PENGELOLAAN PERIKANAN DEMERSAL DI LAUT ARAFURA: PENDEKATAN BIOEKONOMI

Yesi Dewita Sari, Yusman Syaukat, Tridoyo Kusumastanto, Sri Hartoyo

Abstract


ABSTRAK
Laut Arafura merupakan salah satu perairan yang penting, sebesar 21% potensi ikan Indonesia terdapat di perairan Arafura yaitu 2,64 juta ton per tahun. Pemanfaatan sumber daya ikan demersal terutama udang di Laut Arafura telah dilakukan semenjak tahun 1970an oleh perusahaan dengan sistem joint venture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimal pengelolaan sumber daya ikan demersal di Laut Arafura dan perubahan rente ekonomi setelah adanya kebijakan moratorium kapal asing di Indonesia yaitu pelarangan penggunaan kapal pukat dan kapal asing. Penelitian ini menggunakan data sekunder runtun waktu yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pusat
Statistik serta hasil-hasil penelitian yang relevan. Metode analisis data menggunakan model bioekonomi perikanan dengan model surplus produksi Walters dan Hilborn. Analisis kebijakan ekonomi meliputi
jumlah alat tangkap, jumlah investasi dan rente ekonomi maksimum. Jumlah produksi tertinggi terjadi ketika pengelolaan pada kondisi maksimum secara biologi; sedangkan jumlah alat tangkap tertinggi
yang diperbolehkan ketika pengelolaan pada kondisi open akses menggunakan alat tangkap pancing rawai dasar, serta rente ekonomi tertinggi diperoleh ketika pengelolaan pada kondisi maksimum secara ekonomi menggunakan pancing rawai dasar. Kebijakan pemerintah terkait moratorium kapal perikanan asing, memberikan kesempatan lebih banyak untuk kapal perikanan Indonesia dalam melakukan
penangkapan ikan demersal di WPP 718. Jumlah kapal perikanan dengan menggunakan alat tangkap pancing rawai dasar dapat dikembangkan sampai 4 ribuan unit untuk memanfaatkan ikan demersal yang
optimal secara ekonomi, sehingga rente ekonomi maksimum dapat diperoleh sebesar 3,40 trilyun rupiah per tahun.

Title: Management of Demersal Fishery in the Arafura Sea: A Bio-Economic Approach

ABSTRACT
Arafura sea is one of important fishing ground in Indonesia, contributing 21% of fisheries at about 2,64 million ton/year. Arafura’s demersal fishery has been exploited since 1970 by joint venture system.  This study aims to determine the optimum level of demersal fish management in Arafura Sea as well as the fluctuations of economic rent after the foreign fishing vessel moratorium in Indonesia. The study
collected time series data from 2001-2014 from Ministry of Marine and Fisheries, Statistics Indonesia and relevant researches. The data were analyzed using bioeconomic model, particularly Walters and Hilborn Model. Analysis of economic policy includes fishing gears, investments and maximum economic rents. The results show that the maximum production occurs when fisheries management is on maximum yield. The highest number of permitted fishing gear is reached when the management is on open access condition using the set longline, while the maximum economic rents are obtained when the management
is on maximum economic yield using the set long line. Foreign fishing vessel moratorium gives more  opportunity to Indonesian vessels to catch more demersal fish in WPP 718. The number of total optimum
fishing vessel could be increased up to 4 thousand units in WPP 718 for demersal fishery in order reach optimum economic rent of 3.40 trillion rupiah per year.


Keywords


perikanan demersal; bioekonomi; Walters dan Hilborn; Laut Arafura

Full Text:

PDF

References


Anderson, L.G. 1985. Potential Economic Benefits From Gear Restriction And License Limitation In Fisheries Regulation. Land Economics.

Asano, A, K. Neill, And S. Yamazaki. 2016. Decomposing Fishing Effort: Modelling The Sources Of Inefficiency In A Limited Entry Fishery. (Discussion Paper). The University Of Western Australia.

Brule, T, C.M. Teresa, P.D. Esperanza And D. Christian. 2018. Biology, Exploitation And Management Of Groupers (Serranidae, Epinephelinae, Epinephelini) And Snappers (Lutjanidae, Lutjaninae, Lutjanus) In The Gulf Of Mexico. Https://Www.Harteresearchinstitute.Org/Sites/Default/Files/Inline-Files/8.Pdf.

Campbell, H.F And R.K Lindner. 1990. The Production Of Fishing Effort And Economic Performance Of Licence Limitation Programs. Land Economics

Grainger, C.A And D.P. Parker. 2013. The Political Economy Of Fishery Reform. Department Of Agricultural And Applied Economics, University Of Wisconsin, Madison, Wisconsin 53706; Https://Aae.Wisc.Edu/Cagrainger /Pol_Economy_Fisheries.Pdf

Hilborn, R. And C.J. Walters, 1992. Quantitative Fisheries Stock Assessment: Choice, Dynamical And Uncertainty. Chapman And Hall, Inc., New York

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2017. Perizinan kapal perikanan di Indonesia. http://www.perizinan.kkp.go.id/

Kisworo, R. S.W. Saputra, A. Ghofar. 2013. Analisis Hasil Tangkapan, Produktivitas, Dan Kelayakan Usaha Perikanan Rawai Dasar Di Ppi Bajomulyo I Kabupaten Pati. Journal Of Management Aquatic Resources. Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013, Halaman 190-196.

Mulyana, R. 2012. Sistim Pengelolaan Industri Perikanan Tangkap Terpadu Di Wpp Laut Arafura. Disertasi Institut Pertanian Bogor. Tidak Dipublikasikan.

Nikijuluw, V.P.H. 2008. Blue Water Crime: Dimensi Sosial Ekonomi Perikanan Ilegal. Cidesindo. Jakarta

Purwanto, 2013. Status Bio-Ekonomi Perikanan Udang Di Laut Arafura. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Vol.19 No. 4 Desember 2013

Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 56/Permen-Kp/2014 Tentang Penghentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 02/Permen-Kp/2015 Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) Dan Pukat Tarik (Seine Nets) Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Republik Indonesia. 2016. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 86/Kepmen-Kp/2016 Tentang Produktivitas Kapal Penangkap Ikan.

Republik Indonesia. 2017. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 50/Kepmen-Kp/2017 Tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan Yang Diperbolehkan, Dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Walters, C Dan R. Hilborn. 1976. Adaptive Control Of Fihing System. J. Fish. Res. Board. Can.

Wedjatmiko, 2008. Komposisi Jenis, Kepadatan Stok, Aspek Biologi, Dan Distribusi Kepiting Di Perairan Arafura. Bawal: Vol.2 No.2-Agustus 2008

Yamaguchi, H; Y. Goto, N. Hoshino, K. Miyashita. 2014. Growth And Age Composition Of Northern Shrimp Pandalus Eous Estimated By Multiple Length Frequency Analysis. Fisheries Science, 80(4)




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v13i1.6858

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network