STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN SKALA KECIL DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI KABUPATEN ROTE NDAO, NUSA TENGGARA TIMUR

Jotham S R Ninef, Luky Adrianto, Rokhmin Dahuri, Muhammad Fadjar Rahardjo, Dedi Supriadi Adhuri

Abstract


Pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management - EAFM) merupakan pilihan yang tepat dalam mencapai tujuan pengelolaan perikanan skala kecil yang berkelanjutan. Penelitian ini penting untuk menilai status pengelolaan perikanan skala kecil dan menyusun strategi perbaikan pengelolaan menuju pada pengelolaan perikanan skala kecil yang berkelanjutan dengan pendekatan ekosistem di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian dilakukan pada 11 desa/kelurahan di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, pengambilan contoh ikan dan pengukuran hasil tangkapan ikan, mengacu pada metode penilaian indikator EAFM yang mencakup 30 indikator dari enam domain. Pengelolaan perikanan skala kecil di Kabupaten Rote Ndao berdasarkan hasil penilaian terhadap seluruh domain EAFM diperoleh nilai komposit berkisar 30,0 – 63,6 dengan nilai rata-rata 52,4. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa status pengelolaan perikanan skala kecil di Kabupaten Rote Ndao secara umum tergolong dalam kategori sedang. Hasil penilaian menurut domain EAFM menunjukan bahwa domain ekonomi tergolong dalam kategori buruk, sedangkan domain sumberdaya ikan, habitat dan ekosistem, teknologi penangkapan ikan, sosial, dan kelembagaan tergolong dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukan bahwa pengelolaan perikanan skala kecil di Kabupaten Rote Ndao belum dikelola dengan baik dengan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan berdasarkan indikator EAFM. Peningkatan domain ekonomi yang terfokus pada indikator pendapatan rumah tangga perikanan dan rasio tabungan menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan pengelolaan perikanan skala kecil di Kabupaten Rote Ndao.

Title: Strategy of Ecosystem Approach to Small-Scale Fisheries Management in Rote Ndao District, East Nusa Tenggara

Ecosystem approach to fisheries management (EAFM) is an effective method to manage sustainable small-scale fisheries. This research aims to evaluate the current status of small-scale fisheries management using EAFM indicators as well as to establish the development strategies of sustainable small-scale fisheries using ecosystem approach in Rote Ndao. The study was conducted in 11 villages in Rote Ndao District, East Nusa Tenggara Province. Data were collected through interviews, fish sampling and measuring referring to EAFM analysis covering 30 indicators grouped into 6 domains. The EAFM analysis generates a composite value ranged between 30,0 – 63,6 with an average value of 52.4. This number indicated that the condition status of the small scale fisheries in Rote Ndao was generally in moderate category. Economic domain is in poor category, while the other domains is in moderate category (fish resource, habitat and ecosystem, fishing technology, social and institution) These findings suggested that small-scale fisheries management in Rote Ndao has not been managed optimally based on sustainable principles in EAFM. Improvement in the economic domain focusing on indicators of fisheries household income and saving ratio were the main priorities for the improvement of small-scale fisheries management in Rote Ndao district


Keywords


EAFM; perikanan skala kecil; Rote Ndao

Full Text:

PDF

References


Adrianto, L., A. Habibi, A. Fahrudin, A. Azizy, H.A. Susanto, I. Musthfa, M.M. Kamal, S.H. Wisudo & Y. Wardiatno. (2012). Penilaian Indikator Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan. Kerjasama KKP RI, WWF Indonesia dan PKSPL IPB. Bogor. Adrianto, L., A.F. Koropitan, T. Hartanto, C.P.H. Simanjuntak, V.P.

Siregar, J. Ninef, P.D. Oktavianto, H. Adriani, R. Heidi & R.M. Purmadi. (2016). Pemetaan Dinamika Lingkungan Perairan dan Potensi Sumber daya Ikan di Kawasan Konservasi Perairan Nasional TNP Laut Sawu Region Timur. Kerjasama BKKPN Kupang dan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB Bogor.

Alfaro-Shigueto, J., J.C. Mangel, M. Pajuelo, P.H. Dutton, J.A. Seminoff & B.J. Godley. (2010). Where Small Can Have a Large Impact: Structure and Characterization of Small-Scale fisheries in Peru. Fisheries Research 106 : 8 – 17.

Batista, M.I., F. Baeta, M.J. Costa & H.N. Carbal. (2011). MPA as Management Tools for Small-Scale Fisheries: The Case Study of Arrabida Marine Protected Area (Portugal). Ocean & Coastal Management, 54: 137 – 147.

Cristie, P., D.L. Fluharty, A.T. White, L. Eisma-Osorio, and W. Jatulan. (2007). Assessing the Feasibility of Ecosystem-Based Fisheries Management in Tropical Contexts. Marine Policy, 31:239-250.

[DKP NTT] Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2017). Statistik Perikanan Tangkap Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016. DKP NTT, Kupang. [DKP Rote Ndao]

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao. (2017). Statistik Perikanan Tangkap Kabupaten Rote Ndao. DKP Rote Ndao, Ba’a.

[FAO] Food and Agriculture Organization. (IT). (2003). Ecosystem Approach to Fisheries. FAO Technical Paper.

Field, J.A., A.E. Punt, R.D. Methot & C.J. Thomson. (2006). Does MPA Mean “Major Problem for Assessment”? Considering The Consequences of Place-based Management Systems. Fish and Fisheries 7: 284 – 302.

Hauzer, M., P. Dearden & G. Murray. (2013). The Effectiveness of Community-Based Governance of Small-Scale Fsheries, Ngazidja Island, Comoros. Marine Policy, 38 : 346 – 354.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (ID). (2013a). Modul Penilaian Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (EAFM).

National Working Group II EAFM, Direktorat Sumberdaya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (ID). (2013b). Rencana Pengelolaan 20 Tahun Taman Nasional Perairan Laut Sawu (2013 – 2032). Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Kupang.

Murawski, S.A. (2007). Ten Myths Concerning Ecosystem Approaches to Marine Resources Management. Marine Policy, 31 : 681 – 690.

[NWG EAFM] National Working Group on Ecosystem Approach to Fisheries Management. (ID). (2014). Modul Penilaian Indikator untuk Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem. National Working Group on Ecosystem Approach to Fisheries Management. Direktorat Sumber daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.

Pomeroy, R., L. Garces, M. Pido & G. Silvestre. (2010). Ecosystem-Based Fsheries Management in Small-Scale Tropical Marine fisheries: Emerging Models of Governance Arrangements in The Philippines. Marine Policy, 34 : 298–308.

Pomeroy, R.S. (2012). Managing Overcapacity in Small-Scale fisheries in Southeast Asia. Marine Policy, 36 : 520-527.

The Nature Conservancy. (2014). Kajian Dasar secara Cepat Sumberdaya Ikan di TNP Laut Sawu. The Nature Conservancy Indonesia Marine Program.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v14i1.6983

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network