IDENTIFIKASI BIAYA TRANSAKSI DI PASAR INPUT USAHA PERIKANAN TANGKAP (STUDI KASUS DI PANTAI SENDANGBIRU, MALANG)

Anthon Efani, Asfi Manzilati, Yenny Kornitasari

Abstract


Ketersediaan input produksi serta kedekatan akses nelayan pada pasar input merupakan hal penting dalam kegiatan usaha. Berdasarkan pada hal tersebut penelitian ini bertujuan  untuk mengidentifikasi terbentuknya biaya transaksi pada kegiatan usaha perikanan tangkap di Sendangbiru dan menganalisis biaya transaksi yang terdapat di pasar input usaha perikanan tangkap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, terbentuknya biaya transaksi pada usaha perikanan muncul ketika kontrak bisnis antara nelayan dan pengambek telah disepakati. Meskipun kontrak bersifat informal, namun kontrak tersebut merupakan kelembagaan yang eksis dan mengatur seluruh kegiatan usaha perikanan tangkap di Sendangbiru. Biaya transaksi di pasar input usaha perikanan tangkap di Pantai Sendangbiru terdiri dari biaya komunikasi, selisih harga pada barang – barang input produksi yang disediakan oleh pengambek, dan biaya jasa pengiriman perbekalan oleh kuli bongkar ke kapal nelayan.

Title: Transaction Cost in Input Market of Commercial Fishing Business (Case Study in the Sendangbiru Beach, Malang)

The availability of input production and accessible input market for fishers are essential parts in supporting business activity. Based on those matters, the aims of this research are to identify the transaction cost in commercial fishing business in Sendangbiru and to analyze transaction cost in input market of commercial fishing business. The research used qualitative method. The result of this research is transaction cost emerges when business deal between fishermen and pengambek has been approved. Nevertheless, the informal transaction is an essential part which exists and regulates the entire commercial fishing business activity in Sendangbiru. Transaction cost in input market of commercial fishing business comprise of communication cost, price difference of production input goods provided by pengambek, and service cost such delivering supplies by porter to fishers ship. 


Keywords


biaya transaksi; usaha perikanan tangkap

Full Text:

PDF

References


Alhuda, S. Z, Anna. & I, Rustikawati. (2016). Analisis Produktivitas dan Kinerja Nelayan Purse Sein di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Bandar Lampung. Jurnal Perikanan Kelautan, Vol. 7(1), 30 – 40. Retrieved from http://jurnal.unpad.ac.id/ jpk/article/view/ 13933/6671.

Amiruddin, S. (2014) Jaringan Sosial Pemasaran pada Komunitas Nelayan Tradisional Banten. Jurnal Komunitas: Research & Learning in Sociology and Anthropology, Vol. 6(1), 106 – 115.

DOI:http://dx.doi.org/10.15294/komunitas. v6i1.2949.

Black, J.A. & Champion, D.J. (2001). Metode dan Masalah: Penelitian Sosial. Bandung, ID: PT. Refika Aditama.

Cahyono, B.D. & Nadjib, M. (2014). Implikasi Kendala Struktural dan Kelangkaan Modal Terhadap Perilaku Sosial Ekonomi Nelayan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, Vol 22(2), 119 – 133. DOI: http://dx.doi.org/10.14203/ JEP.22.2.2014.119-133.

Efani, A. (2010). Fungsi Produksi Stochastic Frontier dn Efisiensi Teknis Usaha Penangkapan Tuna. Disertasi. PPS Fakultas Perikanan UB: Malang.

Halim, D. (2013). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat Nelayan Pantai di Kabupaten Bantul Tahun 2012. Modus Journals, Vol. 25(2), 171 – 187. https://doi.org/10.24002/ modus.v25i2.561.

Hariyati, Y. (2007). Ekonomi Mikro (Pendekatan Matematis dan Grafis). Jember, ID: CSS Universitas Jember.

Ismadi. (2010). Studi Dampak Nelayan Andon Dan Perubahan Sosial Pada Masyarakat Nelayan Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kab.Malang. Disertasi. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Jaya, M.M., Wiryawan, B., & Simbolon, D. (2017). Keberlanjutan Perikanan Tuna di Perairan Sendangbiru Kabupaten Malang. Albacore, Vol. 1(1), 111–125. Retrieved from http://jesl. journal.ipb.ac.id/index.php/pspalbacore/article/ view/16244.

Marijiani, E.S. Wahyuni, A. Satria, Saharuddin, T, Kusumastanto. (2014). Transformasi Pranata Patronase Masyarakat Nelayan: dari Ekonomi Moralitas Menuju Ekonomi Pasar. Jurnal KomunitasI, Vol. 6(1), 115 – 134. DOI: 10.15294/ komunitas.v6i1.2950.

Maulidah, S. (2012). Pengantar Manajemen Agribisnis. Malang, ID: UB Press. Mankiw, N.G., E. Quah & P. Wilson. (2012). Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta, ID: Penerbit Salemba Empat.

Manzilati, A., Efani, A., & Kornitasari, Y. (2018). Identifikasi Pembiayaan Sektor Perikanan Melalui Hubungan Principal Agent pada Kontrak Bagi Hasil: Skenario Praktis dan Aplikasi (Studi Kasus Perikanan Pesisir Malang Selatan). Laporan Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tunggi Tahun Terakhir. Universitas Brawijaya.

Miles, B. & Huberman, M. (2014). Qualitative data analysis: a methods sourcebook / Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johnny Saldaña, Arizona State University; Third edition. London, UK: Sage Publication.

Moleong, L. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung, ID: PT. Remaja Rosdakarya.

Muhartono, R. & Nuralaili. (2018). Hutang sebagai Pengikat Hubungan Nelayan dan Pengambe’ di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol. 13(2), 239 – 248. http://dx.doi.org/10.15578/ jsekp.v13i2.6869.

P2SKP Pondokdadap. (2017). Laporan Mnitoring PPP Pondokdadap 2017. P2SKP Pondokdadap: Malang.

Pratama, Y.P., & Manzilati, A. (2014). Suara Akar Rumput: Kebudayaan yang Mendasari Perilaku Ekonomi. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan (JIEP), Vol. 14(1). DOI: https://jurnal.uns.ac.id/jiep/ article/view/2110.

Qurrata, V.A. (2017). Patron Client: Kontrak Semi Mudharabah dalam Teori Keagenan di Perikanan Laut. El Dinar Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol. 5(1), 1 – 8. DOI: http://dx.doi. org/10.18860/ed.v5i1.5230.

Siswoyo, H., Setyono, D.J., & Fuah, A.M. (2013). Analisis Kelembagaan Dan Peranannya Terhadap Pendapatan Peternak Di Kelompok Tani Simpay Tampomas Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat (Studi Kasus Di Kelompok Peternak Kambing Simpay Tampomas Kecamatan Cimalaka Sumedang). Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, Vol. 1(3), 172 – 178. DOI: https://doi.org/10.29244/jipthp. Sudarmono, Sulehan, J.,

Rahamah, N., & Bakar, A. (2012). Dinamik langganan dalam masyarakat nelayan: Artikulasi ragam pengeluaran perikanan berskala kecil di Kelurahan Cambayya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Malaysia Journal of Society and Space, Vol. 8(8), 65 – 75. Retrieved from http://journalarticle.ukm. my/5732/1/7c.geografia-nov% 25202012-sudarmono-edam1.pdf.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, ID: Penerbit Alfabeta.

Suharto, R.B. (2012). Keuntungan Maksimum Usaha Nelayan di Kecamatan Balikpapan Timur. Forum Ekonomi, Vol. 15(2), 37 – 46.

Yustika, A.E. (2012). Ekonomi Kelembagaan; Definisi, Teori dan Strategi. Jakarta, ID: Penerbit Erlangga.

Zakaria, W.A. (2009). Penguatan kelembagaan kelompok tani kunci kesejahteraan petani. Jurnal Agro Ekonomi, Vol. 1(1), 294 – 315. Retrived from https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/ MP_Pros_C3_2009.pdf.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v14i2.7346

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network