Efektivitas Transplantasi Terumbu Karang Menggunakan Metode Flat Blok di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Pasca Badai Seroja
Abstract
Badai Seroja menyebabkan kerusakan terumbu karang yang signifikan di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kawasan Konservasi Perairan Pantai Oesina, Desa Lifuleo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan transplantasi terumbu karang menggunakan metode flat block sebagai upaya rehabilitasi terumbu karang pascabencana alam. Transplantasi karang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2025 dengan menggunakan 30 unit substrat flat block dan 150 fragmen karang dari jenis Acropora branching dan Acropora formosa. Monitoring dilakukan pada tanggal 25 November 2025 untuk mengamati kelangsungan hidup, pertumbuhan awal karang, serta kondisi kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup fragmen karang mencapai 91,3%, dengan indikator pertumbuhan awal berupa munculnya tanda pembentukan polip. Kualitas perairan pada lokasi penelitian masih berada dalam kisaran toleransi pertumbuhan karang. Metode flat block dinilai efektif sebagai media transplantasi terumbu karang pada fase awal rehabilitasi dan berpotensi dikembangkan sebagai strategi pemulihan ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir yang terdampak bencana alam.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.15578/jmtr.v4i2.19555
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang
Jl. Kampung Baru, Pelabuhan Ferry Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, 85351

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






