PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEH HITAM (Camellia sinensis) DENGAN DOSIS DAN WAKTU PERENDAMAN BERBEDA TERHADAP DAYA REKAT TELUR IKAN LELE LOKAL (Clarias batrachus)

Minal Kaumizzolimin, Nuraini Nuraini, Sukendi Sukendi

Abstract


Riset ini dilakukan untuk mengkaji dampak perendaman telur ikan lele lokal (Clarias batrachus) dalam larutan teh hitam (Camellia sinensis) dengan takaran serta durasi yang bervariasi terhadap proporsi telur melekat, proporsi fertilisasi, proporsi penetasan, dan kelangsungan hidup larva. Pelaksanaan riset berlangsung pada 5–10 Mei 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau, Indonesia. Pendekatan yang diterapkan dengan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, meliputi takaran larutan teh hitam (0, 6, 8, dan 10 g L-1) serta durasi perendaman (2, 4, dan 6 menit), masing-masing dengan tiga ulangan sehingga menghasilkan 36 unit percobaan. Parameter yang dicermati mencakup proporsi telur melekat, telur tidak melekat, proporsi fertilisasi, proporsi penetasan, kelangsungan hidup, serta mutu air. Temuan riset memperlihatkan bahwa variasi takaran dan durasi perendaman berdampak nyata terhadap keseluruhan parameter yang dicermati (p < 0,05). Kombinasi optimal untuk proporsi telur melekat dijumpai pada takaran 10 g L-1 selama 6 menit (W6D3), sementara untuk derajat fertilisasi, proporsi penetasan, dan kelangsungan hidup, capaian terbaik diraih pada takaran 10 g L-1 selama 4 menit (W4D3). Dosis 10 g L-1 merupakan konsentrasi paling efektif untuk seluruh parameter, dengan waktu perendaman 4 menit lebih optimal bagi keberhasilan pembuahan, penetasan, dan sintasan larva, sedangkan 6 menit lebih sesuai untuk menurunkan persentase telur merekat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perendaman terlalu lama dapat menurunkan kualitas fisiologis telur meskipun efektif menurunkan persentase telur merekat ikan lele lokal.

This study aimed to determine the effect of immersing local catfish (Clarias batrachus) eggs in black tea (Camellia sinensis) solution at different dosages and immersion durations on the percentage of adhesive eggs, fertilization percentage, hatching percentage, and larval survival rate. The study was conducted from 5 to 10 May 2025 at the Hatchery and Fish Breeding Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Riau University, Indonesia. A factorial completely randomized design was applied with two factors: black tea solution doses (0, 6, 8, 10 g L-1) and immersion times (2, 4, and 6 minutes), each with three replicates, resulting in 36 experimental units. The observed parameters included the percentages of adhesive and non-adhesive eggs, fertilization and hatching percentages, survival rate, and water quality. The results showed that different dosages and immersion durations had a significant effect on all observed parameters (p < 0.05). The best treatment for the percentage of adhesive eggs was obtained at a concentration of 10 g L-1 with an immersion time of 6 minutes (W6D3). Meanwhile, the highest fertilization rate, hatching rate, and larval survival rate were achieved at a concentration of 10 g L-1 with an immersion time of 4 minutes (W4D3). The 10 gL-1 concentration was the most effective for all parameters. An immersion time of 4 minutes was more optimal for fertilization success, hatching, and larval survival, whereas a 6-minute immersion was more effective in reducing egg adhesiveness. These differences indicate that excessively long immersion durations may reduce the physiological quality of eggs, although they are effective at reducing egg adhesiveness in local catfish.


Keywords


daya rekat; ikan lele lokal; tanin; teh hitam; adhesiveness; black tea; tannin; walking catfish

Full Text:

PDF

References


Baharudin, A., Syakirin, M. B., & Mardiana, T. Y. (2016). Pengaruh perendaman larutan teh terhadap daya tetas telur ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 14(1), 9-17. https://doi.org/10.31941/penaakuatika.v14i1.502

Hasan, U., Siswoyo, B. H., & Manullang, H. M. (2020). Pengembangan usaha pembenihan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di desa Bulu Cina Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 19-23. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v1i1.531

Hersila, N., Chatri, M., Vauzia, & Irdawati, I. (2023). Senyawa metabolit sekunder (tanin) pada tanaman sebagai antifungi. Jurnal Embrio, 1(15), 16–22. https://doi.org/1031317/embrio.v15i1.882

Khairunnisa, S., Handayani, R., Bb, M. S. P., Fadli, M., Surya, M., & Layla, K. (2023). Teknik pembenihan ikan lele mutiara (Clarias gariepinus) di unit pembenihan rakyat sd. mina jaya. e-Journal Budidaya Perairan, 11(2), 321-329. https://doi.org/10.35800/bdp.v11i2.52575

