PENGARUH KEBIJAKAN PERUBAHAN TARIF IMPOR TERHADAP KINERJA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN

Mira Mira, subhechanis Saptanto

Abstract


Adapun tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh kebijakan perubahan tarif impor terhadap kinerja sektor kelautan dan perikanan. Data dari tabel Input dan Output dianalisis dengan menggunakan computable general equilibrium mode (CGE).  Simulasi dilakukan dengan Focus Group Discussion, pertama menggunakan tarif impor yang berlaku saat ini untuk produk perikanan yaitu sebesar 5%, kedua menggunakan tarif impor 10 persen jika tarjadi peningkatan tarif, dan ketiga menggunakan tarif 0 % dimana terjadi penurunan tarif impor karena kesepakatan kerjasama regional (Masyarakat Ekonomi Asean). Akibat pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (kebijakan penurunan tarif impor) terhadap kinerja makro sektor kelautan dan perikanan meningkatkan pendapatan pemerintah (GDP) sebesar 0.009%, dan peningkatan ekspor 0.040%. Kebijakan penurunan tarif impor akibat pemberlakukan MEA hanya berpengaruh negatif pada indikator neraca pembayaran, dimana penurunan tarif impor menyebabkan penurunan neraca pembayaran 0.070%. Kebijakan penurunan tarif impor  meningkatkan nilai tambah  produk TTC, patin, kerapu, dan garam, masing-masing sebesar 0.047%, 0.004%, 0.003%, dan 0.039%. Selain itu, kebijakan penurunan tarif impor akibat pemberlakukan MEA menyebabkan ekspor TTC naik sebesar 3.367%., sedangkan impor perikanan ikan kering dan ikan olahan naik secara signifikan menjadi 11.498% dan 11.010%.  Sebaliknya kebijakan peningkatan tarif impor (dalam hal ini menjadi sebesar 10%) maka membuat penurunan pada output ikan kering dan ikan olahan  impor masing-masing turun adalah sebesar 18.502% dan -17.873%. Kebijakan peningkatan tarif impor malah menyebakan peningkatan input produksi untuk ikan olahan dan ikan kering dimana masing-masing sebesar 32% dan 34,5%. Dampak kebijakan peningkatan tarif impor terhadap input produk olahan selaras dengan tujuan kebijakan pengenaan tarif impor untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, maka diharapkan pemerintah masih mengenakan tarif impor terutama untuk komoditas yang memiliki daya saing.

Title: Effect of Import Tariff Change Policy On Marine and Fisheries Sector Performance

This research was aimed to analyze the effect of import tariff change policy on marine and fisheries sector performance. Data was collected from Input and Output tables anddata analyzed using Computable General Equilibrium method (CGE). The simulation was conducted by Focus Group Discussion approach method, first simulation using current import tariff for fisheries product 5%, secondly using import tariff of 10% if there is increase ofimport tariff, and third using tariff 0% where there is decrease of import tariff because agreement of regional cooperation ASEAN Economic Community. As a result of the implementation of the ASEAN Economic Community (import tariff reduction policy) on the macro performance of marine and fisheries sector increased government revenue (GDP) by 0.009%, and 0.040% export increase. The import tariff reduction policy due to the imposition of the MEA only negatively affects the balance of payments indicator, where the decline in import tariffs leads to a 0.070% decrease in the balance of payments. The import tariff reduction policy increases the added value of TTC (tuna alike), catfish, grouper and salt products by 0.047%, 0.004%, 0.003% and 0.039% respectively. In addition, the import tariff reduction policy due to the introduction of the MEA caused TTC exports to increase by 3.367%, while dry fish and fish processing imports increased significantly to 11.498% and 11.010%. On the contrary, the policy to increase import tariff (in this case become 10%), the decrease of dried fish and imported fishes decreased by 18.502% and -17,873% respectively. The policy to increase import tariffs led to increased production inputs for processed fish and dried fish which were 32% and 34.5%, respectively. The impact of the policy on increasing import tariffs on refined product inputs is in line with the objective of import tariff policy to increase commodity-added value, it is expected that the government still impose import tariffs, especially for competitively priced commodities.


Keywords


Tarif; impor; CGE; kinerja; nilai tambah

Full Text:

PDF PDF

References


Aprianto, E. 2006. Peramalan Dampak Kebijakan Tarif Impor Beras Terhadap Kesejahteraan Pelaku Ekonomi Perdagangan Beras di Jawa Timur. Skripsi. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Jember.

Devarajan, S., J. D. Lewis, and S. Robinson. 1990. Policy Lessons from Trade-Focused, Two-sector Models . Journal of Policy Modeling, 12(4): 625-57

Dixon, P.B., B.R. Parmenter, J. Sutton,and D.P. Vincent. 1982. ORANI: A Multisectoral Model of the Australian Economy. North Holland, Amsterdam.

Hulu, E. 1995. Tipologi Model Komputasi Keseimbangan Umum. Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Vol. XLIII, No. 1.

Kariyasa, K. 2003. Dampak Tarif Impor dan Kinerja Kebijakan Harga Dasar Serta Implikasinya Terhadap Daya Saing Beras Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. 1 (4):315-330.

Kasan, 2011. Dampak Liberalisasi Perdagangan Sektor Pertanian Terhadap Makro dan Sektoral Ekonomi Indonesia:Pendekatan Model Ekonomi Keseimbangan Umum. Buletin Ilmiah Perdagangan. 5 (2):123-147

Nicholson, W. 2002. Teori Ekonomi Mikro: Prinsip dan Pengembangannya. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Oktaviani, R. 2011. Model Ekonomi Keseimbangan Umum: Teori dan Aplikasinya di Indonesia. Bogor. IPB Press.

Robinson, S. 1989. Multisectoral Models. Handbook of Development Economics. Vol. II. Edited by H. Chenery, H., and Srinivassan, T.N. Elseiver Publisher, B.V.

Sadoulet, E. and A. de Janvry. 1995. Quantitative Development Policy Analysis. The Jhon Hopkins University Press, London.

Taufikurohman, M. R. 2012. Dampak Kebijakan Fiskal pada Sektor Pertanian terhadap Ekonomi, Tenaga Kerja Pendapatan dan Kemiskinan. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wangke, H. 2014. Peluang Indonesia Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Info Hubungan Internasional 4 (10):5-8

Wibowo, P.M. 2009. Dampak Perdagangan Bebas ASEAN-China terhadap Kinerja Ekonomi Indonesia Khususnya Sektor Pertanian dan Kebutanan: Analisis Simulasi Jangka Panjang. Disertasi. Tidak dipublikasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Winardi, W. 2013. Dampak Pembatasan Impor Hortikultura Terhadap Aktivitas Perekonomian, Tingkat Harga, dan Kesejahteraan. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan 1 (3):21-41.

Yonariza, dan Mahdi. 2013. Potensi Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Terhadap Sektor Pertanian. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Andalas. Padang.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v7i1.5745