ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI REJOSO, PASURUAN, JAWA TIMUR

Anggraeni Budi Pratiwi, Arief Darmawan, Sulastri Arsad

Abstract


Mangrove yang tumbuh di wilayah-wilayah pesisir memiliki banyak manfaat ekologi, tetapi keberadaannya telah banyak terganggu karena alih fungsi menjadi lahan komersial dan mengalami degradasi. Degradasi mangrove menimbulkan masalah lingkungan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, oleh karenanya perlu pengelolaan yang tepat, salah satunya melalui pengembangan ekowisata. Kasus Ekowisata Mangrove Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan merupakan contoh yang baik terkait hal ini. Berdasar itu, penelitian ini dilakukan di lokasi tersebut dengan tujuan (i) menganalisis kondisi dan potensi kawasan mangrove, dan daya dukungnya bagi pengembangan ekowisata, serta (ii) memberikan rekomendasi pengelolaan dan pengembangannya. Pendekatan yang digunakan adalah metode survei, dengan data yang dikumpulkan melalui sejumlah teknik: (i) pemotretan udara, (ii) sampling mangrove secara bertingkat (stratified), (iii) wawancara, dan (iv) reviu data sekunder. Data dianalisis menggunakan dua pendekatan: (i) indeks kesesuaian wisata (IKW) dan (ii) analisis daya dukung kawasan (DDK). Analisis IKW menunjukkan bahwa: (i) tujuh stasiun berkategori sesuai bersyarat (S3), (ii) dua stasiun memenuhi kriteria sesuai (S2). Artinya, secara keseluruhan Ekowisata Mangrove Patuguran terkategorikan sesuai bersyarat. Analisis DDK menunjukkan bahwa: (i) kegiatan menyusuri mangrove dilakukan oleh 52 orang/hari, (ii) memancing 275 orang/hari, (iii) berekreasi dan berjemur masing- masing 9 orang/ hari. Dari hasil-hasil analisis, penelitian ini merekomendasikan sejumlah hal sebagai berikut: (i) penanaman mangrove dengan spesies yang sudah ada, (ii) mempertahankan kerapatan mangrove, (iii) penambahan jenis mangrove, (iv) mempertahankan objek biota yang menjadikan mangrove sebagai habitatnya, (v) peningkatan aksesibilitas, (vi) perbaikan fasilitas pejalan kaki, (vii) pemberlakuan kuota kunjungan, dan (viii) peningkatan peran pemerintah dan Pokmaswas dalam aspek regulasi dan pengelolaan kawasan.

 

Title: Analysis of Suitability and Carrying Capacity of Mangrove Ecotourism Development in Rejoso, Pasuruan, East Java

Mangroves that grow in coastal areas have many ecological benefits, but their existence has been disrupted due to conversion to commercial land and degradation. Mangrove degradation causes environmental problems and community welfare, therefore, good management practices required where one of it could be achieved through the development of ecotourism. The case of Patuguran Mangrove Ecotourism, Rejoso District, Pasuruan Regency is one of the good example. Based on this condition, the research conducted at the location with objectives: (i) to analyst condition, potential of the mangrove area, and its carrying capacity for ecotourism development, (ii) to provide recommendation for a good management and development. In the research a set of survey with several techniques conducted to obtain data, those were: (i) aerial photography, (ii) stratified mangrove sampling, (iii) interviews, and (iv) secondary data review. Data analyzed by applied two approaches: (i) tourism area suitability index (IKW) and (ii) tourism area carrying capacity analysis (DDK). The IKW analysis shows: (i) seven stations in conditional suitable criteria (S3), (ii) two stations meet the suitable criteria (S2). It means that overall Patuguran Mangrove Ecotourism is categorized as conditional suitable. Analysis of DDK shows that there are: (i) 52 people/day activities along the mangroves, (ii) 275 people/day fishing, (iii) 9 people/day recreation and sunbathing. According to these research, a series of recommendations for Patuguran Mangrove Ecotourism as follow : (i) planting mangroves with existing species, (ii) maintaining mangrove density, (iii) adding mangrove species, (iv) maintaining the biota of the mangrove, (v) increasing accessibility, (vi) improving pedestrian facilities, (vii) enforcing a visit quota, and (viii) increasing the role of the government and Pokmaswas in regulatory and area management aspects.


Keywords


mangrove; ekowisata; indeks kesesuaian wisata; daya dukung kawasan; analisis

Full Text:

PDF

References


Ariwidodo, E. (2014). Relevansi Pengetahuan Masyarakat Tentang Lingkungan Dan Etika Lingkungan Dengan Partisipasinya Dalam Pelestarian Lingkungan. Nuansa, Vol 11(1), 1–20.

Arsyad, L.O.M.N., Statiswaty, Iradat, L.M., Yamin, M., & Sugiyarto. T. (2020). Akurasi Citra Data Foto Udara UAV Quadcopter Persimpangan Lalu Lintas Kota Kendari. Rekayasa Sipil, Vol 14(1), 51–59.

Bibin, M., Vitner, Y., & Imran, Z. (2017). Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Kawasan Pantai Labombo Kota Palopo. Jurnal Pariwisata, Vol 4(2), 94–102.

Butarbutar, D.N.P., Sintani, L., & Harinie, L.T. (2020). Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pemberdayaan Perempuan. Journal of Environment and Management, Vol 1(1), 31–39. doi: 10.37304/ jem.v1i1.1203.

Eddy, S., Mulyana, A., Ridho, M.R., & Iskandar,

I. (2015). Dampak Aktivitas Antropogenik Terhadap Degradasi Hutan Mangrove di Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, Vol 1(3),240–54.

