PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, DAN PERFORMA PRODUKSI UDANG GALAH, Macrobrachium rosenbergii HASIL SELEKSI PADA TIGA SEGMEN BUDIDAYA

Ikhsan Khasani, Asep Sopian

Abstract


Pertumbuhan lambat dan maturasi dini merupakan permasalahan serius pada budidaya udang galah karena berdampak pada penurunan produktivitas budidayanya. Seleksi secara simultan pada karakter panjang standar (PS) dan level maturasi (LM) calon induk udang galah betina telah dilakukan dengan tujuan mendapatkan udang galah generasi ketiga (G-3) dengan performa tumbuh cepat dan maturasi lambat. Evaluasi performa benih populasi seleksi (PSL) dan kontrol (PKT), dilakukan pada tiga fase budidaya udang galah, yaitu fase pemeliharaan larva, pendederan, dan pembesaran. Fase pembenihan diperoleh indeks perkembangan larva (IPL) dan kelangsungan hidup (KH) yang lebih baik pada populasi PSL (9,63 ± 0,91 dan 59,43 ± 9,2%), dibandingkan pada PKT (8,73 ± 0,72 dan 39,64 ± 8,4%). Fase pendederan diperoleh PS, bobot badan (BB) dan KH sebesar 19,98 ± 2,95 mm; 0,22 ± 0,10 g; dan 87,27 ± 6,70% untuk PSL, lebih baik dibandingkan pada PKT; (18,70 ± 2,72 mm; 0,20 ± 0,09 g; dan 74,55 ± 5,4%). Fase pembesaran, PSL juga menunjukkan keunggulan, dengan PS, BB, dan KH sebesar 68,65 ± 8,11 mm; 15,82 ± 5,67 g; dan 70,5 ± 1,33% lebih tinggi dibandingkan PKT; 66,97 ± 9,72 mm dan 14,73 ± 6,86 g; dan 62,8 ± 18,44%. Level maturitas induk betina pada PSL juga lebih rendah (1,45 ± 0,77) dibandingkan pada PKT (1,52 ± 0,94). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa seleksi individu secara simultan pada karakter PS dan LM efektif meningkatkan performa pertumbuhan dan produktivitas udang galah.

Slow growth and early maturation are serious challenges in the giant freshwater prawn (GFP) farming. The simultaneous selection based on standard length (SL) and maturation level (ML) characters of the female giant prawns was carried out to produce the GFP strain (3th generation) which had higher productivity. The evaluation of the selection seed (PSL) and the control (PKT) populations was carried out in three phases of the GFP farming, namely the hatchery phase (larval rearing), the nursery, and the grow-out. In the hatchery phase, the larval development index and survival (SR) of the PSL were higher (9.63 ± 0.91 and 59.43 ± 9.2%) than that of the PKT (73 ± 0.72 and 39.64 ± 8.4%). In the nursery phase, PS, body weight (BW) and SR of the PSL were 19.98 ± 2.95 mm; 0.22 ± 0.10 g; 87.27 ± 6.70%. They were higher than that of the PKT, there were 18.70 ± 2.72 mm; 0.22 ± 0.09 g; and 74.55 ± 5.4%. In the grow-out phase, the performance of the PSL on PS, BW, and SR were also better, 68.65 ± 8.11 mm; 15.82 ± 5.67 g; 70.5 ± 1.33% than that of PKT, 66.97 ± 9.72 mm and 14.73 ± 6.86 g; 62.8 ± 18.44%. The maturity level of female prawns in PSL was also lower (1.45 ± 0.77) than that of PKT (1.52 ± 0.94). Based on these data, it can be concluded that simultaneous individual selection on PS and ML characters is effective to improve the growth performance and productivity of the GFP.


Keywords


maturitas; panjang standar; pertumbuhan; seleksi; udang galah; maturitity; standard length; growth; selection; prawn

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.16.2.2021.57-64


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6762
e-ISSN 2502-9460

Find in a library with WorldCatCrossref logologo ROAD

Dimensions logo