PHENOTYPIC PLATISITY KUNCI SUKSES ADAPTASI IKAN MIGRASI: STUDI KASUS IKAN SIDAT (Anguilla sp.)

Melta Rini Fahmi

Abstract


Migrasi atau dalam dunia perikanan lebih dikenal juga dengan istilah ruaya merupakan pergerakan suatu spesies pada stadia tertentu dalam jumlah banyak ke suatu wilayah untuk bereproduksi, menemukan makanan serta tempat yang memiliki iklim tepat untuk sintasannya. Proses fisiologi yang berperan penting dalam kesuksesan migrasi adalah mekanisme osmoregulasi dan metabolisme. Proses migrasi pada ikan merupakan respons fisiologis terhadap input internal maupun eksternal yang diterima. Input yang diterima oleh ikan akan menghasilkan tanggapan atau perubahan pada perilaku dan morfologi. Perubahan lingkungan selama migrasi akan memberikan respons terhadap tingkah laku ikan (karakter phenotipik). Perubahan selama proses migrasi meliputi perubahan perilaku dan morfologi. Phenotypic plasticity adalah kemampuan suatu genotif untuk menghasilkan lebih dari satu karakter morfologi, fisiologi, dan tingkah laku dalam merespons perubahan lingkungan. Sehingga respons suatu gen terhadap perubahan lingkungan bisa menggambarkan polymorphism gen tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi adalah faktor internal yang meliputi genetik atau insting, makanan, dan homing atau reproduksi, sedangkan faktor eksternal yaitu, lunar, temperatur, salinitas, dan arus. Migrasi terbagi menjadi migrasi vertikal dan horizontal. Migrasi horizontal lebih dikenal dengan diadromus yaitu pergerakan ikan dari air tawar menuju air payau.


Keywords


phenotipic plasticity, ikan migrasi, ikan sidat (Anguilla sp.)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats