DAMPAK EKONOMI WISATA BAHARI DI KABUPATEN ALOR

Umi Muawanah, Riesti Triyanti, Permana Ari Soejarwo

Abstract


Kabupaten Alor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi obyek wisata alam yang beragam, termasuk wisata alam bahari yang dapat mendukung perekonomian masyarakat Alor. Jumlah wisatawan yang mengunjungi kabupaten Alor pada tahun 2017 mengalami peningkatan sekitar 56% dari tahun sebelumnya. Dilihat dari banyaknya jumlah wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Alor, maka diperlukan adanya penelitian terkait dengan pengaruh obyek wisata terhadap perekonomian masyarakat Alor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi langsung kegiatan wisata, dampak tidak langsung, serta dampak ekonomi lanjutan. Penelitian ini menggunakan metode analisis multplier effect dengan menggunakan. data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kuesioner terstruktur dan wawancara responden, terdiri
dari 50 wisatawan, 21 pengusaha bidang wisata bahari dan 11 tenaga kerja/karyawan dari unit usaha terkait wisata bahari. Lokasi penelitian yaitu Daerah Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor sebagai sentra
wisata bahari. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak ekonomi langsung yang diperoleh dari kegiatan wisatawan di Kalabahi sebesar Rp480.000.000 per tahun dan dampak ekonomi tidak langsung yang diperoleh dari kegiatan wisatawan di Kalabahi sebesar Rp201.600.019 per tahun, serta dampak ekonomi lanjutan kegiatan wisata bahari di Kalabahi sebesar Rp20.250.000 per tahun. Nilai Keynesian Income Multiplier yang diperoleh sebesar 1,72 yang artinya setiap terjadi peningkatan pengeluaran wisatawan sebesar 1 rupiah, maka akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan tenaga kerja dan para pemilik unit usaha di lokasi wisata diduga sebesar 1,72 rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan wisata bahari di Kabupaten Alor memberikan dampak ekonomi positif dan cukup besar terhadap masyarakat Kabupaten Alor. Ke depannya, pemerintah Alor maupun pengusaha ekowisata bahari perlu membuat paket tour wisata di Alor untuk meningkatkan lamanya tinggal di Alor dan meningkatkan dampak ekonomi ke masyarakat lokal Alor

Title: An Economic Impact of Marine Tourism in the Alor Regency

Alor Regency is one of regency in East Nusa Tenggara Province. It offers a variety of natural tourist attraction including marine tourism which might support the economy of the people of Alor. The number of tourists visiting Alor Regency in 2017 has increased by around 56% from the previous year. Considering the large number of tourists visiting Alor Regency, research is needed to estimate the impact of marine tourism activities on the economy of Alor community. This study aims to analyze the direct, indirect, and continued economic impacts. This study used a multiplier effect analysis to analyze primary and secondary data. Data were collected by structured questionnaires and interview with 50 tourists, 21 entrepreneurs of marine tourism, and 11 workers from business units related to marine tourism. Research location is located in Kalabahi Region, the capital of Alor Regency as a marine tourism center.
The analysis showed that the direct economic impact from tourist activities in Kalabahi amounted to IDR.480,000,000 per year and the indirect economic impacts from tourist activities in Kalabahi amounted
to IDR 201,600,019 per year, as well as the continued economic impact of marine tourism activities in Kalabahi amounted to IDR 20,250,000 per year. The Keynesian Income Multiplier is 1.72, which means that if there is an increase in tourist spending by 1 IDR, it will have an impact on increasing labor income and business unit owners in tourist sites at about 1.72 IDR. This shows that marine tourism activities in Alor Regency have a positive and significant economic impact on the people of Alor Regency. In the future, it is necessary for Alor government and marine ecotourism entrepreneurs to create tour packages in Alor to increase the length of stay in Alor. Therefore, it will increase the economic impact of marine
tourisme on the economy of the local community in Kalabahi, Alor.


Keywords


wisata bahari; Kabupaten Alor; dampak langsung; dampak tidak langsung; dan efek penggandaan

Full Text:

PDF

References


Aryunda, H. (2011). Dampak ekonomi pengembangan kawasan ekowisata Kepulauan Seribu. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 22(1):1-16. DOI:http://dx.doi.org/10.5614%2Fjpwk.2011.22.1.1

Badan Pusat Statistik NTT. (2018). Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur tahun 2018.

Beckenstein, A. & Appleyard, M & Christmann, P. (2008).

The Income Multiplier. Dritasto, A. & Anggraeni, A.A. (2013). Analisis Dampak Ekonomi Wisata Bahari Terhadap Pendapatan Masyarakat di Pulau Tidung. Jurnal Online ITN. 10(20). Retrieved: https://media.neliti.com/media/ publications/220893-none.pdf

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (2018). Fenomena Air Laut Dingin

Efrilingga, A. (2014). Dampak Pembangunan Pariwisata terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Kehidupan Masyarakat (Studi pada Wisata Bahari Lamongan Kecamatan Paciran). Doctoral dissertation.

Universitas Brawijaya.