Fandeli, C. (2000). Pengertian dan Konsep Dasar Ekowisata. Yogyakarta, ID: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Hijriati, E., & Mardiana, R. (2015). Pengaruh Ekowisata Berbasis Masyarakat Terhadap Perubahan Kondisi Ekologi, Sosial Dan Ekonomi Di Kampung Batusuhunan, Sukabumi. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, Vol 2(3), 146–59. doi: 10.22500/sodality.v2i3.9422.

Indonesia. 2012. Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2012 tentang Rehabilitasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2012 Nomor 266. Sekretariat Kabinet. Jakarta.

Indonesia. 2014. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5490. Sekretariat Negara. Jakarta.

Indonesia. 2020. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2020 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 6518. Sekretariat Negara. Jakarta.

Indrayanti, Dwi, M., Fahrudin, A., & Setiobudiandi, I. (2015). Penilaian Jasa Ekosistem Mangrove di Teluk Blanakan Kabupaten Subang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Vol 20(2), 91–96. doi: 10.18343/jipi.20.2.91.

Islamy, I. (2019). Penelitian Survei dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris. Japanese Society of Biofeedback Research, Vol 19(5), 463–66.

Korto, J., Jasin, M.I., & Mamoto, J.D. (2015). Analisis pasang surut di pantai nuangan desa iyok boltim dengan metode admiralty. Sipil Statistik, Vol 3(6), 391–402.

Kusmana, C. (2014). Distribution and Current Status of Mangrove Forests in Indonesia. Mangrove Ecosystems of Asia: Status, Challenges and Management Strategies, 37–60. doi: 10.1007/978- 1-4614-8582-7.

Leksono, S.M., Syachruroji, A. & Marianingsih P. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Biologi Konservasi Berbasis Etnopedagogi. Jurnal Kependidikan, Vol 45(2),168–83.

Lio, F.X.S., & Stanis, S. (2018). Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Hutan Mangrove Di Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang. Jurnal Kawistara, Vol 7(3), 226. doi: 10.22146/ kawistara.17150.

Masiyah, S., & Sunarni. (2015). Komposisi jenis dan kerapatan mangrove di Pesisir Arafura Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, Vol 8(1), 60. doi: 10.29239/j.agrikan.8.1.60-68.

Noor, Y.R., Khazali, M. & Suryadiputra, I. N. N. (1999). Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-P. Bogor, ID.

Nugraha, H.P., Indarjo, A. & Helmi, M. (2013). Studi Kesesuaian Dan Daya Dukung Kawasan Untuk Rekreasi Pantai Di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Diponegoro Journal of Marine Research, Vol 2(2), 130–39. doi: 10.14710/jmr. v2i2.2474.

Nugroho, T.S., Fahrudin, A., Yulianda, F & Bengen,

D.G. (2019). Analisis Kesesuaian Lahan Dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove Di Kawasan Mangrove Muara Kubu, Kalimantan Barat. Journal pf Natural Resources and Environmental Management, Vol 9(2), 483–97. doi: 10.29244/ jpsl.9.2.483-497.

Nutriawani, R., Nurdjali, B. & Nugroho, J. (2017). Sikap Masyarakat Dusun Pasir Laut terhadap Keberadaan Hutan Mangrove di Dusun Pasir Laut Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, Vol 5 (2), 418–24.

Oruh, S., & Nur, H. (2021). Perilaku Masyarakat Pesisir di Hutan Mangrove Desa Balangdatu. Phinisi Integration Review, Vol 4(2), 292–300.

Poedjirahajoe, E., Sulistyorini, I.S. & Komara, L.L. (2019). Mangrove conservation land suitability analisys based on environmental carrying capacity in Lombok Bay East Kalimantan, Indonesia. Journal of Environmental Treatment Techniques, Vol 7(4), 717–21.

Provinsi Jawa Timur. 2018. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jawa Timur Tahun 2018-2038. Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 Nomor 1 Seri D. Jawa Timur.

Rini, Setyobudiandi, I. & Kamal, M. (2018). Kajian Kesesuaian, Daya Dukung dan Aktivitas Ekowisata di Kawasan Mangrove Lantebung Kota Makassar. Jurnal Pariwisata, Vol 5(1), 1–10. doi: 10.31311/par.v5i1.3179.

Rodiana, L., Yulianda, F. & Sulistiono. (2019). Kesesuaian Dan Daya Dukung Ekowisata Berbasis Ekologi Mangrove Di Teluk Pangpang, Banyuwangi. JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research, Vol 3(2), 77–88. doi: 10.21776/ ub.jfmr.2019.003.02.10.

Surinati, D. (2007). Pasang Surut dan Energinya. Oseana XXXII(1),15–22. doi: 10.1109/ICHI.2018.00101.

Wardhani, M.K. (2011). Kawasan Konservasi Mangrove: Suatu Potensi Ekowisata. Jurnal Kelautan, Vol 4(1), 60–79.

Winata, A., & Yuliana, E. (2010). Peran Masyarakat Pesisir Dalam Penerapan Strategi Konservasi Sumberdaya Laut (Kasus Di Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi). Jurnal Matematika, Vol 11, 122–32.

Winata, A., Yuliana, E., Hewindati, Y.T. & Djatmiko,

W.A. (2020). Assessment of Mangrove Carrying Capacity for Ecotourism in Kemujan Island , Karimunjawa National Park , Indonesia. AES Biofux, Vol 12(1), 83–97..




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v12i1.10441

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

 

Published by

Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.