EXAMINATION OF LEAD (PB) AND CADMIUM (CD) HEAVY METAL CONTAMINATION IN VARIOUS TYPES OF FISH IN EAST JAKARTA

Devi Wulansari, Pilar Syifa Harfani, Aef Permadi, Liliek Soeprijadi, Romauli Juliana Napitupulu

Abstract


Heavy metal contamination poses a chemical hazard in food. Monitoring waste parameters, including toxic metals such as lead (Pb) and cadmium (Cd), is essential. Contaminated seafood is a primary source of human exposure to heavy metals. This study aims to determine the levels of lead (Pb) and cadmium (Cd) in various types of fish before consumption to ensure that the fish consumed are safe for consumers. Heavy metal testing using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) revealed that kerang dara (Anadara granosa) contained the highest levels of lead at 0.383 mg/kg and cadmium at 0.479 mg/kg. These levels do not exceed the maximum limits specified in SNI 7387:2009 on "Maximum Limit of Heavy Metal Contamination in Food," indicating that the levels are within the safe consumption limits. The tolerance limit for consuming contaminated kerang dara is 10.2 kg per week for lead and 1.75 kg per week for cadmium.


Keywords


AAS, cadmium, lead, tolerance limit

Full Text:

PDF

References


Amelia, F., Ismarti, Ramses, R., & Rozirwan, R. (2019). Biokonsentrasi faktor logam berat pada kerang dari perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan), 4(2), 152-163.

Anwar, C., Wonggo, D., & Mongi, E. (2022). Logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada beberapa jenis ikan demersal di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara. Media Teknologi Hasil Perikanan, 10(3), 198-202.

Arifin, R. T. (2019). Analisis kandungan logam Hg, Cd, As, dan Se pada ikan konsumsi dari Pasar Ikan Tanjungpandan, Belitung beserta penilaian tingkat keamanan pangan. Tesis. Malang: Universitas Brawijaya.

Badan Standardisasi Nasional. 2011. Penentuan Kadar Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Produk Perikanan. SNI 2354.5: 2011. Diakses 29 Juli 2025, dari http://www.bsn.go.id.

Darmono. (2001). Lingkungan hidup dan pencemaran hubungannya dengan toksikologi senyawa logam. Jakarta: UI-Press.

Farida, Y., & Irfani, M. (2017). Analisis cemaran logam timbal dan kadmium dari buah kurma (Phoenix dactilyferal.) Pada Wadah Terbuka Dan Tertutup Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Rakernas & Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia, 260-265.

Habibi, Y. (2020). Alidasi metoda destruksi basah dan destruksi kering pada penentuan logam timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam tanaman rumput. Integrated Lab Journal, 01(01), 25-31.

Hananingtyas, I. (2017). Studi pencemaran kandungan logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada ikan tongkol (Euthynnus sp.) di Pantai Utara Jawa. BIOTROPIC The Journal ofTropical Biology, 1(2), 41-50.

Juharna, F. M., Widowati, I., & Endrawati, H. (2022). Kandungan logam berat timbal (Pb) dan kromium (Cr) pada kerang hijau (Perna viridis) di perairan Morosari, Sayung, Kabupaten Demak. Buletin Oseanografi Marina, 11 (2), 139-148.

Marwah, R. A., Supriharyono, & Haeruddin. (2015). analisis konsentrasi kadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada air dan ikan dari perairan Sungai Wakak Kendal. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 4(3), 37-41. doi:https://doi.org/10.14710/marj.v4i3.9207

Noryani, I., Koerniasari, & Nerawati, A. D. (2013). Studi kandungan logam berat cadmium (Cd) pada kerang hijau (Mytilus viridis) yang duual di pasar tradisional Pabean Kota Surabaya. Gema Kesehatan Lingkungan, 11(2), 101-106.

Masyamsir, R. A. H., , & Dhahiyat, Y. (2012). Distribusi kandungan logam berat Pb dan Cd pada kolom air dan sedimen Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(3), 175-182.

Panjaitan, P. S., Mukhaimin, I., Ambarwati, D. D., Saputra, R. S. H., & Soeprijadi, L. (2025). Application of GMP and SSOP to the Production of Natural CO Frozen Red Kakap (Lutjanus sp.) Fillets at PT. Alam Jaya Surabaya. Grouper, 16(1), 1-20.

Resnia, R., Wicaksena, B., & Salim, Z. (2015). Kesesuaian SNI dengan standar internasional dan standar mitra dagang pada produk ekspor perikanan tuna dan cakalang. Jurnal Standardisasi, 17(2), 87-98.

Rinto, R., Arafah, E., & Utama, S. B. (2009). Kajian keamanan pangan (formalin, garam dan mikrobia) pada ikan sepat asin produksi Indralaya. Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 3(2).

Satriawan, E. F., Widowati, I., & Suprijanto, J. (2021). Pencemaran logam berat kadmium (Cd) dalam kerang darah (Anadara granosa) yang didaratkan di Tambak Lorok Semarang. Journal of Marine Research, 10 (3), 437-445.

Trisnawati, A. (2008). Studi kandungan logam berat cadmium (Cd) pada kerang hijau (Mytilus viridus) di perairan kawasan Pantai Kenjeran Surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Yaqin, K., Fachruddin, L., & Rahim, N. F. (2015). Studi kandungan logam timbal (Pb) kerang hijau, Perna viridis terhadap indeks kondisinya. Jurnal Lingkungan Indonesia (Vol. III No. 6), 309, 317.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/voc_seminar.v3i1.20734

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed/Abstracted in:

       

 

Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International


Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Jl. Lingkar Tanjungpura, Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat

View My Stats
e-ISSN 3089-3739