APLIKASI PROBIOTIK PADA BUDIDAYA UDANG VANAME SECARA EKSTENSIF PLUS TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PEMBUDIDAYA DI KABUPATEN BREBES DAN GRESIK

Anang Hari Kristanto, Brata Pantjara

Abstract


Peningkatan produksi udang telah dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui program industrialisasi. Kabupaten Brebes dan Gresik merupakan wilayah yang masuk dalam pengembangan peningkatan produksi dalam program industrialisasi. Salah satu komoditas budidaya yang dikembangkan dalam industrialisasi perikanan adalah udang vaname. Budidaya udang vaname dengan aplikasi probiotik RICA, telah dilakukan pada tambak masyarakat di Desa Limbangan Wetan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Desa Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tambak yang digunakan tergolong idle karena kurang produktif dan sering gagal panen. Padat penebaran udang vaname adalah 8 ekor per m2. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 21 pembudidaya di Kabupaten Brebes dan 7 pembudidaya di Kabupaten Gresik. Hasil kegiatan penerapan teknologi ini di Kabupaten Brebes diperoleh produksi tertinggi mencapai 566,7 kg/Ha dan terendah 140 kg/Ha, dengan keuntungan tertinggi mencapai Rp 9.407.500 per Ha per siklus; dan terendah Rp 6.907.500,-/Ha per siklus. Pada musim penghujan diperoleh keuntungan tertinggi Rp 8.200.000,-/Ha per siklus;. Produksi udang vaname di Kabupaten Gresik berkisar 150 sampai 400 kg/Ha dengan keuntungan bersih bervariasi (Rp 1.500.000 – 15.800.000, per Ha per siklus) pada musim kemarau, dan antara Rp 600.000 – Rp 9.000.000,- pada musim penghujan. Bervariasinya produksi udang vaname selain disebabkan kondisi lingkungan tambak yang tidak sama juga pembudidaya mempunyai karakter dan keterampilan yang berbeda.


Keywords


aplikasi probiotik; udang vaname; ekstensif plus

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats