PEMAHAMAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR LAUT ARAFURA KABUPATEN MERAUKE

Maria Diana Widiastuti, Novel Ruata, Taslim Arifin

Abstract


ABSTRAK
Ekosistem Mangrove mengalami tekanan dan penurunan jasa lingkungan diduga karena abrasi dan fenomena alam serta aktivitas masyarakat seperti penggalian pasir di pesisir pantai. Pemerintah telah melakukan upaya konservasi Mangrove dengan cara penanaman kembali, namun belum berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat pesisir tentang Mangrove dan tingkat partisipasinya dalam pengelolaan ekosistem Mangrove dan perencanaan program rehabilitasi
ekosistem Mangrove. Metode pengumpulan data menggunakan instrument pertanyaan berupa angket, observasi dan wawancara secara bersamaan dengan pola terstruktur baik dalam bentuk pertanyaan
terbuka dan tertutup dan dianalisis secara deskriptif tabulatif. Penentuan sampel menggunakan sistem kuota dan pemilihan responden menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menyatakan
85 persen masyarakat pesisir paham terhadap pentingnya Mangrove bagi kehidupan mereka. Mereka paham bahwa Mangrove sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir dan pelindung pantai
dari ombak dan abrasi. Mereka juga mengatakan bahwa Mangrove saat ini dalam keadaan kurang baik (53%). Mereka mengaku terlibat aktif dalam kegiatan program penanaman Mangrove (43%) namun bukan atas inisiatif sendiri. Kegiatan pelestarian Mangrove perlu melibatkan masyarakat setempat dalam bentuk pelatihan, penyuluhan atau pengawasan.

Title: Community Understanding and Participation to Mangrove Ecosystem Management in the Coastal Area of Arafura Sea, Merauke Districts

ABSTRACT
Ecosystem Mangrove had underpressure and decreasing environmental services because of abration as natural phenomena, and unsuistainable community activities such as sand mining. The Government has made the conservation of Mangrove by replanting, but has not succeeded. This study aims to determine community knowledge and participation in management ecosystem Mangrove for rehabilitation. The collecting datamethod use a questionnaire instrument, observations and interviews
simultaneously with open and closed questions and analyzed in descriptive tabulative. The sample size using the quota method and the selection of respondents used the simple random sampling. The result
showed that 85 percent of coastal communities understand the importance of Mangrove for their lives. They understand that Mangrove as a source of livelihood of coastal communities and coastal protection
from waves and abrasion. They also said that the Mangrove is currently in a state of poor (53 %). They claimed active involved in Mangrove planting program (43 %), but not on their own initiative. The Mangrove conservation activities should be involvedby local community in such training, counseling or supervision.


Keywords


pengetahuan masyarakat; ekosistem mangrove; Pesisir Laut Arafura

Full Text:

PDF

References


Arisandi, H. S. 2014. Eksternalitas Penambangan Pasir Pantai Secara Tradisonial Terhadap Ekosistem Mangrove dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kabupaten Merauke. Manajemen Perikanan dan Kelautan, Vol 1 (1): 1-10.

Astirin, O.P. 2000. Permasalahan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Indonesia. BIODIVERSITAS, Vol1 (1): 36-40.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke. 2014. Merauke Dalam Angka . Merauke: BPS.

[BAPESDALH] Badan Perencanaan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Provinsi Papua. 2012. Buku I Menuju Indonesia Hijau Propinsi Papua. Jayapura: Bappeda Propinsi Papua.

Bengen, D. 2002. Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bogor: PKSPL - IPB.

Budiaji, W. 2013. Skala Pengukuran dan Jumlah Respon Skala Likert. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan. Vol 2(2): 127-133.

Diarto, Hendrarto. dan Suryoko. 2012. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Kawasan Hutan Mangrove Tugurejo di Kota Semarang. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol 10 Issue 1:1-7.

Fitria, E. 2015. Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pemanfaatan Tumbuhan Mangrove Sebagai Pangan Alternatif untuk Menghadapi Ketahanan Pangan. Scientiae Educatia. Vol5 (2): 1 – 14.

Gumilar, I. 2012. Partisipasi masyarakat Pesisir dalam Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove Berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Akuatika Vol 3(2): 198-211.

Jumaedi, S. 2016. Nilai Manfaat Hutan Mangrove dan Faktor-Faktor Penyebab Konversi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) Menjadi Tambak di Wilayah Pesisir Kota Singkawang Kalimantan Barat. Sosiohumaniora, Vol18 (3): 227 – 234.

Madiama, S., C. Muryani dan S. Santoso. 2016. Kajian Perubahan Luas dan Pemanfaatan Serta Persepsi Masyarakat Terhadap Pelestarian Hutan MangrovediKecamatan Teluk Ambon Baguala. Jurnal Geo Eco Vol 2 (2): 170-183.

Nurrani, L., Bismark, M., Tabba, S. 2015. Partisipasi Lembaga dan Masyarakat dalam Konservasi Mangrove (Studi Kasus di desa Tiwoho Propinsi Sulawesi Utara). Jurnal WASIAN Vol. 2 No. 1 Tahun 2015: 21-32.

Rachmawati, I.N. 2007. Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol11 (1): 35-40.

Raharjo, P, D. Setiady, S. Zallesa dan E. Putri. 2015. Identifikasi Kerusakan Pesisir Akibat Konversi Hutan Bakau (Mangrove) Menjadi Lahan Tambak di Kawasan Pesisir Kabupaten Cirebon. Jurnal Geologi Kelautan. Vol13 (1): 9-24.

Ratini, B. S. dan T. Budiarti. 2016. Perencanaan Konservasi Ekosistem Mangrove Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol07 (2): 108-114.

Robinson, J.P., 2000. Phases of the Qualitative Research Interview with Institutionalized Elderly Individuals. Journal of Gerontological Nursing. Vol 26(11); 1-17.

Safitri, N.H., T. Hidayat, R. Yunita, dan E. D. Pujawati. 2012. Partisipasi Masyarakat Pesisir Terhadap Kelestarian Hutan Mangrove (Studi Kasus Di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut). Enviro Scienteae. Vol 8: 154-163.

Sugiyono. 2014. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Swaminathan. M S. 1983. The Miracle of Rice. The Courier. (December 1984): 4-8.

Wattage, P. 2011. Valuation of Ecosystem Services in Coastal Ecosystems: Asian and European Perspectives. United Nation Enviromental Program, Ecosystem Services Economics. Nairobi: UNON.

World Wild Fund [WWF]. 2011. Annual Report. Merauke: WWF Region Sahul Papua.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v13i1.6853

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network