POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDI DAYA DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Nensyana Shafitri, Permana Ari Sujarwo

Abstract


Perikanan budi daya merupakan salah satu mata pencaharian yang sangat potensial di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas. Oleh karena itu kegiatan ini harus mampu dikembangkan secara optimal dari berbagai sisi di antara dari sisi lingkungan, pasar, masyarakat dan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan perikanan budi daya di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan menggunakan SWOT dan Quantitatif Strategic Plan Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling berpengaruh dari komponen kekuatan yaitu pelaku usaha budi daya dengan skor 0,825 dan kualitas sumberdaya perairan dengan skor 0,795. Sedangkan pada komponen kelemahan atribut yang paling berpengaruh yaitu kendala hama dan penyakit dengan skor 0,171 dan belum adanya Balai Benih Ikan dengan skor 0,133. Komponen peluang atribut yang paling dominan yaitu peluang pasar yang masih terbuka dengan skor 1,607 dan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dengan skor 1,160. Sedangkan komponen ancaman atribut yang paling berpengaruh yaitu belum adanya kelembagaan permodalan dengan skor 0,128 dan terbatasnya infrastuktur akses produksi dengan skor 0,013. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi SWOT masuk pada kuadran 1 Strategi SO (maxi-maxi strategy). Sementara itu hasil QSPM menjelaskan bahwa langkah-langkah prioritas strategi dalam pengembangan usaha perikanan budi daya di Kabupaten Kepulauan Anambas dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi dan sarana prasarana dalam mendukung perikanan budi daya, meningkatkan potensi peluang pasar serta melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam usaha perikanan budi daya.

 

Title: Potential and Opportunity of Fishery Development in Anambas Islands District

Aquaculture is one of the most potential livelihoods in the Anambas Islands Regency. Therefore, this activity should be able to be developed optimally from various side in between environment, market, society and infrastructure.This study aims to determine the strategy of aquaculture development in Anambas Islands Regency by using SWOT and Quantitative Strategic Plan Matrix (QSPM). The result shows that the most influential attributes of the power component are cultivators with a score of 0.825 and the quality of water resources with a score of 0.795. Meanwhile the components of attribute weaknesses which very influential are pest and disease constraints with a score of 0.171 and there is no Fish Seed Institution with a score of 0.133.The most dominant component of attribute opportunity is the open market opportunity with the score of 1.607 and the type of fish that has a high economic value with a score of 1,160. Whereas the components of the most influential attribute threats is the absence of institutional capital with a score of 0.128 and the limited access to production infrastructure with a score of 0.013.This research indicates that SWOT strategy entered in quadrant 1 Strategy of SO (maximaxi strategy). Mean while QSPM results explain that the strategic priority steps in the development of aquaculture business in Anambas Islands Regency is done by optimizing technology and infrastructures in supporting aquaculture fishery, increasing the potential of market opportunity and also improving human resource capacity in cultivation aquaculture business.


Keywords


Kabupaten Kepulauan Anambas; perikanan budidaya; QSPM; SWOT

Full Text:

PDF

References


Anonimous. 2005. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 78 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar.

Anonimous. 2015. Kepulauan Anambas Dalam Angka 2015.Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas. Kabupaten Kepulauan Anambas.

Anonimous. 2015. Pengelolaam dan Investasi Di Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Anambas. Kabupaten Kepulauan Anambas.

Anonimous. 2016. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 32/ PERMEN-KP/2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 15/PERMEN-KP/2016 Tentang Kapal Pengangkut Ikan Hidup.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 2014. www.bappenas.go.id. Isu Strategis dan Permasalahannya. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.

Badan Pusat Statistik. 2015. Kabupaten Kepulauan Anambas Dalam Angka. BPS. Kabupaten Kepualan Anambas. Kepulauan Riau.

Cao, L., W. Wang, Y. Yang, C. Yang, Z. Yuan, S. Xiong and J. Diana. 2007. Environmental impact of aquaculture and countermeasures to aquaculture pollution in China. J Environmental Science in Pollution Res 14 (7): 452 – 46.

