DISTRIBUSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA BEBERAPA MAKROORGANISME DI SALURAN PERTAMBAKAN BUDIDAYA UDANG DI KABUPATEN BANYUWANGI DAN PROBOLINGGO

Arifuddin Tompo

Abstract


Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui distribusi keberadaaan White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada beberapa organisme di saluran pertambakan di Kabupaten Banyuwangi dan Probolinggo. Penelitian dilakukan selama satu tahun dan pengambilan sampel dilakukan secara rutin setiap bulan sekali. Pemeriksaan sampel dilakukan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan mengikuti metode standar kit WSSV IQ2000 (Lightner,1996). Sampel yang berhasil dikoleksi sebanyak 43 sampel dari Kabupaten Banyuwangi dan 45 sampel dari Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan WSSV terdeteksi pada beberapa jenis ikan serta krustasea yang berada di saluran pertambakan budidaya udang yang ada di kecamatan Muncar kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Karasan kabupaten Probolinggo. Prevalensi kejadian WSSV selama satu tahun di Kabupaten Banyuwangi sebesar 37,09% dan di Kabupaten Probolinggo sebesar 51,1%. Prevalensi tertinggi yang diperoleh di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Probolinggo terjadi pada bulan Februari tahun 2012 yaitu sebesar 100% dan mengalami fluktuasi selama bulan-bulan berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa virus WSSV tidak hanya terinvestasi pada udang budidaya tetapi juga pada organisme lain yang berada pada saluran di areal pertambakan. Keberadaan organisme yang terinvestasi WSSV ini dapat menjadi carrier bagi virus tersebut untuk menginfeksi organisme budidaya maupun lingkungan, sehingga upaya yang tepat untuk mengeliminir keberadaannya sangat diperlukan.


Keywords


distribusi; virus WSSV; Banyuwangi; Probolinggo

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats