ANALISIS KOMPARATIF PEMASARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ANTARA PEMBUDIDAYA DAN NELAYAN DI KABUPATEN SOPPENG
Abstract
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar dengan permintaan yang terus meningkat, baik untuk konsumsi lokal maupun distribusi ke luar daerah. Peningkatan produksi tersebut menuntut sistem pemasaran yang efisien agar keberlanjutan usaha perikanan dapat terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran ikan nila secara komparatif antara pembudidaya dan nelayan di Kabupaten Soppeng. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, melibatkan 27 pembudidaya, 35 nelayan, serta pedagang pengumpul dan pengecer melaluii snowball sampling. Analisis mencakup margin pemasaran, biaya pemasaran, dan efisiensi pemasaran dengan rumus marketing margin dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua bentuk saluran pemasaran, yaitu saluran (I) langsung (produsen–konsumen) dan saluran (II) tidak langsung (produsen–pengumpul–pengecer–konsumen). Biaya pemasaran tertinggi terdapat pada nelayan saluran II sebesar Rp3.249,44/kg, sedangkan biaya terendah pada pembudidaya saluran I sebesar Rp632,8/kg. Margin pemasaran nelayan lebih tinggi (Rp20.000/kg) dibandingkan pembudidaya (Rp5.000/kg). Nilai efisiensi pemasaran <1 menandakan bahwa seluruh saluran tergolong efisien, dengan efisiensi tertinggi pada nelayan sebesar 0,06%. Temuan ini mengindikasikan bahwa saluran pemasaran yang lebih pendek mampu meningkatkan efisiensi dan keuntungan produsen serta memperkuat keberlanjutan usaha perikanan.
Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the most promising freshwater fish commodities with increasing demand for both local consumption and interregional distribution. This growing demand requires an efficient marketing system to ensure the sustainability of aquaculture and capture fisheries. The present study aims to comparatively analyze the marketing system of Nile tilapia between fish farmers and fishermen in Soppeng Regency. The research employed a survey method with a descriptive quantitative approach, involving 27 farmers, 35 fishermen, as well as collectors and retailers selected using snowball sampling. Data analysis covered marketing margins, marketing costs, and marketing efficiency using the marketing margin and farmer’s share formulas. The findings reveal two marketing channels: direct (producers–consumers) and indirect (producers– collectors–retailers–consumers). The highest marketing cost was recorded in fishermen channel II at IDR 3,249.44/kg, while the lowest was in farmers channel I at IDR 632.8/kg. Marketing margins were higher for fishermen (IDR 20,000/kg) compared to farmers (IDR 5,000/kg). Marketing efficiency values were <1, indicating that all channels are efficient, with the highest efficiency found in fishermen’s channels at 0.06%. These results suggest that shorter marketing channels improve efficiency, increase producers’ profitability, and strengthen the sustainability of the fishery sector.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Z., Setiawan, B., & Hakim, A. (2016). Analisis bagian harga yang diterima petani (farmer’s share) pada komoditas pertanian. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(2), 133–143.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng. (2022). Kabupaten Soppeng dalam angka 2022. BPS Kabupaten Soppeng.
Bibin, M., Sulaeman, M. A., Febrian, M. R., & Farhansyah R, M. (2025). Strategi pemasaran ikan nila untuk keberlanjutan unit bisnis perikanan universitas muhammadiyah sidenreng rappang. Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 8(1), 672. https://doi.org/10.30587/jpp.v8i1.9179
Fitria, F. (2022). Pengaruh transportasi terhadap mutu dan harga ikan pada pelelangan di kecamatan wawotobi kabupaten konawe. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 1(4), 285–292. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i4.32
Nadir, M., Rasyid, A., & Zainuddin, A. (2021). Efisiensi pemasaran komoditas perikanan melalui analisis farmer’s share. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 5(4), 250–259.
Pranata, S. A., & Musnaini, M. (2022). Efisiensi pemasaran ikan nila (Oreochromis niloticus) keramba jaring apung sungai batanghari kabupaten muaro jambi. Jurnal Manajemen Terapan Dan Keuangan, 11(03), 554–568. https://doi.org/10.22437/jmk.v11i03.17978
Rabbani, R., Setiawan, I., & Setia, B. (2021). Analisis efisiensi rantai pemasaran ikan nila (suatu kasus di desa ciawang kecamatan leuwisari kabupaten tasikmalaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 8(2), 575. https://doi.org/10.25157/jimag.v8i2.5355
Sisva, J., Vermila, C. W., & Kesambamula, E. (2022). Analisis pemasaran ikan nila (Oreochromis niloticus) Di Desa Titian Modang Kecamatan Kuantan. Jurnal Green Swarnadwipa, 11(3), 419–425.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta
Tenriaruwaty. (2020). Analisis usaha ikan nila di kelurahan balakia kabupaten sinjai. Jurnal Agrominansia, 5 (1).
Unget, S. (2020). Analisis margin dan distribusi pemasaran ikan air tawar di indonesia. Jurnal Perikanan Tangkap, 7(1), 21–29.
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/salamata.v8i1.17047
Diterbitkan Oleh:
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone
Jl. Sungai Musi Km 09, Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Indonesia
Telp/Fax: (0481) 2920204

Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
p-ISSN: 2615-5753
e-ISSN : 2963-6493
Indexed by:
















