aksara.

Rustiadi, E., Sunsun, S. H., & Dyah, R. P. (2011). Perencanaan dan pengembangan wilayah. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Stake, R.E. (2005). Case Study Methods in Educational Research: Seeking Sweet Water. In R. M. Jaeger (Ed.) Complementary methods for research in education 2nd Edition (pp, 401414). American Educational Research Association: Washington, DC.

Starke, JG. (2007). Pengantar Hukum Internasional. Jakarta : PT. Sinar Grafika.

Susanto. (2011). Peranan Sektor Perikanan dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Belitung. Tesis. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Tarigan, R. (2005a). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta(ID) : PT. Bumi Aksara.

Tarigan, R. (2005b). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta (ID): PT. Bumi Aksara.

Todaro ,M P. (2000). Ekonomi Pembangunan . Jakarta (ID) : Erlangga.

Wiranto, T. (2004). Pembangunan Wilayah Pesisir dan Laut Dalam Rangka Pembangunan Perekonomian Daerah. Makalah disampaikan pada Sosialisasi Nasional Program MFCDP, 22 September 2004. Bappenas. Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v13i1.6843

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network