Problema Sebaran Rumpon di WPP-NRI 713 dan 714 dan Solusi Pengelolaan untuk Mendukung Penangkapan Ikan Terukur pada Spesies Tuna (Thunnus Spp)
Abstract
Pengelolaan perikanan yang baik untuk keberlanjutan Sumber Daya ikan sangat penting, khususnya Kebutuhan eksplorasi data perikanan tuna (Thunnus Spp) berbasis WPP-NRI 713 dan 714 sangat terbatas sehingga penting untuk dikaji dan diinformasikan. Penelitian ini bertujuan Memahami persoalan sebaran rumpon dan kepatuhan pemasangan rumpon, lokasi penangkapan, kondisi ukuran layak tangkap tuna pada areal rumpon dan hubungan ukuran layak tangkap ikan tuna dengan musim penangkapan di wpp 713 dan 714 . Data dikumpulkan pada periode tahun 2020–2024 berdasarkan Protokol Sampling Pancing Tuna Artisanal Indonesia, yang disusun oleh USAID-IMACS bersama enumerator dari MDPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penempatan rumpon banyak melanggar aturan yang mana sekitar 92,6% unit berjarak ≤10 nautical mile (nm), sekitar 12,7% berlokasi kurang dari 12 nm dari garis pantai. Pola penempatannya membentuk susunan menyerupai pagar atau zig-zag. Aktivitas penangkapan didominasi di WPP 714 (66,67%) dengan hotspot di sekitar Grid S-29 (WPP 713) dan S-30 (WPP 714) pada area upwelling. Dari 7.511 ekor tuna yang diukur, hanya 44,27% yang tergolong layak tangkap, sementara 55,73% masih berada di bawah ukuran layak, dengan dominasi ukuran pada kelas 41–50 cm. Musim barat merupakan periode paling optimal untuk melakukan penangkapan secara berkelanjutan karena proporsi ikan yang telah mencapai ukuran layak tangkap relatif tinggi. Perlu penguatan legalitas dan pengawasan rumpon, penangkapan diarahkan pada ikan >100 cm, serta penentuan lokasi rumpon berdasarkan klorofil-a dan suhu laut, serta Sosialisasi regulasi (Permen-KP No. 36/2023, Kepmen-KP No. 7/2022, RPP TCT No. 121/2021, dan PP No. 11/2023) perlu ditingkatkan demi pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahkam MF, Tarya A. 2023. Estimation Of The Potential Of Large Pelagic Fish Fisheries Using Satellite Data In The Banda And Arafura Seas. Devotion: Journal of Research & Community Service, 4(12)
Baroqi AR, Timur PS, Rumpa A. 2023. Karakteristik Unit Penangkapan Ikan Dengan Pancing Ulur Di Perairan Teluk Bone. Jurnal Salamata. 2(1), 1–10
Capello M, Soria M, Cotel P, Potin G, Dagorn L, Preon P. 2012. The Heterogeneous Spatial And Temporal Patterns Of Behavior Of Small Pelagic Fish In An Array Of Fish Aggregating Devices (FADs). J Exp Mar Biol. Ecol 430–431: 56–62.
Dagorn L, Bez N, Fauvel T, Walker E. 2013. How much do fish aggregating devices (FADs) modify the floating object environment in the ocean? Fish Oceanogr 22 (3): 147-153.
Firdaus M, Fauzi A, Falatehan AF. 2018. Deplesi Sumber Daya Ikan Tuna Dan Cakalang Di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 13(2), 167–178.
Fonteneau A, Chassot E, Bodin N. 2013. Global spatio-temporal patterns in tropical tuna purse seine fisheries on drifting fish aggregating devices (DFADs): taking a historical perspective to inform current challenges. Aquat. Living Resour. 26 (1), 37–48.
Halim A, Wiryawan B, Loneragan NR, Hordyk A, Sondita MFA, White AT, Koeshendrajana S, Ruchimat T, Pomeroy RS, Yuni C. 2019. Developing a functional definition of small-scale fisheries in support of marine capture fisheries management in Indonesia. Marine Policy, 100, 238–248.
Hamar B, Bone AH. 2021. Utilization of FAD distribution in south buton waters as a fishing app by purse seine fishermen in Kadatua District, Selatan Buton Regency. J Asian Mult Res for Soc Sci Study 2 (3): 125-131
Haruna A, Mallawa, Musbir, Zainuddin M. 2018. Population Dynamic Indicator of the Yellowfin Tuna Thunnus albacares and Its Stock Conditionin The Banda Sea,I ndonesia, AACL Bioflux, vol. 11, no. 4, pp. 1323–1333
Haruna, Tupamahu A, Mallawa A. 2019. Minimizing the Impact of Yellowfin Tuna Thunnus albacares fishing in Banda Sea. (IJEAB). 4(1):99-104p. DOI:
Holland K, Brill R, Chang R. 1990. Horizontal and vertical movements of yellowfin and bigeye tuna associated with fish aggregating devices. Fish Bull 88(3):493–507
Itano D, Fukofuka S, Brogan D. 2004. The development, design and recent status of anchored and drifting FADs in the WCPO. Standing Committee on Tuna and Billfish, Majuro, Republic of the Marshall Islands. Information Paper No. INFFTWG-3.17 TH. Corpus ID: 126988901
Jalil, Mallawa A, Amir F, Safruddin. 2020. Dynamics Population of Yellow fin Tuna Thunnusalbacares in Bone Bay, Indonesia. (IJAST) Vol. 29, No. 4, pp. 10898–10908
Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2022. Data Statistik
Kusdiantoro, Fahrudin A, Wisudo SH, Juanda B. 2019. Perikanan Tangkap Di Indonesia: Potret Dan Tantangan Keberlanjutannya. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 14(2), 145.
