ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN TANGKAP (Studi Kasus: Kota Kendari)

Deshinta Vibriyanti

Abstract


Sumber daya perikanan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan. Namun pada kenyataannya belum mampu membuat nelayan keluar dari jeratan kemiskinan. Pendapatan yang bersifat tidak pasti membuat keberlanjutan profesi sebagai nelayan tangkap menjadi terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan dan pengelolaan sumber daya perikanan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.  Pengumpulan data primer di lakukan pada bulan Mei tahun 2015 di desa Purirano dan Bungkutoko dengan mewawancarai 200 responden di tingkat rumah tangga. Data primer diperoleh juga melalui  Focus Group Discussion (FGD). Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka.  Analisis data dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan rumah tangga sampel perbulan di kedua lokasi Rp2.307.863. Pendapatan rata-rata  di Kelurahan Purirano Rp3.094.803 lebih tinggi dari pendapatan di Kelurahan Bungkutoko sebesar Rp1.981.209. Rata-rata pendapatan rumah tangga tertinggi diperoleh pada musim gelombang tenang (sekitar Rp3 juta), dan terendah pada musim panceklik (sekitar Rp1,6 juta). Faktor pembeda pendapatan nelayan yaitu (1) faktor internal (kepemilikan jenis armada dan alat tangkap dan besarnya biaya produksi), (2) faktor eksternal (musim, harga dan pemasaran, dan degradasi sumber daya laut). 

Title: Descriptive Analysis of Socio Economic Factors Influencing to Fishers’ Household Income (Case Study: Kendari City)

Fisheries resources are potential to improve the living standard and welfare of fishers, however, its production has not able yet to lift fishers out of poverty. The uncertain level of income threaten the sustainability of the fishers livelihood. This study aims to determine factors that influence the income of fishers and fisheries resources management in Kendari City, Southeast Sulawesi. Primary data were collected from 200 household respondents in May 2015 through Focus Group Discussion (FGD) in Purirano and Bungkutoko villages. Secondary data were collected from literature. Data were analysed using SPSS program. The results showed that average household income per month in the two locations was IDR2,307,863.  The average income in Purirano Sub-district was IDR3,094,803. It was IDR1,981,209 higher than the income in Bungkutoko Sub-District.The highest average household income was obtained during the calm wave season (around IDR 3 million), and the lowest income was obtained in the strong wave season (around IDR 1.6 million). The fishers income differentiate factors are (1) internal factors (ownership of fleet type, fishing gear, and production costs), (2) external factors (season, prices and marketing, and degradation of marine resources). 


Keywords


faktor sosial ekonomi; pendapatan nelayan; rumah tangga nelayan tangkap; Kota Kendari

Full Text:

PDF

References


Antaranews. com. (2017). Kawasan Mangrove di Kendari Semakin Menyusut. https://www.antaranews. com/berita/641845/kawasan-mangrove-di-kendari-semakin-menyusut.

Assad, I. (2019). Analisis Peran Cuaca dan Iklim Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Di Pesisir Utara Jawa (Pantura) Di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara. Skripsi. Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Azizi, E.I.K. Putri dan A. Fahrudin. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Pendapatan Nelayan Akibat Variabilitas Iklim. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol 12(No 2), 225-233.

Bachtiar, H. dan Novico, F. (2012). Analisis Spasial Potensi Bahaya Daerah Pantai terhadap Perubahan Iklim. Kolokium Hasil penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, hal 1-14.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari. (2013). Laporan Tahunan Dinas Kelautan Perikanan Kota Kendari. Kendari.

Fajriah. (2015). Laporan Penelitian Hibah Desentralisasi Dosen Pemula Kemenristek Dikti. Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Kota Kendari. Kendari. Universitas Muhammadiyah Kendari.

Fadillah. (2011). Analisis Daya Saing Komoditas Unggulan sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur. Tesis. Bogor. IPB.

Harahap, A. S. (2003). Analisis Masalah Kemiskinan dan Tingkat Pendapatan Nelayan Tradisional di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuan Kota Medan. Tesis. Universitas Sumatera Utara (tidak dipublikasikan).

Humaedi, A.M. (2012). Kemiskinan Nelayan: Studi Kasus Penyebab Eksternal dan Upaya Revitalisasi Tradisi Pengentasannya di Kaliori, Rembang, Jawa Tengah. Jurnal Kebijakan Sosial dan

Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol 7(No 2), 193-206.

Imron, M. (2011). Nelayan dan Kemiskinan. Jurnal Masyarakat dan Budaya. Vol. 13 (Edisi Khusus), 57-82.

Khalfianur, W., Niati, R., dan Harahap, A. (2017). Pengaruh Gelombang Laut Terhadap Hasil Tangkapan Nelayan Di Kuala Langsa. Jurnal Samudra akuatika Vol1 (2): 21-25.

Kusnadi. (2003). Akar Kemiskinan Nelayan. Yogyakarta, ID: LKiS Pelangi Aksara.

Kusnadi. (2009). Keberdayaan Nelayan dan

Dinamika Ekonomi Pesisir. Yogyakarta, ID: Ar-Ruzz Media.

Nasution, M.A., Badaruddin dan Subhilhar. (2005). Isu-Isu Kelautan dari Kemiskinan Hingga Bajak Laut. Yogyakarta, ID: Pustaka Pelajar. Purnomo, A.H., S.H. Suryawati, I.M. Radjawane dan

K.O.

Sembiring. (2015). Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir: Konsep dan Aplikasi Strategi Adaptasi. Bandung, ID: Penerbit ITB. Peraturan Daerah (PERDA) (2013). Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Kota Kendari . Kota Kendari.

Rahim, A. (2012). Komparatif Pendapatan Per-Trip Musim Penangkapan Nelayan Tangkap Tradisional Perahu Motor Tempel dan Perahu Tanpa Motor. Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Pertanian, Vol 2(No 1), 121-131.

Rahim, A. dan Hastuti. D.R.D. (2016). Determinan Pendapatan Nelayan Tangkap Tradisional Wilayah Pesisir Barat Kabupaten Barru. Jurnal Kebijakan Sosial dan Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol 11(no 1), 75-88.

Retnowati, E. (2011). Nelayan Indonesia Dalam Pusaran Kemiskinan Struktural (Perspektif Sosial, Ekonomi, dan Hukum). Jurnal Perspektif, Vol 14(no 3), 149-159.

Saptana. (2018). Keunggulan Komparatif dan Kompetitif dan Strategi Kemitraan. https://media.neliti. com/media/publications/44039-ID-keunggulan-komparatif-kompetitif-dan-strategi-kemitraan. pdf.

Sipahelut, M. (2010). Analisis Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Syahma, A. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Tangkap Di Desa Galesong Kota Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar Makassar.

Subhan dan Afu (2017). Pengaruh Laju Sedimentasi Terhadap Rekrutmen Karang Di Teluk Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Manusia & Lingkungan, 2017, 24(2):73-80.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung, ID: Alfabeta.

Tain, A. (2011). Penyebab Kemiskinan Rumah Tangga Nelayan di Wilayah Tangkap Lebih, Jawa Timur. Jurnal Humanity, Vol 7 (No1), 01-10

Tridipta, A., (2012). Dampak Pembangunan Di Kawasan Pesisir Teluk Kendari Studi Kasus Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tesis. Program Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada.

Zulham, A., Subaryono dan Mahulette, (2017). Pengembangan Perikanan Tangkap Laut Kota Kendari. Depok, ID: Rajawali Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v9i1.7440

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network