KERAGAAN REPRODUKSI INDUK IKAN BAUNG ALAM DAN HASIL DOMESTIKASI SERTA PERTUMBUHAN BENIH YANG DIHASILKANNYA

Vitas Atmadi Prakoso, Jojo Subagja, Otong Zenal Arifin

Abstract


Ikan baung Hemibagrus nemurus merupakan salah satu ikan konsumsi penting di Indonesia. Kendala dalam pengembangan budidaya ikan ini adalah ketersediaan benih karena rendahnya fekunditas, daya tetas telur, dan sintasan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan kualitas induk untuk meningkatkan produktivitas benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaan reproduksi induk ikan baung generasi kedua (G2) hasil domestikasi dibandingkan dengan induk alam dan pertumbuhan benih yang dihasilkannya. Induk yang digunakan berbobot 300-500 g (n=10 ekor). Pemijahan dilakukan secara buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada sintasan benih yang dihasilkan dari kedua jenis induk (alam: 69,8 ± 9,9%; G2: 93,7 ± 2,8%) (p<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan nyata pada performa reproduksi yang meliputi fekunditas (alam: 49634 ± 19282 butir; G2: 62513 ± 7518 butir), derajat pembuahan (alam: 91,1 ± 5,4%; G2: 90,6 ± 4,0%), derajat penetasan (alam: 85,2 ± 13,5%; G2: 90,0 ± 8,2%), dan sintasan larva (alam: 93,2 ± 3,2%; G2: 94,7 ± 4,0%) (p>0,05). Sementara itu, pada parameter pertumbuhan benih yang dihasilkan dari kedua jenis induk, pertambahan panjang (alam: 3,05 ± 0,31 cm; G2: 2,63 ± 0,21 cm), pertambahan bobot (alam: 1,79 ± 0,22 g; G2: 1,40 ± 0,20 g), dan laju pertumbuhan spesifik (alam: 8,65 ± 3,87%; G2: 7,71 ± 2,66%) juga tidak berbeda nyata (p>0,05). Benih hasil domestikasi generasi kedua menunjukkan tingkat kanibalisme yang lebih rendah.

Asian redtail catfish, Hemibagrus nemurus is one of the important fish commodities for local consumption in Indonesia. Current culture development of this species is impeded by insufficient availability of seedlings due to low egg fecundity and hatchability as well as low seed survival rate. Therefore, it is necessary to improve broodstock quality with a final objective to increase seedlings productivity. This research was carried out to study the reproductive performance of the second-generation (G2) of domesticated Asian redtail catfish broodstocks and compared with the wild broodstocks. The research also observed the growth of fingerlings produced from both broodstocks. Each broodstock had a weight range between 300-500 g (n=10 fish). Spawning was conducted by induced breeding. The results showed that there was a significant difference in the survival rate of seedlings produced from both broodstocks (wild: 69.8 ± 9.9%; G2: 93.7 ± 2.8%) (p<0.05). Nevertheless, no significant differences found in the reproductive performances, which include fecundity (wild: 49634 ± 19282 eggs; G2: 62513 ± 7518 eggs), fertilization rate (wild: 91.1 ± 5.4%; G2: 90.6 ± 4.0%), hatching rate (wild: 85.2 ± 13.5%; G2: 90.0 ± 8.2%), and larval survival rate (wild: 93.2 ± 3.2%; G2: 94.7 ± 4.0%)(p>0.05). The observed growth parameters of seedlings produced from both broodstocks were length gain (wild: 3.05 ± 0.31 cm; G2: 2.63 ± 0.21 cm), weight gain (wild: 1.79 ± 0.22 g; G2: 1.40 ± 0.20 g), and specific growth rate (wild: 8.65 ± 3.87%; G2: 7.71 ± 2.66%) which were also not significantly different (p>0.05). Seedlings produced from the second generation have lower cannibalism behavior.


Keywords


Hemibagrus nemurus; reproduksi; domestikasi; Hemibagrus nemurus; reproductive; domestication

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.15.1.2020.1-7


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6762
e-ISSN 2502-9460

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholar