STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN BERBASIS USAHA PEGARAMAN

Mei Dwi Erlina, Manadiyanto Manadiyanto

Abstract


Kawasan Minapolitan harus memiliki 5 (lima) aspek dasar meliputi : 1).Subsistem Sumber daya dan Tata Ruang, termasuk teknologi, 2). Subsistem Masyarakat dan Bisnis, 3). Subsistem Kelembagaan, 4). Sub Sistem Kebijakan dan Governance, dan 5). Subsistem Infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan sentra produksi garam, mempelajari potensi dan kendala dalam pengembangan minapolitan berbasis usaha pegaraman, serta menentukan strategi pengembangan di lokasi usaha pegaraman. Pendekatan penelitian yang digunakan berupa studi kasus pada 19 lokasi Kabupaten/Kota. Perumusan strategi pengembangan kawasan minapolitan berbasis usaha pegaraman menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat). Hasil pengukuran indeks kesiapan pelaksanaan minapolitan pada 19 lokasi menunjukkan 2 lokasi dikategorikan sebagai kawasan mandiri, yaitu Kabupaten Pati dan Kabupaten Pamekasan dengan nilai indeks sebesar 80% dan 85%. Kedua lokasi tersebut merupakan lokasi yang telah ditunjuk sebagai daerah sentra garam rakyat dan memiliki komitmen daerah yang tinggi dalam upaya pelaksanaan program minapolitan berbasis garam. Sedangkan 17 lokasi lainnya dikategorikan sebagai kawasan maju dalam pelaksanaan minapolitan dengan nilai indeks kesiapan berkisar antara 55%-74%. Strategi yang dirumuskan untuk kawasan minapolitan mandiri (Kabupaten Pamekasan) adalah “meningkatkan dukungan pemerintah melalui penyusunan regulasi mengenai harga jual garam ditingkat petambak garam”. Strategi pengembangan minapolitan untuk Kabupaten Pati adalah “meningkatkan inovasi teknologi produksi garam untuk mengantisipasi anomali cuaca”. Strategi yang dirumuskan untuk kawasan minapolitan maju adalah” memperbaiki fasilitas penyimpanan dan memberlakukan sistem resi gudang, melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya garam impor, menetapkan standar kualitas garam yang jelas serta mengawasi harga dasar garam agar sesuai peraturan
yang ditetapkan pemerintah”.

 

Title: Minapolitan Area Development Strategy Based on Community Salt Business Institutions

Area of minapolitan should have 5 basic aspect includes : 1). Resources and spatial subsystem, including technology, 2). Public and business subsystem, 3). Institutional subsystem, 4). Policy and governance subsystem and 5). Infrastructure subsystem. The purpose of this study was to conduct mapping of salt production centers, studying the potential and constraints in the minapolitan development of based on Salt Business, and determine the development strategy of salt business. The research approach using case studies at 19 locations Regency / City. The formulation of the minapolitan development strategy based on salt business using SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity and Threat). The results of readiness index measurements at 19 minapolitan locations, 2 showed the locations were categorized as independent, Pati and Pamekasan with index values of 80% and 85%. Both of these locations were locations that have been designated as a regional center for the salt and have a high region commitment in an effort to implementing minapolitan program based on salt bussiness. While 17 other locations categorized as advanced in the implementation of the value minapolitan readiness index ranges between 55% -74%. The strategy formulated for the minapolitan (Pamekasan) is “increasing government support through the development of regulations regarding the sale price of salt at salt farmers level “. Minapolitan development
strategy for Pati is to “promote technological innovation to anticipate the production of salt in the condition weather anomalies”. The strategy formulated for the advanced minapolitan is “improving storage facilities and a system of warehouse receipts, supervision on the entry of imported salt, set clear standards of salt quality and overseeing the base price of salt to match with government regulations”.





Keywords


strategi; pengembangan; kawasan minapolitan; usaha pegaraman

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v2i1.9259

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network