EFEKTIVITAS HIDROGEN PEROKSIDA DALAM PENGENDALIAN INFEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN LELE Clarias gariepinus

Septyan Andriyanto, Uni Purwaningsih, Shofihar Sinansari, Yohanna R Widyastuti

Abstract


Penggunaan bahan kimiawi yang aman dan ramah lingkungan merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk pengobatan penyakit parasitik pada budidaya ikan, meskipun masih sedikit informasi mengenai efektivitas penggunaan hidrogen peroksida untuk pengobatan penyakit parasitik pada ikan air tawar di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis efektif hidrogen peroksida (H2O2) dan pengaruhnya terhadap infeksi ektoparasit pada ikan lele Clarias gariepinus. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan H2O2 dalam media pemeliharaan dengan dosis berbeda yaitu: (A) aplikasi H2O2 dosis 100 mg/L, (B) aplikasi H2O2 dosis 200 mg/L, (C) aplikasi H2O2 dosis 300 mg/L, dan (D) tanpa aplikasi H2O2 atau kontrol. Pemberian hidrogen peroksida dilakukan satu kali pada awal pengujian dan tiap perlakuan menggunakan tiga ulangan. Pemeriksaan sampel dilakukan setiap hari terhadap tingkat infestasi dan prevalensi ektoparasit selama enam hari pemeliharaan. Pengamatan hanya dilakukan pada parasit dewasa yang memiliki organ tubuh lengkap dan telah melewati fase telur. Fokus penelitian untuk memperoleh informasi dosis H2O2 yang paling efektif menekan infeksi ektoparasit selama enam hari pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi hidrogen peroksida dosis 300 mg/L efektif menekan tingkat infestasi dan prevalensi parasit Trichodina sp., Dactylogyrus sp., dan Gyrodactylus sp., diikuti dosis 200 mg/L, 100 mg/L, dan terendah pada kontrol. Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai infestasi parasit yang berbeda nyata (P<0,05) antara perlakuan aplikasi H2O2 dibandingkan dengan kontrol atau tanpa aplikasi H2O2.

Chemical compounds that are safe and environmentally friendly has been widely used to treat parasitic diseases in fish farming. However, there is limited information on the effectiveness of the application of hydrogen peroxide to treat parasitic diseases in freshwater fish in Indonesia. The study was aimed to determine the effective dose of hydrogen peroxide (H2O2) and its influence on the presence of ectoparasites on Clarias gariepinus catfish. The treatment used was the addition of H2O2 in the media preservation at different doses, namely: the application of H2O2 dose of (A) 100 mg/L, (B) 200 mg/L, (C) 300 mg/L, and (D) without H2O2 or control. Treatment media were exposed to hydrogen peroxide once at the beginning of the test and each treatment used three replications. Infestation and ectoparasite prevalence were observed daily for six days. The observations were only performed on adult parasites that have complete organs and passed the egg stage. The study focuses on obtaining the most effective dose of H2O2 to suppress ectoparasite infection within six days. The results showed that the application of hydrogen peroxide of 300 mg/L was the most effective dose to suppress the infestation level and prevalence of Trichodina sp., Dactylogyrus sp., and Gyrodactylus sp., followed by 200 mg/L, 100 mg/L, and the lowest was in control. The statistical analysis of the parasite infestation had shown a significant difference (P<0.05) between the treatment of H2O2 as compared with the control.


Keywords


parasit; prevalensi; hidrogen peroksida; parasites; prevalence; hydrogen peroxide

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.13.1.2018.49-57


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6762
e-ISSN 2502-9460

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholarDirectory of Open Access Journals