PENGUATAN STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN MINAPOLITAN KABUPATEN CILACAP

Agus Dwi Nugroho, Andi Rifani, Winaryo Winaryo, Edy Masduqi, Dyah Wahyuning Tyas, Rochma Widayanti, Reni Aqwil Masithah, Ridwan Dicky Romadon, Teguh Sulissetiyo, Reiningsih Reiningsih, Alwi Handono Topo

Abstract


Pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Cilacap belum menunjukkan kinerja optimal. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa kebijakan pengembangan minapolitan masih belum efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui eksisting kawasan minapolitan Kabupaten Cilacap dan penguatan strategi untuk pengembangan kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai dengan Agustus 2019 di kawasan minapolitan Kabupaten Cilacap. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan FGD serta data sekunder yang diperoleh dari studi dokumen. Metode yang digunakan dalam analisis data antara lain deskriptif dan SWOT. Kondisi alam yang bagus serta sumber daya manusia yang cukup baik merupakan kekuatan utama pengembangan minapolitan. Namun, minapolitan Kabupaten Cilacap masih menghadapi masalah infrastruktur yang rusak serta akses permodalan, pemasaran, dan pengolahan hasil yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan minapolitan. Untuk meningkatkan kinerja kawasan minapolitan,
Kabupaten Cilacap perlu melakukan strategi S-O melalui penguatan kelembagaan perikanan dan regenerasi SDM, memperluas jaringan kemitraan, baik hulu dan hilir serta sektor lain (pariwisata); promosi komoditas perikanan; dan pengadaan/pembuatan infrastruktur budi daya dan pemasaran produk.

Title: Reinforcement Strategy for the Development of Minapolitan in the Cilacap Regency

The development of minapolitan area in Cilacap Regency has not shown an optimal performance. This is an indication that development strategy of minapolitan area has not been effective. The study aimed to identify the existing minapolitan area in Cilacap Regency as well as to reinforce the development strategy for the area. The research was conducted from May to August 2019 in the minapolitan area of Cilacap Regency. The study used primary data that were collected from interview and FGD as well as secondary data that were collected from document study. The analysis models used descriptive and SWOT analysis. The great natural and human resources are the main forces in minapolitan development. However, this minapolitan area is facing infrastructure damage and poor access of capital, marketing and product processing. Therefore, it is necessary to undertake an S-O strategy through reinforcement of fisheries institution and human resources, expansion of partnership networks, both upstream to downstream and other sectors (tourism); promotion of fisheries
commodities; and procurement / manufacturing of aquaculture infrastructure and product marketing.



Keywords


minapolitan; deskriptif; SWOT, Kabupaten Cilacap

Full Text:

PDF

References


Alfons, J. M., Tupamahu, A., & Abrahamsz, J. (2018). Evaluasi peran dan strategi pengelolaan pangkalan pendaratan ikan erie di Kota Ambon. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 14(2), 66-75. Retrieved from : https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/triton/article/view/802.

Apriliani, T., Kurniawan, T., & Hikmah. (2011). Identifikasi permasalahan dan peluang perbaikan pengembangan kawasan minapolitan Kabupaten Gowa. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(2), 116-130. doi: 10.15578/jsekp.v6i2.5768.

Asiati, D., & Nawawi. (2016). Kemitraan di sektor perikanan tangkap : strategi untuk kelangsungan usaha dan pekerjaan. Jurnal Kependudukan Indonesia, 11(2), 103-118. doi: 10.14203/jki.v11i2.204.

Febriyanti, R. E. (2013). Kontribusi pengembangan kawasan minapolitan kampung lele terhadap pendapatan petani lele di Desa Tegalrejo Sawit Boyolali. Economics Development Analysis Journal, 2(4), 396-408. doi: 10.15294/edaj.v2i4.3208,

Gurel, E., & Tat, M. (2017). Swot analysis: a theoretical review. The Journal of International Social Research, 10(51), 994-1006. doi: 10.17719/jisr.2017.1832.