David, F. R. 2013. Strategic Management: A Competitive Advantage Approach 14th ed. Upper Saddle River NJ : Pearson/ Prentice Hall.

Edrus, I. N., R. S. Sasanti, Dirhamsyah, Sarmintohadi dan W. Ari. 2012. Pedoman Survei Populasi Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus Ruppell 1835). Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis

Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Evalawati, M., Meiyana dan T. W. Aditya. 2001. Biologi Kerapu. Departemen Kelautan Dan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya , Balai Budi daya Laut, Lampung. Hal.3-7.

Food and Agricultural Organization (FAO). 2016. Market Competition Between Farmed And Wild Fish: A Literature Survey. Food AndAgriculture Organization Of The United Nations. Rome.

Fris, J. dan Des Roza, 2009. Kasus infeksi irido pada benih ikan kerapu pasir, Epinephelus corralicola di hatchery.Jurnal Perikanan (J. Fish . Sci.) XI (1): 8-12.

Kadi, A. 2009. Makroalgae di Paparan Terumbu Karang Kepulauan Anambas. Jurnal Natur Indonesia 12 (1), hal. 49-53.

Keputusan Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya.

Petunjuk Teknis Balai Benih Ikan (BBI), Balai Benih Ikan Sentral (BBIS), Balai Benih Udang (BBU), Balai Benih Udang Galah (BBUG), dan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP). Kementerian Kelautan Dan Perikanan. Jakarta.

Langkosono. 2007. Budi daya Ikan kerapu (Serranidae) dan Kualitas Perairan. Neptunus, Vol. 14, No. 1: 61-67.

Paruntu, C. P. 2015. Budi daya Ikan Kerapu (Epinephelus tauvina Forsskal, 1775) dan Ikan Beronang (Siganus canaliculatus Park, 1797) dalam Keramba Jaring Apung dengan Sistim Polikultur.

Jurnal Budi Daya Perairan Januari 2015. Vol. 3 No. 1: 1-10.

Phillips, M., P. J. G. Henriksson, N. Tran, C. Y. Chan, C. V. Mohan, U-P. Rodriguez, S. Suri, . Hall dan S. Koeshendrajana. 2016. Menjelajahi Masa Depan Perikanan Budi Daya Indonesia. Worldfish

Laporan Program: 2016-02.

Puspitasari, A. T. T., Amron, Syawaludin dan Alisyahbana. 2016. Struktur Komunitas Karang Berdasarkan Karakteristik Perairan di Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas. Omni Akuatika, 12 (1): 55–72, 2016.

Rangkuti, F. 2015. Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis: Cara Hitung, Bobot, Rating dan

OCAI. Jakarta : KOMPAS Gramedia.

Soemodinoto, A., D. Asril dan M. M. Jurianto. 2013. Budi daya Ikan Napoleon Oleh Masyarakat di Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau: Evolusi Kegiatan, Jejaring Pembudidaya dan Kelayakan Usaha. Makalah Laporan Pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Perikanan Marine Rapid Assesment Program (MRAP) Taman Wisata Perairan Anambas, 4-31 Mei 2012. 26 hal. Conservation International Indonesia. Jakarta.

Team FME. 2013. SWOT Analysis Strategic Skills. http:// www.free-management-ebooks.com/dldebk-pdf/ fme-swot-analysis.pdf Diunduh 15 November 2017.

Triana, S. H. 2010. Analisis Fragmen DNA Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) yang Tahan dan Rentan terhadap Bakteri Vibrio alginolyticus.Jurnal ILMU DASAR, Vol. 11 No.1: 8-16.

Valentin, E. K. 2001. SWOT Analysis from a Resource-Based View. Journal of Marketing Theory and Practice. Vol. 9, No. 2 : 54-69.

Yunizar. 2013. Strategi Pengembangan Wilayah Melalui Pendekatan Minapolitan Di Kabupaten Kepulauan Anambas. Thesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Zafran, I. Koesharyani dan K. Yuasa. 1997. Parasit Pada Ikan Kerapu di Panti Benih dan Upaya Penanggulangannya. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Vol. III(4):16-23.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v7i2.6097

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network