Lopez J, Moreno G, Ibaibarriaga L, Dagorn L. 2017. Diel behaviour of tuna and non-tuna species at drifting fish aggregating devices (DFADs) in the Western Indian Ocean, determined by fishers’ echo-sounder buoys. Mar. Biol. 164:44.
Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI, 2020), Report Activity MDPI Tahun 2020
Matrutty DDP, Paillin JB, Siahainenia SR, Waileruny W, Rutumalessy K. 2019. Productivity and Distribution of Fish Aggregation Devices (FADs) In Outer Ambon Bay Waters, Indonesia. Omni-Akuatika, 17(1), 105–112.
Moreno G, Dagorn L, Capello M, Lopez J, Filmalter J, Forget F. 2016. Fish aggregating devices (FADs) as scientific platforms. Fish. Res. 178, 122–129
Novitasari F, Nelwan AP, Farhum SA. 2022. Musim Penangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunus Albacares) Menggunakan Alat Tangkap Pancing Ulur Di Perairan Teluk Bone Yang Didaratkan Di Kabupaten Luwu. Jurnal penelitian perikanan indonesia. Volume 28 (1).
Nurwahidin, Musbir, Kurnia M. 2016. Analisis produktivitas purse seine yang menggunakan alat Bantu penangkapan ikan rumpon di perairan teluk bone. Juornal IPTEKS PSP, 3(6): 518-527
Orue B, Pennino MG, Lopez J, Moreno G, Santiago J, Ramos L, Murua H. 2020. Seasonal distribution of tuna and non-tuna species associated with drifting Fish Aggregating Devices (DFADs) in the Western Indian ocean using fishery-independent data. Front Mar Sci 7 (441): 1-17.
Peraturan Pemerintah RI No. 11 tahun 2023, Tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT). Jakarta: Pemerintah Indonesia
Rumpa A, Najamuddin, Safruddin, Hajar MAI. 2022b. Studying the relationship of immersion duration and characteristics of natural materials fad to fish aggregation in the sea, Biodiversitas. 23(10): 5481-5490.
Santos RO, Rehage JS, Kroloff EKN, Heinen JE, Adams A J. 2019. Combining data sources to elucidate spatial patterns in recreational catch and effort: fisheries-dependent data and local ecological knowledge applied to the South Florida bonefish fishery. Environmental Biology of Fishes, 102, 299-317
Simbolon D, Jeujanan B, Wiyono ES. 2013. Efektivitas Pemanfaatan Rumpon Dalam Operasi Penangkapan Ikan Di Perairan Maluku Tenggara. J. Amanisal PSP FPIK Unpatti-Ambon. 2.(2), 19 – 31.
Simonds K, Robinson WL. 2016. Management Measures for Pacific Bigeye Tuna and Western and Central PacificYellowfin Tuna Amendment 14 to the Fishery Management Plan for Pelagics Fisheries of theWestern Pacific Region includingan Environmental Assessment BishopSt,Suite 1400Ho,” Honolulu
Sinopoli M, Cattano C, Andaloro F, Sara G, Butler, CM, Gristina M. 2015. Influence of fish aggregating devices (FADs) on anti-predator behaviour within experimental mesocosms. Marine Environmental Research, 112: 152-159.
Tamimi R, Ahmad J, Pelu R. 2023. Habitat dan Tingkah Laku Ikan. Penerbit NEM
Taquet M. 2013. Fish aggregating devices (FADs): good or bad fishing tools? A question of scale and knowledge. Aquat. Living Resour. 26, 25–35.
Tomasila LA, Syamsudin M, Polhaupessy R. 2020. Proses Penangkapan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) di Pulau Ambon. Jurnal TRITON. 16 (2): 97-107.
Widodo AA, Wudianto, Sadiyah L, Mahiswara, Proctor C, Coope. S. 2020. Investigation On Tuna Fisheries Associated With Fish Aggregating Devices (FADs) In Indonesia FMA 572 and 573. Indonesian Fisheries Research Journal. 26(2):97-105p.
Widodo AAC. WWilcox, Sadiyah L, Satria F, Wudianto, Ford J, Hardesty BD. 2023. Developing indicators to detect the use of fish-aggregating devices. Marine and Freshwater Research. 74(6); 535-543
Wyrtki K. 1961. Physical oceanography of the Southeast Asian water. NAGA Report 2nd. Scripps Inst. Oceano-graphy. The University of California. La Jolla, California. 195p
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/psnp.19994
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
