KEBIJAKAN ANTISIPATIF DALAM MENGHADAPI DINAMIKA HARGA BBM PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP

Siti Hajar Suryawati, Andrian Ramadhan, Achmad Zamroni, Agus Heri Purnomo

Abstract


Mengingat bahwa kenaikan ketersediaan energi alternatif belum dapat mengimbangi
penurunan stok energi fosil, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tak terhindarkan.
Kenaikan harga BBM tersebut diperkirakan memberikan dampak negatif terhadap biaya operasional
usaha perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan. Makalah ini bertujuan untuk: menganalisis
keragaan usaha perikanan tangkap, menganalisis dampak kenaikan harga BBM terhadap usaha
perikanan tangkap, dan merumuskan strategi kebijakan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga
BBM untuk jangka pendek dan menengah pada usaha perikanan tangkap. Untuk analisis-analisis ini,
dipergunakan data-data sekunder yang diperoleh dari tiga sumber utama, yaitu statistik perikanan
tangkap, laporan-laporan terkait penggunaan BBM pada kapal perikanan dan laporan-laporan dampak
kenaikan harga BBM pada periode sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan: (1) Kenaikan harga BBM
berdampak secara langsung proses produksi, distribusi dan konsumsi usaha perikanan; (2) Pelaku
usaha perikanan melakukan usaha adaptasi dalam bentuk inovasi pembiayaan, pengurangan operasi
kegiatan penangkapan, penggunaan kapal pengangkut dan penjualan langsung yang memberikan
dampak lanjutan terhadap penurunan produksi dan penurunan pendapatan; (3) Strategi kebijakan
yang dapat dipertimbangkan adalah: pertama, mendorong dan mempromosikan penggunaan energi
alternatif; kedua, mempertimbangkan daerah over fishing sebagai daerah konservasi; ketiga, penjaminan
harga ikan berkualitas; dan keempat, peningkatan kapasitas sarana dan prasarana untuk penanganan
pasca panen. Kebijakan di hilir seperti penjaminan harga ikan berkualitas dan pengadaan sarana dan
prasarana untuk penanganan pasca panen direkomendasikan sebagai kebijakan kreatif yang dapat
memberikan dampak positif kepada pelaku usaha perikanan dan kinerja usaha perikanan secara umum.

Title: Policy Anticipation to Cope With Fuel Price Dinamics in
Capture Fisheries

Due to the fact that the accumulating rate of alternative energies has not compensated the
decrease in stock of fossil energy, fuel price increased are unavoidable. Fuel price increases are
expected to bring negative impacts onoperationa costs of capture fisheries, aquaculture as well as fish
processing. This paper aims to : (1) analyze the status of capture fisheries, (2) the impact of fuel price
increased on capture fisheries activity and (3) formulate policy strategies to anticipate the impacts of
fuel price increased in the near future and long temperiod. This analysis used secondary data that have
collected from three main sources, namely Capture Fisheries Statistics, fuel consumption documents
of fishing vessels and reports on the impact fuel price increase of past period. Results shows that: (1)
Fuel price increase impacts directly affected to production process as well as productsdistribution and
consumption; (2) Fishing vessel operators adapted to the situation through various approaches including financial innovation, reduction in fishing activities, deploying carrier vessels, and carrying out direct selling; (3) Policy
strategy options consist on several points: firstly, promoting the alternative energy;secondly, converting overexploited
fishing grounds into conservation areas;thirdly, imposing quality –based pricing policies; and fourthly, increasing the
capacity of post-harvest handlingfacilities and infrastructure. Downstream policies such as price guaranty based on
fish quality and provision of post-harvest facilities and infrastructure are considered as creative policies, which can
positively impact on fisheries performance.


Keywords


kebijakan; bahan-bakar minyak; nelayan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v3i2.327

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network