APLIKASI PEMBENIHAN BANDENG DAN KERAPU DI KABUPATEN LAMONGAN

Suko Ismi, Yasmina Nirmala Asih

Abstract


Benih bandeng dan kerapu sudah dapat dipasok dari hasil perbenihan, namun hingga saat ini produksi benih bandeng masih berasal dari pembenihan yang berpusat di Bali, khususnya di Kecamatan Gerogak Kabupaten Buleleng, sedangkan kerapu benih terbanyak berasal dari Bali dan Situbondo. Oleh sebab itu, perlu adanya penyebaran teknologi pembenihan bandeng dan kerapu di beberapa tempat yang mempunyai prospek untuk budidaya agar mempermudah penyediaan benihnya. Aplikasi teknik pembenihan bandeng dan kerapu di Kabupaten Lamongan, diharapkan dapat menyuplai kebutuhan benih untuk budidaya dan akan menjadi suatu usaha yang menguntungkan di masyarakat. Hasil pembenihan nener bandeng diproduksi selama 16-18 hari dengan ukuran panjang total 1,1 cm dengan sintasan rata-rata 77,3%. Benih kerapu diproduksi selama 45-60 hari dengan ukuran sekitar 3 cm. Beberapa benih kerapu yang diproduksi yaitu: kerapu macan sintasan 8,3%; kerapu cantik 11,6%; dan kerapu cantang 12,5%. Dari hasil analisis usaha pembenihan bandeng dan kerapu menghasilkan F/C rasio masih di atas satu yang berarti usaha tersebut
menguntungkan dan teknologinya dapat diterapkan di masyarakat untuk dikembangkan sehingga nantinya dapat tercipta sentra-sentra benih di daerah-daerah potensi budidaya.


Keywords


bandeng, aplikasi, kerapu, pembenihan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats