PREVALENSI PENYAKIT KARANG DI WINDWARD DAN LEEWARD PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA

Ofri Johan, Michael Delpopi, Singgih Afifa Putra, Faisal Hadi, Rezi Harmanda Putri, Robba Fahrisy Darus, Neviaty P. Zamani

Abstract


Penyebaran penyakit karang sudah banyak dilaporkan di berbagai negara, masih sedikit di wilayah IndoPasifik termasuk di Indonesia. Berdasarkan penelitian tersebut, penyakit karang juga dapat menyebabkan kerusakan karang dalam skala besar. Penelitian ini sudah dilaksanakan di Pulau Pari bagian windward dan bagian leeward, lokasi terkait dengan sering terkena ombak dan bagian terlindung pada tanggal 28 November - 1 Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan tingkat prevalensi penyakit karang pada dua lokasi berbeda yaitu windward dan leeward. Metode pengamatan yang digunakan ada 2, yaitu transek garis untuk mengetahui kondisi karang dan transek sabuk untuk melihat prevalensi penyakit karang. Transek garis memiliki panjang 20 m dan transek sabuk dengan lebar 2 m dan panjang 20 m, masing-masing lokasi dilakukan 3 ulangan. Hasil penelitian diperoleh kondisi karang berdasarkan tutupan karang hidup di windward sebanyak 49,15% dan di leeward 40,5%, kedua lokasi masih dikelompokkan dalam kondisi jelek. Berdasarkan prevalensi penyakit karang ditemukan penyakit BBD (Black Band Disease) lebih tinggi di windward 3.61% di bandingkan di leeward 1,30% namun tidak berbeda nyata (P<0,153), penyakit WS (White Syndrome) lebih tinggi di leeward 3,32% dan di windward 1,82%, juga tidak berbeda nyata (P<0,149), sementara kelompok penganggu kesehatan karang di windward lebih tinggi 9,53% dan di leeward hanya 2.02%, juga tidak berbeda nyata secara statistik (P<0,267). Penyebaran penyakit BBD dapat dipengaruhi oleh adanya arus dan gelombang, sementara penyakit WS dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu.


Keywords


penyakit karang; prevalensi; leeward; windward; Kepulauan Seribu

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats