PENGELOLAAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT PESISIR PULAU PANJANG SERANG, BANTEN

Permana Ari Sujarwo, Widitya Putri Fitriyanny

Abstract


Budidaya rumput laut merupakan salah satu matapencaharian yang potensial di wilayah pesisir Pulau Panjang. Oleh karena itu kegiatan ini harus dikelola secara optimal dari berbagai dimensi diantaranya yaitu dimensi lingkungan, teknologi, sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan usaha budidaya rumput laut yang berkelanjutan dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dominan dari kondisi aktual pada komponen kekuatan yaitu kesesuaian perairan untuk budidaya rumput laut dan keterlindungan perairan dengan skor 0,80. Sedangkan pada komponen kelemahan atribut yang paling dominan yaitu keterbatasan modal dengan skor 0,20 dan atribut sarana pengeringan rumput laut dengan skor 0,02. Komponen peluang atribut yang paling dominan yaitu peningkatan pendapatan pembudidaya dan potensi pasar rumput laut dengan skor 0,80. Sedangkan komponen ancaman atribut yang paling dominan yaitu pencemar logam berat dengan skor 0,20 dan pencemar limbah domestik dengan skor 0,10. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan keberlanjutan budidaya rumput laut di Pulau Panjang berada pada kuadran 1 strategi SO (maxi-maxi strategy). Strategi pengelolaan keberlanjutan budidaya rumput laut dapat dilakukan dengan meningkatkan kerjasama dengan industri pengolahan, melakukan pembinaan dan pengawasan pemilihan material serta teknik budidaya rumput laut yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, meningkatkan pengolahan pasca panen, memperkuat pembinaan dan bimbingan teknis bagi pembudidaya dalam memilih bibit rumput laut berkualitas tinggi serta memperkuat kebijakan mengenai ketersediaan jaminan modal usaha melalui pengembangan sistem peminjaman modal dengan syarat yang mudah dan bunga yang ringan untuk pembudidaya.

Title: The Sustainable Seaweed Farming Management  For Coastal Community In Pulau Panjang, Serang Banten

Seaweed farming is one of the potential livelihood in coastal area of Pulau Panjang. Therefore this activity must be managed optimally from several dimensions such as environment, technology, social and economic. This study aimed to determine the strategy of sustainable seaweed farming management by using SWOT. The result showed that the most dominant attributes in actual condition on strength component were water suitability water for seaweed farming and protection level of sea water with score 0.80. While in the weakness component, the most dominant attributes were limited capital with score 0.20 and seaweed drying facilities with score 0.02. For opportunities component, the most dominant attributes were the increase of seaweed farmer income and  potential of seaweed market with score 0.80. While in the threat component, the most dominant attributes were heavy metal pollution with score 0.20 and domestic waste pollutan with score 0.10. This study showed that strategy of sustainable seaweed farming management was located in quadrant 1 SO (maxi-maxi strategy). Strategy of sustainable seaweed farming management can be conducted by increased the cooperation between processing industry, development and control of material and farming technique selection that appropriate with Indonesia National Standard, increased post harvesting processing, strengthened development and technical guidance for seaweed farmer to choose a high quality seaweed seeds and strengthened policy about availability of capital guarantee through development of capital loan system with easy requirements and low interest for seaweed farmer.

 

 


Keywords


keberlanjutan; Pulau Panjang rumput laut; strategi; SWOT

Full Text:

PDF

References


Blankenhorn, S. U. 2007. Seaweed farming and artisanal fisheries in an Indonesian seagrass bed–Complementary or competitive usages. [PhD thesis]: Faculty 2 Biology / Chemistry. University Bremen.

Badan Pusat Statistik. 2015. Kabupaten Serang Dalam Angka, 2015.

David, F. R. 2007. Manajemen Strategis. Edisi 9. Jakarta, PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten. 2015. Buku DKP Dalam Angka 2014. Banten. DKP Provinsi.

Food and Agricultural Organization (FAO). 2014. The State of World Fisheries and Aquaculture 2008. Food And Agriculture Organization Of The United Nations. Rome.

Hilmi, F. Y., Cokrowati, N., dan Farida, N. 2013. Pengaruh Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum Pada Budidaya dengan Metode Rawai. Jurnal KELAUTAN, 6, (1).

Hurtado Anicia Q., Grevo, S., Gerung., Yasir, S., dan Critchley, A. T. 2014. Cultivation of tropical red seaweeds in the BIMP-EAGA region. Springer. Journal Applied Phycology, 26, 707–718

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2014. Kajian Dampak Penambangan Pasir Laut Pantai Utara Banten Untuk Reklamasi Teluk Jakarta Terhadap Sumberdaya Laut Dan Pesisir. Jakarta, Laporan Penelitian Balitbang Kelautan dan Perikanan.

Marzuki, M. 2014. Desain Pengelolaan Budidaya Laut Berkelanjutan di Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa. Bogor, [Disertasi]: Program Pascasarjana IPB.

Michel De San. 2012. The Farming of Seaweed- Implementation of a Regional Fisheries Strategy For The Eastern-Southern Africa and India Ocean Region. Report/Rapport 10th European Development Fund.

Neish, I. C. 2013. Social and economic dimensions of carrageenan seaweed farming in Indonesia. Fisheries and Aquaculture Technical Paper. No 580, 61-89.

Rangkuti, F. 2006. Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Sallata, E. A. 2007. Kajian Potensi Sumberdaya Untuk Pengelolaan Budididaya Rumput Laut dan Ikan Kerapu di Wilayah Pesisir Kecamatan Ampibabo, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tenggara. Bogor, Skripsi, Institut Pertanian Bogor

Simanjuntak, M. 2012. Kualitas Air Ditinjau Dari Aspek Hara, Oksigen Terlarut Dan pH di Perairan Banggai. Sulawesi Tengah, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4, 290-303.

Setyaningsih, H., K. Sumantadinata dan N. S. Palupi. 2012. Kelayakan Usaha Budi Daya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii dengan Metode Longline dan Strategi Pengem-bangannya di Perairan Karimunjawa. Manajemen IKM, 7, 131-142.

Soejarwo, P. A. 2016. Penerapan RAPFISH Dalam Penilaian Kebelanjutan Budidaya Rumput Laut Di Kawasan Pesisir Pulau Panjang Serang, Banten. Bandung, [Tesis]: Program Magister Teknik Lingkungan, ITB.

Sunadji, M.S., A. Tjahjono dan H. Riniwati. 2014. Development Strategy of Seaweed Aquaculture Business in Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. Journal of Aquacultural Studies. Vol. 2, No.1 27-39.

Valderrama, D., J. Cai, N. Hishamunda dan N. Ridler. 2013 : Social And Economic Dimensions Of Carrageenan Seaweed Farming. Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 580, pp 204.

Food and Agricultural Organization (FAO). www.fao.org. Handbook on Eucheuma seaweed cultivation in Fiji. Diakses pada tanggal 10 Desember 2015.

Yusuf, R. N., Niartiningsih, A. dan Rani, C. 2010. Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii (Doty) Doty Di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Makassar, [Tesis]: Manajemen Lingkungan, Pengelolaan Lingkungan Hidup. Universitas Hasanuddin.

Zahro, A. F. dan Suprapto. 2015. Penentuan Timbal (Pb), Kadmium (Cd) dan Tembaga (Cu) Dalam Nugget Ikan Gabus (Channa Striata)-Rumput Laut (Eucheuma Spinosum) Jurnal Sains Dan Seni ITS Surabaya. (4).

Zamroni, A. dan M. Yamao. 2013. An assessment of farm-to-market link of Indonesian dried seaweeds: Contribution of middlemen toward sustainable livelihood of small-scale fishermen in Laikang Bay. African Journal of Agricultural Research, 8, 1709 – 1718.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v6i2.3326

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network