Analisis Rantai Pasok dan Biaya Transportasi Udang Vaname pada Unit Pengolahan di Jakarta Utara

Rizki Dewi Kristikareni, Abdul Rokhman, Achmad Poernomo

Abstract


Jakarta Utara merupakan salah satu kawasan industri perikanan di Indonesia yang menghasilkan udang olahan sebagai komoditas ekspor. Namun, unit pengolahan ikan (UPI) dihadapkan dengan adanya permasalahan mutu, jumlah, ketersediaan bahan baku, dan transportasi yang memiliki peranan dalam manajemen rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok udang budi daya pada UPI di Jakarta Utara dan biaya transportasi dalam pendistribusian udang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Desember 2019 di Cirebon, Indramayu, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Kendal, dan Rembang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskripsi. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi, dan wawancara. Penentuan responden menggunakan snowball sampling. Responden awal yang terlibat adalah UPI di Jakarta Utara. Responden dalam penelitian ini meliputi dua orang dari UPI, tujuh orang pemasok, 14 orang pembudi daya, dan lima orang pembenih. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat tiga pelaku usaha yang menyediakan bahan baku udang vaname ke UPI di Jakarta Utara, yaitu unit pembenihan, pembudi daya, dan pengumpul/supplier. Namun masih terdapat unit pembudi daya dan pengumpul yang tidak tersertifikasi. Pemberian reward dan punishment perlu dilakukan untuk menjaga konsistensi mutu udang. Dalam pendistribusiannya, persentase biaya transportasi terhadap harga jual benih udang vaname berkisar 0,08—3,33%, paling tinggi sebesar 3,33%, yaitu pengiriman dari Tanggamus menuju Indramayu/Cirebon. Persentase biaya transportasi terhadap harga jual udang vaname berkisar 0,48—1,39%, paling tinggi sebesar 1,39%, yaitu pengiriman dari Pesawaran menuju Jakarta Utara. Manajemen rantai pasok yang terintegrasi diharapkan dapat menekan biaya transportasi.

Title: Supply Chain and Transportation Cost Analysis of Vaname Shrimp at Processing Plants in North Jakarta

North Jakarta is one of fishery industry areas in Indonesia that supply shrimp products as an export commodity. However, quality, quantity, availability of raw material, and transportation have been the underlined problems in the supply chain management of processing plants. This study aims to identify the involved members of the shrimp supply chain appearing in processing plants in North Jakarta as well as to calculate the transportation costs for the shrimp distribution. The research was conducted from August to December 2019 in Cirebon, Indramayu, South Lampung, Pesawaran, Tanggamus, Kendal, and Rembang. Data were analyzed with descriptive analysis. Data were collected through surveys, observations, and interviews. Snowball sampling is applied to determine the respondents. The initial respondents were the processing plants in North Jakarta. The respondents included two people from the processing plants, seven suppliers, fourteen shrimp farmers, and five breeders. Result of analysis point out the three actors involved in the supply of vaname raw material to the processing plants in North Jakarta, they are breeder, shrimp farmer, and collector/supplier unit. However, there are still uncertified shrimp farmers and collectors. Thus, rewards and punishment are necessary for the consistency of shrimp quality. The percentage of transportation costs to the selling price of vaname seeds is 0.08—3.33% with the highest 3.33% arouse from the shipping from Tanggamus to Indramayu/Cirebon. While, the percentage of transportation costs to the selling price of vaname shrimp is 0.48—1.39%, with the highest 1.39%, arouse from the shipping from Pesawaran to North Jakarta. Therefore, the integrated supply chain management is expected to reduce transportation cost.


Keywords


rantai pasok; udang budi daya; hulu hilir; transportasi; UPI

Full Text:

PDF

References


Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan [BKIPM]. (2017). Review sertifikasi Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) bagi pengumpul. Kementerian Kelautan dan Perikanan. https://docplayer.info/47762628-Review-sertifikasi-cara-penanganan-ikan-yang-baik-cpib-bagi-pengumpul.html

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan [BKIPM]. (2019). Statistika volume ekspor udang vanname tahun 2018. Kementerian Kelautan dan Perikanan. http://bkipm.kkp.go.id/bkipmnew/?r=stats/#_ops_volume_table/E/Kg/m//2018//nm_umum/Udang+Vaname/kd_upt//total/desc/10u/0/10

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan [BKIPM]. (2020). Statistika volume ekspor udang vanname tahun 2019. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

http://bkipm.kkp.go.id/bkipmnew/?r=stats/#_ops_volume_table/E/Kg/m//2019//nm_umum/Udang+Vaname/kd_upt//total/desc/10/0/10

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2017). Ekspor udang menurut negara tujuan utama, 2000—2015.

Chopra, S. & Meindl, P. (2013). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (5th ed.). Prentice-Hall.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya [DJPB]. (2018). Statistik perikanan budidaya. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Direkotrat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan [DJPDSPKP]. (2018, 19 Oktober). Kinerja ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2018. https://kkp.go.id/djpdspkp/artikel/7947-kinerja-ekspor-produk-perikanan-indonesia-tahun-2018

European Commission, Directorat-General for Health and Food Safety (BE) [EC DG SANTE]. (2020). Rapid alert system for food and feed portal.