Frechtling, D. C. & Horvath, E. (1999). Estimating the multiplier effects of tourism expenditures on a local economy through a regional inputoutput model. Journal of travel

research,37(4),..324332...DOI:doi.org/10.1177/004728759903700402.

Hughes, H. L. (1994). Tourism multiplier studies: a more

judicious approach. Tourism Management, 15(6), 403-406.

Jubaedah, I., & Anas, P. (2019). Dampak Pariwisata Bahari Terhadap Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Nusa Penida, Bali. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 13(1), 59-75. DOI:

33378/jppik.v13i1.124

Khan, H., Phang, S. Y. & Toh, R. S. (1995). The multiplier effect: Singapore’s hospitality industry. Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly, 36(1), 64-69.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ PPN Bappenas. (2003). Gambaran umum Kabupaten Alor. Jakarta.

Kumar, J., & Hussain, K. (2014). Evaluating tourism’s economic effects: Comparison of different approaches. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 144, 360-365. DOI: https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.07.305

Kurniasari, N., Muawanah, U., Zulham, A., Koeshendrajana, S., Triyanti, R., Soejarwo, P. A,. & Yuliaty, C. (2018). Kajian Dampak Sektor Priwisata terhadap Perekonomian Indonesia. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Mathieson, A. & Wall, G. (1982). Tourism: Economic, Physical and Social Impacts. Oxford: Pitman Publishing.

[META] Marine Ecotourism for Atlantic Area. (2000).

Marine Ecotourism in The Eu Atlantic Area: Issues and Experiences. Britol (GB): University of The West Of England.

[META] Marine Ecotourism for Atlantic Area. (2001). Planning for Marine Ecotourism in The Eu Atlantic Area. Britol (GB): University of The West Of England.

Mulyadi I. & Santoso, M. S. (2013). Efek Pengganda Pengeluaran Wisatawan Nusantara Studi Kasus: Destinasi Ketep Pass Kabupaten Magelang.

[Tesis]. UGM University. Rahma, F. N. & Handayani, H. R. (2013). Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan, jumlah obyek wisata dan pendapatan perkapita terhadap penerimaan sektor pariwisata di Kabupaten Kudus. Diponegoro Journal of Economics, 109-117.

Rahmatika, A., Kusumastanto, T., & Sadelie, A. (2017). Manajemen Pengembangan Kebijakan Wisata Bahari Di Kawasan Ekonomi

Khusus Mandalika Lombok Tengah: Studi Kasus Pantai Kuta. Jurnal Manajemen, 21(3), 381-397. DOI:https://doi.org/10.24912/jm.v21i3.258

Rema, N. & Prihatmoko, H. (2016). Potensi Arkeologi di Pulau Alor. KALPATARU, 25(2), 103.

Patji, A. (2009). Makassar Nama Kolektif: Masyarakat Migran Sulawesi Selatan di Alor Kecil, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 11(2), 151-175.

Putra, A. P., Wijayanti, T., & Prasetyo, J. S. (2019). Analisis

Dampak Berganda (Multiplier Effect) Objek Wisata Pantai Watu Dodol Banyuwangi. Journal of Tourism and Creativity, 1(2).

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2018). Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur tahun 2018.

Priyanto, S. E., & Par, M. (2016). Dampak Perkembangan

Pariwisata Minat Khusus Snorkeling Terhadap Lingkungan: Kasus Destinasi Wisata Karimunjawa.Jurnal Kepariwisataan, 10(3),13-28.

Putra, A. P., Wijayanti, T. & Prasetyo, J.S. (2017) Analisis Dampak Berganda (Multiplier Effect) pbjek wisata pantai Watu Dodol Banyuwangi. Journal of tourism and creativity. 1(2):141-154.

Saiful, A., Hesti, M. & Muhammad, N. (2019). The impact of the economic activities of marine tourism in Jangka Beach, jangka mesjid village of Jangka Bireuen subdistrict, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 91(7).

Stynes, D. J., Propst, D. B., Chang, W. & Sun, Y. (2000). Estimating national park visitor spending and economic impacts; The MGM2 Model. Report to the National Park Service. East Lansing, MI: Department of Park, Recreation land Tourism Resources, Michigan State University.

Subadra, I. N., & Nadra, N. M. (2012). Dampak ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan pengembangan desa wisata di Jatiluwih-Tabanan. Jurnal Manajemen dan Pariwisata II, 5(1).

Vanhove, N. (2005). The economics of tourism destinations, Elseveir Limited ButterworthHeinemann, UK.

Wahyudin, Y. (2003). Sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan. PKSPL-IPB. Bogor

Wahyudin, Y. (2003). Sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Makalah disampaikan pada pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan.

Wolok, E. (2016). Analisis Dampak Ekonomi Wisata Hiu Paus Terhadap Pendapatan Masyarakat Batubarani Gorontalo. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK), 5(2), 136-143.

Yasa, I. N. M. (2015). Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan dan tingkat hunian hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah dan kesejahteraan masyarakat pada Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 6(7), 165233.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v15i1.8841

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network