Haeruddin. (2016). Kajian kelembagaan lokal dalam pemanfataan sumberdaya perikanan tangkap di Kabupaten Maros (studi kasus Desa Pajjukukang Kecamatan Bontoa). Agrovital, 1(1), 12-20. doi: 10.35329/agrovital.v1i1.79

Hendramotko, C., Istiyanto, B., & Kusasih, I. A. K. R. (2015). Pengembangan model pemberdayaan bagi pengolah ikan guna meningkatkan pendapatan (studi kasus pada pengolah ikan di Kabupaten Cilacap). Jurnal Paradigma, 12(2), 158-178. Retrieved from: https://journal.uniba.ac.id/index.php/PRM/issue/view/7

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2013). Pengembangan Kawasan Minapolitan. Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kurniawan, H. D. P. (2018). Evaluasi dampak program pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan budi daya bagi masyarakat Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Kebijakan dan Manajemen

Publik, 6(2), 1-14. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-kmpd65ec19130full.pdf.

Listriani, S., & Roesa, N. (2015). Kebijakan pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan iklim terhadap sektor perikanan di Aceh. Kanun J

urnal Ilmu Hukum, 17(3), 433-455. Retrieved from.http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun/article/view/6079.

Nuryanto, A., Bhagawati, D., Abulias, M . N., & Indarmawan, (2015). Fauna ikan di Sungai Cikawung Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Jurnal Iktiologi Indonesia, 15(1), 25-37. doi.org/10.32491/jii.v15i1.73.

Pancawati, Y. D. (2015). Pengembangan kawasan minapolitan (studi kasus : pelabuhan perikanan Samudera Cilacap). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 11(3), 364-375. doi: 10.14710/pwk.v11i3.17597.

Pangesti, T. P., Wiyono, E. S., Baskoro, M. S., Nurani, T. W., & Wiryawan, B. (2015). Status bio-ekonomi sumberdaya udang di Kabupaten Cilacap. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(2), 149-157. doi: 10.15578/jsekp.v10i2.1256.

Patria, A. D., Adrianto, L., Kusumastanto, T., Kamal, M. M., & Dahuri, R. (2014). Biaya transaksi usaha perikanan skala kecil di Kabupaten Cilacap. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 9(2), 247-254. doi: 10.15578/jsekp.v9i2.1225.

Purwanto, R., & Wahyuningsih, C. D. (2017). Inovasi daerah dalam pembangunan desa berbasis potensi desa. Mimbar Admnistrasi, 1(1), 35-45. Retrieved from http://jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/mia/article/view/570.

Ramadhan, A., & Hafsaridewi, R. (2012). Dampak perubahan lingkungan terhadap perkembangan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir di kawasan Segara Anakan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 7(1), 33-53. doi: org/10.15578/jsekp.v7i1.5734.

Satria, A. I. W & Kurnia, R. (2017). Struktur populasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis, Linnaeus 1758) : famili Scombridae : perairan pesisir selatan Laut Jawa. Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis, 1(1), 1-7. doi: 10.29244/jppt,1,01,1-9.

Sianturi, S., Masinambow, V. A. J., & Londa A. T. (2018). Dampak regulasi sektor perikanan tangkap ikan terhadap pertumbuhan pdrb di Kota Bitung. Jurnal Berkala Ilmiah, Vol, 18(1), 103-113. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/view/19848.

Sugandi. (2011). Pengelolaan sumberdaya pantai. Geo, 11(1), 50-58. doi: 10.17509/gea.v11i1.1647.

Suherman, A., & Dault, A. (2009). Analisis dampak sosial ekonomi keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan Jawa Timur. Jurnal Saintek Pertanian, 5(1), 25-30.

Suryawati, S. H &. Purnomo, A. H. (2011). Analisis ex-ante keberlanjutan program minapolitan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(1), 61-81. doi: 10.15578/jsekp.v6i1.5756. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/11716713.pdf.

Triyanti, R., Wijaya, R. A., Koeshendrajana, S., & Priyatna, F. N. (2010). Karakteristik dan nilai manfaat langsung sumber daya pesisir (studi kasus di Perairan Segara Anakan Kabupaten Cilacap). Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 5(1), 31-46. doi: 10.15578/jsekp.v5i1.5790.

Widyaningrum, T. (2016). Faktor-faktor pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman. Jurnal Bumi Indonesia, 5(3), 1-10. Retrieved from http://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/view/530.

Wiratama, A. (2016). Dampak implementasi program minapolitan terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Kebijakan dan Manajemen Publik, 4(3), 14-26. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-kmp17c1301972full.pdf.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v15i2.8034

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Published by

Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic 
in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.