Kostaman, T., Sopiyana, S., Soewandi, B. D. P., & Komarudin, K. (2020). Persentase fertilitas dan daya tetas ayam cemani dan white leghorn berdasarkan ukuran bobot telur. Jurnal Agripet, 20(2), 118-124.https://doi.org/10.17969/agripet.v20i2.16411

Kusuma, P. S. W., Sukarjati, S., & Wibowo, T. S. (2019). Pemijahan ikan lele dengan teknik pemijahan alam (natural spawning) dan pemijahan semi alami (induced spawning). Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(2), 59–66.https://doi.org/10.36456/abadimas.v2.i2.a1761

Maulidiyah, V., Sulmartiwi, L., D, E., & Masithah, M. (2019). The effect of immersion time in tannin solution towards the adhesiveness and hatching degree of the eggs of common carp (Cyprinus carpio). Bioflux, 12(4), 1227–1233.

Mulyani, H. S., & Johan, T. I. (2020). Pengaruh ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) dengan dosis berbeda terhadap lama inkubasi, daya tetas dan kelulushidupan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Dinamika Pertanian, 36(1), 99-110. https://doi.org/10.25299/dp.2020.vol36(1).5375

Nurhasan, N., Yusapri, A., Khairudin, F., Hafiz, A., Gusti, F., Indrawan, & Radiramadhan, M. (2025). Kepuasan konsumen terhadap pelaku usaha lokal ikan lele (Clarias batrachus) (studi kasus : konsumen dan umkm kabupaten Indragiri Hilir). Jurnal Agro Indragiri, 10, 36–45. https://doi.org/10.32520/jai.v4i1a

Pratiwi, F. R., Prayitno, S. B., & Nugroho, R. A. (2020). Pengaruh lama perendaman larutan teh hijau (Camellia sinensis) terhadap derajat pembuahan dan perkembangan embrio ikan patin (Pangasius pangasius). Jurnal Sains Akuakultur Tropis, 4, 171–178. https://doi.org/10.14710/sat.v4i2.6803

Purba, S. Y. H., Santikawati, S., & Gulo, R. (2025). Pengaruh salinitas terhadap keberhasilan penetasan telur dan kelulushidupan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Penelitian Terapan Perikanan Kelautan, 7(1), 40–46. https://doi.org/10.300491/tapiannauli.v7i1.242

Restu, R., & Nataleo, P. (2016). Perkawinan silang antara keli jantan (Clarias nieuhofii) dan lele lokal betina (Clarias batrachus) dengan perbandingan bobot induk yang berbeda. Jurnal Ilmu Hewani Tropika, 5(2), 101-104.

Rosidah, R., Andriani, Y., Lili, W., & Herdiawan, I. (2017). Efektivitas lama perendaman telur ikan lele sangkuriang dalam ekstrak bunga kecombrang untuk mencegah serangan jamur Saprolegnia sp. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 7(2), 199–209.

Selviani, Y., & Anas, R. (2024). Efektivitas ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) terhadap pertumbuhan daya hambat jamur Candida albicans. Indonesian Journal of Public Health, 2(3), 632-639.

Sudjana. (1991). Desain dan Analisi Ekperimen. Bandung. Tarsito.

Suryadi, W., Sukarman, S., Mustahal, M., & Syamsunarno, M. B. (2019). Pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata) untuk pertumbuhan dan memacu warna benih ikan diskus red melon (Symphysodon aequifasciata). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9(1), 35–43.

Susanti, E., Yuniarti, T., &Nugroho, R. A. (2022). Pengaruh ekstrak daun sirih (Piper betle) dengan dosis yang berbeda terhadap daya tetas telur ikan bandeng (Chanos chanos). Sains Akuakultur Tropis.Indonesian Journal of Tropical Aquaculture, 6(1), 65-74. https://doi.org/10.14710/sat.v6i1.12667

Tondang, H., Rostika, R., Yuliadi, L. P. S., & Subhan, U. (2019). Pematangan gonad ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) menggunakan tepung biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) dalam pakan komersil. Jurnal Perikanan Kelautan, 10(1), 55-63.

Wiharti, T., & Hanik, N. R. (2022). Identification of types of fish captured by fishermen at tpi wuryantoro wonogiri that are consumed by the community. Jurnal Biologi Tropis, 22(4), 1177-1187. https://doi.org/10.29303/jbt.v22i4.4137

Yustiati, A., Shaqina, F. A., Sunarto, Rosidah, Cahyadi, U., & Supriatna, T. (2021). Penggunaan larutan teh hitam untuk menurunkan daya rekat telur ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Jurnal Akuatik Indonesia, 6(2), 44–49. https://doi.org/10.24198/jaki.v6i2.29334

Zarqa, U. R., Oktamalia, O., Martudi, S., Hamron, N., & Novitasari, H. (2023). Pengaruh pemberian larutan daun ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap daya tetas telur ikan lele sangkuriang (Clarias sp.). Jurnal Saintifil (Multi Science Journal), 21(1), 11–16.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.20.4.2025.385-399