Fitriyana. (2007). Pengaruh harga terhadap volume ekspor udang beku (Studi kasus di PT Misaja Mitra Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara). Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan, 4(1), 18—22. http://agb.faperta.unmul.ac.id/wp-content/uploads/2017/04/jurnal-vol-4-no-1-fitri.pdf

Hadie, W., & Hadie, L. E. (2017). Analisis sistem budidaya untuk mendukung kebijakan keberlanjutan produksi udang. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 9(1), 51—60. https://doi.org/10.15578/jkpi.9.1.2017.51-60

Kalesaran, O. J. (2010). Pemeliharaan Post Larva (PL4-PL9) udang vannamei (Penaeus vannamei) di Hatchery PT. Banggai Sentral Shrimp Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 6(1), 58—62. https://doi.org/10.35800/jpkt.6.1.2010.121

Kesuma, I. (2018). Pengaruh nilai tukar terhadap volume ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat. 85. [Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor]. IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96314?show=full

Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP]. (2013). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 52A Tahun 2013 Tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan pada Proses Produksi, Pengolahan dan Distribusi.

Manalu, J. E. R. (2019, 23 Mei). Pengusaha udang dukung larangan penggunaan induk asal tambak. Bisnis.com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190523/99/926545/pengusaha-udang-dukung-larangan-penggunaan-induk-asal-tambak

Mohani, V. C., Yulianto, E., & Mawardi, M. K. (2016). Pengaruh jumlah produksi udang Indonesia, harga udang internasional, dan nilai tukar rupiah terhadap ekspor udang Indonesia (Studi volume ekspor udang Indonesia tahun 2005-2014). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 39(2), 67—73.

http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1561

Munandar, A., Nurjanah, & Nurilmala, M. (2009). Kemunduran mutu ikan nila (Oreochromis niloticus) pada penyimpanan suhu rendah dengan perlakuan cara kematian dan penyiangan. Jurnal Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 12(2), 88—101. https://doi.org/10.17844/jphpi.v12i2.850

Nasution, S., Arkeman, Y., & Soewardi, K, Djatna, T. (2014). Identifikasi dan evaluasi risiko menggunakan Fuzzy FMEA pada rantai pasok agroindustri udang. Jurnal Riset Industri (Journal of Industrial Research, 8(2), 135—146. http://ejournal.kemenperin.go.id/jri/article/view/148

Perdana, Y. R., & Soemardjito, J. (2015). Model jaringan rantai pasok komoditi perikanan dalam rangka mendukung Sistem Logistik Ikan Nasional. Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda, 13(1), 31—40. https://doi.org/10.25104/mtm.v13i1.194

Purnamasari, I., Purnama, D., & Utami, M. A. F. (2017). Pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) di tambak intensif. Jurnal Enggano, 2(1), 58—67. https://doi.org/10.31186/jenggano.2.1.58-67

Purwandoko, P. B., Seminar, K. B., Sutrisno, S., & Sugiyanta, S. (2018). Analisis rantai pasok beras organik di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pangan, 27(3), 187—194. https://doi.org/10.33964/jp.v27i3.390

Putra, F. K., Lutfi, M., & Hendrawan, Y. (2019). Pemingsanan dua jenis udang menggunakan pendingin berbasis thermoelectric cooler. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 7(3), 222—234. https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.02

Riyadi, S. (2003). Evaluasi sistem pengendalian mutu dan produk akhir udang beku di PT Lestari Margis Palembang. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 1(1). 73—88. http://dx.doi.org/10.31851/jipbp.v1i1.1659

Rofik, M. A. (2010). Kinerja rantai pasok pada industri seafood (Studi kasus di PT Kelola Mina Laut, Gresik). [Skripsi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor]. IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/62252

Rusmadi, & Takwin. (2009). Optimalisasi distribusi tahu (Studi kasus industri pengolahan tahu di Kota Samarinda). Jurnal EPP, 6(1), 44—50. agribisnisfpumjurnal.files.wordpress.com/2012/03/jurnal-vol-6-no-1-takwin.pdf

Setiadi, S., Nurmalina, R., & Suharno, S. (2018). Analisis kinerja rantai pasok ikan nila pada Bandar Sriandoyo Di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Ilmiah Manajemen, 8(1), 166—185. https://doi.org/10.22441/mix.2018.v8i1.010

Silitonga, B., & Hutagaol, M. P. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor udang putih (Penaeus indicus) Indonesia ke Hongkong serta implikasi kebijakannya. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 5(1), 1—24. https://doi.org/10.29244/jekp.v5i1.22256

Supranto, J. (1997). Metode riset aplikasinya dalam pemasaran. Rineka Cipta. Standar Nasional Indonesia [SNI]. (2006). SNI 01-7257-2006: Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar. Badan Standarisasi Nasional.

Wibisono, A. P. (2010). Efisiensi transportasi benih ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus) pada ukuran dan kepadatan yang berbeda. [Skripsi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Perikanan Bogor]. IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59423

Yusuf, R., & Hikmayani, Y. (2017). Minimalisasi biaya distribusi industri pengolahan produk perikanan: Aplikasi transportasi program solver. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 12(2), 151—162. https://doi.org/10.15578/jsekp.v12i2.6480

Yusuf, R., Rosyidah, L., Zamroni, A., & Apriliani, T. (2020). Rantai pasok dan sistem logistik udang vaname di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(1), 25—35. https://doi.org/10.15578/marina.v6i1.8494

Zulfikar, R. Z. (2016). Cara penanganan yang baik pengolahan produk hasil perikanan berupa udang. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(2), 29—30. https://doi.org/10.17728/jatp.v5i2.168




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v7i1.8828

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network