DINAMIKA PERTAMBAKAN PERIKANAN DI SULAWESI SELATAN KURUN WAKTU 1990-2005

Abdul Malik Tangko, Brata Pantjara

Abstract


Luas tambak tambak di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dari 70.707 ha pada tahun 1990 menjadi 96.002 ha pada tahun 2005, sedangkan luas yang siap tebar 64.494 ha pada tahun 1990 menjadi 90.540 ha pada tahun 2005. Hasil produksi total dari luasan tambak tersebut juga mengalami peningkatan dari 65.487,8 ton pada tahun 1990 menjadi 300.242,0 pada tahun 2005. Begitu pula produksi udang windu dari 11.945,6 ton menjadi 20.622,0 ton, dan produksi ikan bandeng dari 40.200 ton menjadi 58.715,4 ton. Peningkatan produksi tentunya akan lebih tinggi seandainya usaha pertambakan di Sulawesi Selatan tidak dilanda oleh wabah penyakit udang yang sampai saat ini belum bisa ditanggulangi secara tuntas. Pada tahun 2003 luas tambak udang di Sulawesi Selatan yang terserang penyakit mencapai 12.648 ha dengan kerugian material sebesar 9 milyar. Jenis komoditas selain udang windu dan ikan bandeng yang memberi kontribusi yang cukup besar pada peningkatan produktivitas tambak di Sulawesi Selatan adalah rumput laut jenis Gracilaria sp., dengan produksi total mencapai 210.510,0 ton.


Keywords


tambak; produktivitas; udang; ikan; rumput laut

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.2.2.2007.118-123


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6762
e-ISSN 2502-9460

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholarDirectory of Open Access Journals