PERTUMBUHAN Vibrio BERPENDAR PATOGENIK PADA MEDIA AIR DENGAN SALINITAS BERBEDA SERTA MEDIA MISKIN NUTRISI

Ince Ayu Khairana Kadriah, Nurhidayah Nurhidayah

Abstract


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan Vibrio berpendar patogenik pada media air laut, air payau dan air tawar serta pada media air miskin nutrisi. Media uji yang digunakan adalah media air salinitas 40 ppt, 28 ppt, 15 ppt, 10 ppt, dan 5 ppt serta air tawar. Di samping itu, digunakan juga media uji Artificial Sea Water (ASW) dan Sea Water Complete (SWC). Sebagai pembanding digunakan media kultur Nutrient Broth (NB). Bakteri Vibrio patogen dikultur pada masing-masing media uji selama 48 jam. Sampling dilakukan setiap 2 jam sekali selama 26 jam dan selanjutnya sampling dilakukan lagi pada jam ke 48. Media tumbuh yang digunakan adalah TCBSA (Tio Citrate Bile Sucrose Agar). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri Vibrio terlihat lebih stabil pada media air payau dengan salinitas 15 ppt dibandingkan media air payau 10 ppt dan 5 ppt. Pada media air laut salinitas 40ppt terlihat adanya penurunan populasi bakteri pada jam ke-12 dan ke-22 setelah kultur. Secara umum pada media air laut dan air payau, bakteri Vibrio patogen dapat bertahan pada kepadatan 107 CFU/mL sampai 48 jam. Sedangkan pada media air payau 5 ppt bakteri Vibrio hanya dapat bertahan hidup sampai 24 jam. Kesimpulannya transmisi Vibrio patogen pada lingkungan air payau dengan salinitas antara 10 ppt – 15ppt sangat mungkin terjadi melalui media air sedangkan pada air dengan salinitas < 10 ppt bakteri Vibrio sulit mempertahankan hidupnya secara optimal.


Keywords


Vibrio berpendar patogenik; transmisi patogen; air laut; air payau; nutrisi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats