KINERJA EKSPOR TUNA INDONESIA : SUATU PENDEKATAN ANALISIS BAYESIAN

Risna Yusuf, Freshty Yulia Arthatiani, Hertria Maharani

Abstract


Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui strategi penetrasi pasar tuna di pasar tujuan ekspor utama Indonesia. Penelitian berlangsung pada bulan March – Juli 2014 dengan metode pengumpulan data berupa studi literatur, survey dan wawancara ke informan kunci. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan bayesian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar tuna Indonesia dominan ke pasar Jepang sebesar 54%, diikuti pasar USA 24% dan pasar UE 23%. Selanjutnya komoditas dominan yang diperdagangkan adalah Tuna Kaleng dengan probabilitas sebesar 54%, yang diikuti Tuna Segar sebesar 26% dan Tuna beku sebesar 24%. Untuk daerah ekspor, lokasi ekspor dengan probabilitas tertinggi berasal dari Jakarta yaitu sebesar 49%, diikuti Surabaya sebesar 36% dan Bitung sebesar 15%. Sedangkan lokasi ekspor tersebut mendapat pasokan dari berbagai daerah. Ketiga lokasi ekspor berasal dari enam daerah dengan probabilitas Jakarta (14%), Sukabumi (21%), Jawa Timur (4%), Bitung (19%), Maluku (14%) dan Bali (26%). Pada level ini armada penangkapan yang dominan digunakan untuk ekspor tuna terdiri dari armada motor tempel (22%), dengan menggunakan jenis alat tangkap tuna handline (31% ) sebagai alat tangkap yang dominan. Oleh karena itu, untuk menjaga dan mempertahankan konsistensi kinerja tuna Indonesia, diperlukan suatu strategi pemasaran yang tepat yaitu strategi penetrasi pasar dimana pada strategi ini diperlukan berbagai  upaya yang tepat agar market share perikanan tuna Indonesia terus meningkat. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan aspek penelusuran bahan baku tuna dengan memperhatikan daerah baik daerah yang mengekspor maupun daerah asal ikan tersebut ditangkap dan jumlah armada serta alat tangkap yang digunakan dalam proses penangkapan tuna Indonesia disamping upaya-upaya lain dari sisi hulu sampai hilir. 

Title: Performance of export tuna indonesia: A bayesian analysis approach

The purpose of this study was to determine the opportunity of Indonesian tuna in the main export markets. The study held in March -July 2014, with data collection methods such as desk study, surveys and interviews with key informants. Data collected consist primary and secondary data. Secondary data obtained from various government agencies and local institutions that related to the field fisheries are statistical data commodity export volume tuna, the policy related to tuna commodities data. Data analysis done by using bayesian approach. Results of the study showed that dominant Indonesia tuna market are Japan (54 %), followed by the USA (24 %) and the EU (23 %). The major trading are Tuna Cans with probability of 54 %, which followed Fresh Tuna 26% and Tuna canning 24 %. For the region exports, location exports with highest probability came from Jakarta that is equal to 49 %,  followed by Surabaya 36% and Bitung  15 %. This location export was getting supply from various areas. The three location exports came from six districts with probability from Jakarta (14 %), Sukabumi (21 %), East Java (4 %), Bitung (19 %), Maluku (14 %) and Bali (26 %).  In this level, a dominant fishing vehicle used for the export tuna consists of fleet outboard motors (22%), using fishing equipment type of tuna handline (31% ) as fishing equipment dominant. Therefore, to maintain the consistency of Indonesia's tuna performance, an appropriate marketing strategy is needed, which is a market penetration strategy in which this strategy is required to make appropriate efforts to increase the market share of Indonesia’s tuna. One of the efforts is by doing traceability  aspect of tuna raw material by paying attention to the area of both exporting area and the origin of area, the number of vehicle  and fishing gear used in order to catch tuna. 


Keywords


peluang pasar; ekspor; tuna; Model bayesian

Full Text:

PDF

References


Comtrade. 2014. Data Base Ekspor Tuna Indonesia Terhadap Ekspor Tuna Dunia PadaTahun 2001-2013. UN Comtrade

Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. 2013. Statistik Ekspor Hasil Perikanan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, 2014. Statistik Ekspor Hasil Perikanan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. 2013. Statistik Perikanan Tangkap. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Dwiyitno, 2009. Implementasi Sistem Ketertelusuran Pada Produk Perikanan. Squalen.Vol.4 no.3 Desember 2009.

FishStat Data.2011. Global Fish Commodity Production and Trade. Food and Agriculture Organization of The United Nations

Jeynes E.T. 1995. Probability Theory: The Logic of Science. Washington University, USA.

Lestari, Wiji. 2012. Analisis Dan Strategi Peningkatan Daya Saing Tuna Olahan Indonesia Di Pasar Internasional. Magister Profesional/ Program Studi Industri Kecil Menengah. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Liu, J.J and S.G. Shang. 2012. Application of the Bayesian Decision-Making. DOI: 10.7763/IPEDR: 50-54.

Nikijuluw, V. 2014. Penggunaan Model Peluang Bayesian Untuk Analisis Forensik Pemasaran: Konsep Teoritis dan Aplikasi Data Hipotetik. Jakarta

Preatin, Kresnayana Yahya, Yos Rusdiansyah. 2007.Analisis Survival Dengan Pendekatan Bayesian Untuk Memodelkan Ketahanan Program KB Pada Individu Ibu di Indonesia Tahun 2007. http://digilib.its.ac.id/public/ITSMaster-8861-1308201035-Paper.pdf

Rossi, Peter E. 2002. Bayesian in Statistic and Marketing. Fisher College of Business Ohio State University. Ohio.

Sunoto. 2010. Rantai Nilai Value Chain Peningkatan Produksi Perikanan dengan Konsep Minapolitan. Bahan Presentasi (tidak dipublikasikan).

Syamsudin, M. 2011. Teorema Bayes. Industrial and Financial Mathematics FMIPA ITB &Financial Modeling, Optimization and Simulation (FinanMOS) ITB. Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v7i1.5746

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network