Kinerja Ekspor Cakalang Beku Indonesia di Pasar Internasional menggunakan Almost Ideal Demand System (AIDS)

Musyafak Musyafak

Abstract


Penelitian ini bertujuan menganalisis elastisitas permintaan ekspor cakalang beku Indonesia di Pasar Internasional dengan Almost Ideal Demand System. Hal yang dipertimbangkan yaitu elastisitas harga sendiri, elastisitas harga silang, dan pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan cakalang beku Indonesia memiliki sifat inelastic terhadap harga sendiri, yang berarti kenaikan harga tidak berdampak signifikan terhadap penurunan permintaan, sehingga berpotensi memiliki daya saing yang tinggi. Cakalang beku Indonesia komplementer dengan China dan Taiwan, serta substitusi dengan Spanyol, Korea Selatan, dan Jepang yang berarti adanya peluang kerjasama dagang dengan negara komplementer sekaligus tantangan persaingan yang ketat dengan negara yang substitusi. Nilai lastisitas pengeluaran menunjukkan positif namun relatif kecil dibanding pesaing utama lainnya, yang berarti perlunya peningkatan kualitas dan kontinuitas pasokan agar dapat bermanfaat bagi pertumbuhan permintaan global. Temuan ini menegaskan bahwa permintaan lebih dipengaruhi oleh harga sendiri dibandingkan harga silang atau pengeluaran sehingga faktor kualitas, sertifikasi keberlanjutan, dan kepatuhan pada regulasi internasional seperti IOTC dan WCPFC menjadi kunci dalam menjaga dan perluasan ekspansi pasar. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan kebijakan peningkatan nilai tambah produk, penguatan kerjasama perdagangan internasional, diferensiasi pasar, serta penguatan pengawasan dan kepatuhan regulasi guna mendukung keberlanjutan dan daya saing ekspor cakalang beku Indonesia

Keywords


aids; berdaya saing; cakalang beku; ekspor; pasar internasional

Full Text:

Untitled


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v16i1.16808

Indexed by:

 

 

 

---------------------------------------------------------------------------------------

 

Published by

Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.