APLIKASI KUANTIFIKASI KOI HERPESVIRUS : REAL TIME – QUANTITATIVE POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-Q PCR) MENGGUNAKAN SYBR GREEN PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio)

Isti Koesharyani, Lila Gardenia, Tatik Mufidah, Ayi Santka

Abstract


Koi Herpes Virus (KHV) di Indonesia sejak tahun 2002 merupakan penyakit mematikan yang menyerang ikan koi Cyprinus carpio koi dan ikan mas Cyprinus carpio carpio, dan sampai saat ini, infeksi KHV dilaporkan sudah menyebar hampir di seluruh dunia. Untuk mengetahui adanya infeksi KHV perlu cara diagnosa yang sangat akurat/sensitif, sehingga keberadaan KHV dapat diketahui secara pasti dengan tingkat sensitivitas yang lebih baik pada ikan budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan teknik deteksi dengan real time quantitative polymerase chain reaction (RT- qPCR/qPCR) guna mengetahui adanya infeksi KHV secara kuantitatif pada ikan mas dengan mengetahui kandungan virus (viral load). Sebanyak masing-masing 3 ekor sampel diperoleh dari sentra budidaya ikan mas di Cirata-Jawa Barat, Maninjau-Sumatera Barat, dan Banjarmasin-Kalimantan Selatan. Sampel-sampel tersebut selanjutnya dianalisa keberadaan KHV-nya dengan RT-qPCR menggunakan SYBR Green. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jumlah tertinggi (viral load) diperoleh dari ikan mas asal Cirata-3 dengan nilai Threshold Cycle (Ct.) 18,24 atau setara dengan 3,4 x 107 kopi, dan terendah dari ikan mas asal Banjarmasin-3 dengan nilai Ct. 33,39 atau 1,8 x 102 kopi. Dua standar yang digunakan dalam pengujian ini berupa plasmid dengan jumlah kopi 2 x 104 (Ct 27,24) dan 2 x 103 (Ct 30,24) dan kontrol atau Non Template Control (NTC) adalah 3,1 x 10 atau dengan nilai Ct 35,65. Uji aplikasi deteksi KHV dengan metode RT-qPCR ini memberikan hasil yang lebih sensitif, di mana sampel yang tidak terdeteksi dengan metode PCR konvensional dapat dideteksi dan dihitung jumlah kopi DNA (DNA copy).

Since 2002, Koi herpesvirus (KHV) in Indonesian has been a malignant diseases, now recognized as a worldwide cause of mortality among populations of koi Cyprinus carpio koi and common carp Cyprinus carpio carpio. To determine the presence of infection is required the KHV diagnosis method with highly accurate and sensitive, so that the existence KHV can be known exactly with high sensitivity level in fish farming.The objective of this study was to develop and evaluate the infection by Real Time Quantitative Polymerase Chain Reaction (RT- qPCR/qPCR). Sample were taken from Carp culture in West Java, West Sumatra, and South Kalimantan. The assay was done by SYBR Green RT-qPCR. The analysis result of KHV in carp revealed that the carp from Cirata-3 had the highest viral load with Ct. value 18.24 equal with 3.4 x 107 copies, and the lowest one was the carp from Banjarmasin-3 at Ct. value 33.39 (1.8 x 102 copies), while two standards plasmid and Non Template Control (NTC) had Ct value of 27.24 (2 x 104copies),30.24 (2 x 103copies), and 35.65 (3.1 x 10 copies), respectively. Application KHV test by q-PCR has more advantages and sensitive than that of conventional PCR, and it can be used to detect and calculate the copy number of DNA.


Keywords


ikan mas; Koi Herpesvirus; Real Time–Quantitative Polymerase Chain Reaction (RT-qPCR); SYBR Green; Cyprinus carpio carpio; Koi Herpesvirus; Real Time–Quantitative Polymerase Chain Reaction (RT-q PCR), SYBR Green

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.12.1.2017.45-53


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
E-ISSN 2502-9460