HUBUNGAN PENGGUNAAN TRY NET TERHADAP JUMLAH HASIL TANGKAPAN UTAMA JARING HELA UDANG BERKANTONG

Lay Tjarles, Amir Mahcmud Suruwaky, Endang Gunaisah, Rahmatang Rahmatang, Akmal Hidayat

Abstract


Perairan Laut Arafura merupakan sentra utama penangkapan udang di Indonesia, sehingga efisiensi operasi jaring hela udang berkantong menjadi sangat penting mengingat ketidakpastian lokasi stok sering memicu pemborosan bahan bakar, waktu towing, serta meningkatnya risiko bycatch. Penggunaan try net sebagai alat tes awal semakin umum untuk memperkirakan keberadaan dan kepadatan udang sebelum jaring utama dioperasikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara hasil try net dan hasil tangkapan jaring utama serta mengevaluasi bagaimana informasi tersebut memengaruhi pengambilan keputusan nakhoda di lapangan. Penelitian dilakukan secara on board pada KM. Binama 02 di Laut Arafura (Januari–Maret 2024) dengan mengumpulkan 90 pasang data hasil try net dan jaring utama. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menilai hubungan kedua variabel, disertai observasi pola keputusan nakhoda menggunakan pendekatan decision analysis. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif signifikan antara hasil try net dan tangkapan utama (r = 0,642; R² = 0,4127). Persamaan regresi Y = 146,02 + 8,61X mengindikasikan bahwa setiap tambahan satu ekor pada try net berpotensi meningkatkan 8–9 ekor tangkapan utama. Keputusan nakhoda terbagi dalam tiga pola: mempertahankan haluan saat hasil tinggi, mengubah haluan kecil saat hasil menurun, dan putar balik ketika try net kosong. Penelitian ini menegaskan try net sebagai indikator operasional efektif yang meningkatkan efisiensi penangkapan dan mendukung strategi navigasi adaptif dalam pengelolaan perikanan udang secara berkelanjutan.

The Arafura Sea is Indonesia’s primary shrimp fishing ground, making the efficiency of bagged shrimp trawl operations critically important, as uncertainty regarding stock location often leads to fuel waste, extended towing time, and increased bycatch risk. The use of a try net as a preliminary testing gear has become increasingly common to estimate the presence and density of shrimp before deploying the main net. This study aims to analyze the relationship between try-net results and the main trawl catch, and to evaluate how this information influences skippers’ decision-making in the field. The research was conducted on board KM. Binama 02 in the Arafura Sea (January–March 2024) by collecting 90 paired observations of try-net and main-net catches. Simple linear regression analysis was applied to assess the relationship between the two variables, supplemented by observations of skipper decision patterns using a decision-analysis approach. The findings revealed a significant positive correlation between try-net results and main-net catches (r = 0.642; R² = 0.4127). The regression equation Y = 146.02 + 8.61X indicates that each additional shrimp caught in the try net potentially increases the main catch by 8–9 shrimp. Skippers’ decisions were categorized into three patterns: maintaining course when results were high, making minor course adjustments when results declined, and reversing course when the try net yielded no shrimp.


Keywords


Try Net, Jaring Hela udang berkantong, Hasil Tangkapan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/salamata.v7i2.18851

Diterbitkan Oleh:

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Jl. Sungai Musi Km 09, Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Indonesia
Telp/Fax: (0481) 2920204

Creative Commons License
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats

p-ISSN: 2615-5753 

e-ISSN : 2963-6493


Indexed by: