Kajian Teknis dan Ekonomi Penggunaan Bubu Bola Dalam Penangkapan Lobster Duri (panulirus sp.) Di Perairan Laut Utara Jawa
Abstract
Bubu bola merupakan inovasi alat tangkap ramah lingkungan yang dirancang untuk meningkatkan selektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan penangkapan lobster duri di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menilai performa teknis bubu bola, efisiensi hasil tangkapan, serta dampak sosial-ekonominya terhadap nelayan di perairan Laut Utara Jawa. Pendekatan penelitian menggunakan rancangan eksperimen lapangan yang membandingkan bubu bola dengan bubu konvensional, dilengkapi survei dan wawancara kepada nelayan pengguna. Analisis meliputi ukuran dan jumlah lobster layak tangkap, tingkat by-catch, serta biaya-manfaat operasional. Hasil menunjukkan bahwa bubu bola mampu menyeleksi hampir seluruh lobster berukuran layak tangkap, menurunkan by-catch secara signifikan, dan meningkatkan efisiensi ekonomi melalui pengurangan biaya bahan bakar serta perawatan alat. Dari aspek teknis, bentuk bola dan bahan HDPE menjadikan alat lebih tahan lama dan mudah dioperasikan pada dasar perairan berbatu. Secara sosial, adopsi teknologi ini memberikan peluang peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha perikanan nelayan kecil. Penerapan bubu bola diharapkan dapat menjadi model pengelolaan penangkapan lobster yang efisien, ramah lingkungan, dan sejalan dengan prinsip ekonomi biru serta kebijakan nasional perikanan berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akbar, R. (2020). Efektivitas bubu modifikasi terhadap hasil tangkapan lobster. Jurnal Perikanan Tangkap, 12(2), 45–53.
Bachtiar, E., Boesono, H., & Sardiyatmo. (2014). Pengaruh perbedaan waktu dan umpan penangkapan lobster (Panulirus sp.) dengan alat tangkap krendet di perairan Watukarung. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 3(3), 168–175.
Lestari, S., & Harahap, M. (2019). Kajian selektivitas alat tangkap ramah lingkungan untuk perikanan skala kecil. Marine Fisheries, 10(1), 11–20.
Miswar, E., Puspito, G., Roza, Y., & Zulkarnain. (2016). Rekonstruksi pintu masuk bubu lipat lobster dan pengaruh penggunaan tutupan terhadap hasil tangkapan. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 7(1), 99–106.
Prabowo, M., & Karunia, D. (2022). Inovasi bubu HDPE dalam penangkapan krustasea. Indonesian Fisheries Science Journal, 17(1), 22–30.
Rahman, A., Hedianto, D. A., & Wijaya, D. (2018). Sebaran ukuran dan faktor kondisi lobster pasir (Panulirus homarus). Widyariset, 4(2), 205–211.
Sari, R. (2018). Dampak sosial ekonomi inovasi alat tangkap perikanan. SocioFish Journal, 4(2), 101–110.
Yusuf, A. (2021). Analisis CPUE penangkapan lobster di pesisir Jawa. Journal of Coastal Resources Management, 8(3), 88–97.
Buku
Ayodhyoa, A. U. (2011). Teknologi penangkapan ikan. Penebar Swadaya.
Bailey, C. (1998). Small-scale fisheries in Asia: Issues and policy. ICLARM.
Charles, A. (2001). Sustainable fisheries systems. Wiley.
Dahuri, R. (2015). Pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan. PT Pradnya Paramita.
FAO. (2018). Guidelines for sustainable small-scale fisheries. FAO.
King, M. (2007). Fisheries biology, assessment and management. Blackwell Publishing.
Nikijuluw, V. (2013). Ekonomi perikanan tangkap. UI Press.
Purbayanto, A. (2016). Prinsip desain alat tangkap ikan. IPB Press.
Salim, S. (2019). Metode penelitian perikanan. Alfabeta.
Sadhori, R. (2010). Alat penangkapan ikan di Indonesia. IPB Press.
Referensi Tambahan dari Artikel “Desain Bubu Bola”
Nababan, S. P., Hermawan, M., & Suyasa, I. N. (2023). Desain bubu bola untuk penangkapan spiny lobster (Panulirus sp.) secara berkelanjutan. Jurnal Teknologi Perikanan, 12(1), 1–12. Daftar Pustaka
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/psnp.20039
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
