DOMESTIKASI IKAN BELIDA LANGKA, Chitalalopis (Bleeker, 1851): PEMBENIHAN SECARA TERKONTROL DI LUAR HABITAT ALAMI

Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi, Estu Nugroho, Jojo Subagja, Bambang Priono

Abstract


Penelitian pemeliharaan ikan belida, (Chitala lopis Bleeker, 1851) secara ex-situ bertujuan untuk mendapatkan teknik pembenihan yang tepat di luar habitat alaminya. Serangkaian eksperimen dilakukan adalah: 1) pemeliharaan benih dalam akuarium dengan padat tebar berbeda (45, 90, dan 180 ekor/90 L); 2) pemeliharaan benih dalam akuarium dengan jenis pakan berbeda (pakan buatan dan cacing tubifex); 3) pemeliharaan benih dalam waring dengan padat tebar berbeda (10 dan 20 ekor/m2); dan 4) pembesaran dalam waring dengan jenis pakan berbeda (cacing tubifex; cacing tubifex + pakan buatan, dan pakan buatan). Pemeliharaan benih dalam akuarium menggunakan ukuran awal 3,4 cm selama 30 hari memperlihatkan kepadatan 45 ekor/90 L memberikan laju pertumbuhan bobot terbaik sebesar 3,1%/hari dengan sintasan 96,7 ± 1,33%. Pemeliharaan lanjutan selama dua bulan dalam akuarium dengan pemberian jenis pakan berbeda menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi pada benih yang diberi pakan cacing tubifex sebesar 2%/hari dengan sintasan 29 ± 3,42%. Pemeliharaan benih ukuran 4,9 cm dalam waring yang diletakkan dalam kolam tanah menghasilkan pertumbuhan dan sintasan yang lebih tinggi pada padat tebar 10 ekor/m2 dengan laju pertumbuhan bobot 2,6% per hari dengan tingkat sintasan sebesar 77,3%. Pembesaran benih dalam waring dengan ukuran tebar 8-9 cm selama dua bulan menghasilkan pertumbuhan bobot yang lebih tinggi pada benih yang diberi pakan cacing tubifex (1,3%/hari) dibandingkan dengan pakan buatan (0,6%/hari) dan campuran pakan buatan + cacing tubifex (1,0%/hari).

Research on the domestication of featherback fish, (Chitala lopis Bleeker, 1851) outside of their natural habitat was carried out primarily to obtain its feasible breeding techniques. A series of experiments was carried out including 1) seed rearing in aquariums with different stocking densities (45, 90, and 180/90 L); 2) rearing of seeds in aquariums with different types of feed (artificial feed and tubifex); 3) seeds rearing in net cage with different stocking densities (10 and 20 fish/m2); and 4) grow-out in net cage with different types of feed (tubifex; tubifex + artificial feed, and artificial feed). The results showed that seeds with an initial size of 3.4 cm reared in an aquarium for 30 days with a density of 45 fish/90 L produced the best weight growth of 3.1%/day with survival rate of 96.7 ± 1.33%. Two months of continued rearing carried out in an aquarium produced the highest weight growth for seeds fed with tubifex of 2%/day with survival rate of 29 ± 3.42%. Rearing of seeds sized 4.9 cm in net cage placed in earthen pond resulted in higher growth and survival than that of aquariums. The best density was 10 fish/m2 with weight growth rate of 2.6% per day and survival rate of 77.3%. Seeds sized of 8-9 cm cultured in net cage for two months produced higher weight growth when feed with tubifex (1.3%/day) than that of feed with artificial feed (0.6%/day) and mixture artificial feed + tubifex (1.0%/day).


Keywords


Chitala, belida; domestikasi; pembenihan; Chitala; featheback fish; domestication; breeding

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ma.14.2.2019.73-81


Creative Commons License
Media Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6762
e-ISSN 2502-9460

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholar