PRINCIPAL AGENT DALAM INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP; KONTRAK YANG MENGUATKAN ATAU MELEMAHKAN? (STUDI KASUS PERIKANAN TANGKAP DI PESISIR MALANG SELATAN)

Yenny Kornitasari, Asfi Manzilati, Anthon Efani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara detail bagaimana hubungan kerja/ industrial (principal-agent) dalam menjaga keberlanjutan suatu usaha di sektor perikanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk melihat realitas yang tidak hanya dilihat sebagai sebuah hasil, tetapi juga proses yang berlangsung. Proses observasi dan intreprestasi menggunakan metode blumer. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber modal sebagai pembiayaan dalam operasional sektor perikanan di pesisir Malang Selatan secara umum berasal dari tiga sumber yaitu bank, aset pribadi dan pengambek. Modal yang berasal dari bank hanya bisa diakses oleh nasabah yang memiliki agunan seperti sertifikat rumah/tanah dan kendaraan bermotor.  Pedagang kecil yang tidak memiliki asset untuk dijadikan agunan lebih memilih permodalan yang berasal dari koperasi, bank thitil dan pengambek. Sumber pemodalan yang berasal dari bank, koperasi maupun bank thitil sudah jelas kontrak yang terbangun. Yang unik pada kasus ini adalah sistem permodalan yang dilakukan antara nelayan dengan pengambek. Dalam hal ini, kontrak yang terbentuk antara principal dan agent disini seperti menguntungkan kedua belah pihak, akan tetapi dalam kenyataannya nelayan tidak punya kekuatan dan pilihan lain dalam mengembangkan usaha karena terikat dengan kontrak pemodalan dan juga utang yang tidak boleh dilunasi.

Title: principal – agent; kontrak bisnis; masyarakat pesisir 

The study aims to identify in detail how work / industrial relationship (principal-agent) in maintaining the sustainability of fisheries business. This study used a qualitative approach to perceive reality as a result as well as an ongoing process. The Blumer method was used for the observation and interpretation of the data. As financial support of fisheries sector in the coast of South Malang, capital generally comes from three sources: banks, personal assets and scavengers. Bank capital can only be accessed by customers having collateral asset such as house, land, or vehicles certificates. While cooperative, thitil bank and pengambek were the capital sources for the small traders who do not have collateral assets. It is clear that there is a contract system for acquiring bank and cooperative capital. The unique case appears from capital system between fishers and “pengambek”. The system seemed to have a mutual advantageous for both party, however, fishers have less power and choice to get alternative source of capital in developing their business due to the restriction of their contract and they are not allowed to settle their debt.



Keywords


principal - agent, kontrak bisnis, masyarakat pesisir

Full Text:

PDF

References


Kállay, B. (2012). Contract Theory of the Firm. Economics & Sociology. Vol. 5(1), 39-50.

Bengen, D.G. (2001). Sinopsis Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir dan Lautan. Bogor (ID): Pusat Kajian Sumber Daya Peisisr dan Lautan, Institut Pertanian Bogor.

Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism. Perspective and Method. USA : Prentice-Hall Inc.

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S.P. & Sitepu, M.J. (2001). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta (ID): PT Pradnya Paramita.

Firth, R. (1946). Malay Fishermen: Their Peasant Economy. London (UK): Butler and Tunner, Ltd.

Hargrave, T.J., & Andrew H.V.V. (2004). A Collective Action Model of Institutional Innovation. Forthcoming Academy of Management Review November 22, 2004.

Jam, F.A., Syed, T.H., Tahir, M.Q,. &

Farooq, H. (2010). Agency Theory IIslamic Perspective. Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research In Business, Vol. 2(4).

Jimad, H. (2012). Perbandingan Kinerja Menejemen Syariah Dengan Manajemen Konvensional (Perspektif Gaji Karyawan). Artikel

Koentjaraningrat. (1990). Sejarah Teori Antropologi. Jakarta (ID): UI Press.

Manzilati, A., Efani, A., & Kornitasari, Y. (2018). Identifikasi Pembiayaan Sektor Perikanan Melalui Hubungan Principal Agent pada Kontrak Bagi Hasil: Skenario Praktis dan Aplikasi (Studi Kasus Perikanan Pesisir Malang Selatan). Laporan Akhir Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi. Universitas Brawijaya.

Manzilati, A., Fadjar, N.S., & Danarti, T. (2010). Islamic Entrepreneurial Character and Local Manner: The Javanese Cultural Entrepreneur. Tangerang (ID): The 2nd Indonesian International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business; Small Business. (IICIES 2010).

Masyhuri, I. (2014). Pembiayaan Nonformal Usaha Perikanan Tangkap: Kasus Muncar dan Bitung. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan. Vol. 22(2).

Masyhuri, I. (1999). Pemberdayaan Nelayan Tertinggal Dalam Mengatasi Krisis Ekonomi. Telaah Terhadap Sebuah Pendekatan. Jakarta (ID): Puslitbang Ekonomi dan Pembangunan LIPI

Moleong, L. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung(ID): PT. Remaja Rosdakarya.

Muhartono, R. & Nurlaili. (2018). Hutang sebagai Pengikat Hubungan Nelayan dan ‘Pengambe’ di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Vol. 13 (2).

North, D.C. (1990). Institutions, Institutional Change and Economic Performance. USA: Cambrige University Press. Satria, A. (2002). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta (ID): PT. Pustaka Cidesindo.

Scott, J.C. (1972). Patron Client, Politics and Political Change in South East Asia’ dalam Friends, Followers and Factions: A Reader in Political Clientalism, Steffen W. Schmidt, James C. Scott dkk. (eds.). Berkeley: University of California Press.

Setiadi, (2009). Pengaruh Upah Dan Jaminan Sosial Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di PT Semarang Makmur Semarang. Thesis.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung (ID): ALFABETA.

Sumarsono, S. (2009). Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta (ID): Graha Ilmu .

Qurrata, V.A. (2018). Patron Client: Kontrak Semi Mudharabah Dalam Teori Keagenan Di Perikanan Laut. Artikel.

Yahya , M. & Edy, Y.A. (2010). Teori Bagi Hasil (Profit And Loss Sharing) Dan Perbankan Syariah Dalam Ekonomi Syariah. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, Vol. 1(1).

Yousafzai, S. Y., Pallister, J. G., & Foxall, G. R. (2003). A Proposed Model of E- Trust for Electronic Banking. Technovation, 23, 847-860.

Yustika, A.E. (2010). Ekonomi Kelembagaan; Definisi, Teori dan Strategi. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v14i2.7396

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network