Kinerja Ekspor Cakalang Beku Indonesia di Pasar Internasional Menggunakan Almost Ideal Demand System (AIDS)

Musyafak Musyafak, Suharno Suharno, Nia Rosiana

Abstract


Cakalang beku menjadi komoditas unggulan ekspor perikanan indonesia tertinggi kedua dalam penyumbang surplus perdagangan. Selain itu, nilai ekspor menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Namun persaingan ketat mengharuskan cakalang beku Indonesia untuk terus melakukan ekspansi pasar. Tujuan studi ini yaitu untuk menganalisis elastisitas permintaan ekspor cakalang beku Indonesia di Pasar Internasional dengan Almost Ideal Demand System (AIDS) yang diestimasi menggunakan Seemingly Unrelated Regression (SUR). Sumber data adalah data sekunder yang diperoleh dari ITC Trade Map dengan kode HS 030343 (Frozen Skipjack or Stripe-bellied bonito “Euthynnus-Katsuwonus-pelamis”). Data yang digunakan yaitu data panel dengan seri waktu bulanan dari tahun 2014 hingga 2024. Sementara itu, data cross-sectional menggunakan China, Taiwan, Spanyol, Korea Selatan dan Jepang sebagai pesaing utama Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan cakalang beku Indonesia bersifat inelastis terhadap harga, sehingga tidak responsif terhadap perubahan harga. Elastisitas pengeluaran menunjukkan cakalang beku indonesia masuk kategori barang normal, khususnya sebagai necessity goods yang berperan sebagai bahan baku bagi industri pengolahan China dan Taiwan. Sehingga tetap dibutuhkan meskipun terjadi fluktuatif pengeluaran global. Nilai elastisitas silang menunjukkan bahwa Indonesia cenderung bersaing dengan Spanyol, Korea Selatan dan Jepang. Sementara dengan China dan Taiwan, cakalang beku Indonesia cenderung menjalin kerjasama dalam rantai nilai global. Temuan studi ini mengungkap bahwa Indonesia harus fokus pada strategi penguatan sistem jaminan mutu dan keberlanjutan produk melalui sertifikasi MSC dan eco-labeling, strategi korporasi dengan China dan Taiwan pada rantai pasok global, dan strategi market intellegence untuk dapat bersaing dengan Korea Selatan, Jepang, dan Spanyol.

 

TItle: Export Performance of Indonesian Frozen Skipjack in International Market Using Almost Ideal Demand System (AIDS) 

Frozen skipjack tuna is Indonesia’s second-largest fisheries export commodity and the second-largest contributor to the trade surplus. Furthermore, export values have shown a positive trend over the past three years. However, intense competition necessitates that Indonesia’s frozen skipjack tuna continue to expand its market reach. The objective of this study is to analyze the elasticity of demand for Indonesia’s frozen skipjack tuna exports in the international market using the Almost Ideal Demand System (AIDS), estimated via Seemingly Unrelated Regression (SUR). The data source is secondary data obtained from the ITC Trade Map under HS code 030343 (Frozen Skipjack or Stripe-bellied bonito “Euthynnus-Katsuwonus-pelamis”). The data used consists of panel data with monthly time series from 2014 to 2024. Meanwhile, the cross-sectional data uses China, Taiwan, Spain, South Korea, and Japan as Indonesia’s main competitors. The research results indicate that demand for Indonesian frozen skipjack is inelastic with respect to price, meaning it is unresponsive to price changes. Expenditure elasticity indicates that Indonesian frozen skipjack falls into the category of normal goods, specifically as a necessity good serving as a raw material for the processing industries in China and Taiwan. Thus, it remains in demand despite fluctuations in global expenditure. Cross-elasticity values show that Indonesia tends to compete with Spain, South Korea, and Japan. Meanwhile, with China and Taiwan, Indonesian frozen skipjack tends to engage in cooperation within the global value chain. The findings of this study reveal that Indonesia must focus on strategies to strengthen quality assurance and product sustainability through MSC certification and eco-labeling, corporate strategies with China and Taiwan within the global supply chain, and market intelligence strategies to compete with South Korea, Japan, and Spain.


Keywords


aids; berdaya saing; cakalang beku; ekspor; pasar internasional

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v16i1.16808

Indexed by:

 

 

 

---------------------------------------------------------------------------------------

 

Published by

Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.